(2) Muhammad Syafi’i
(3) Nurcahyo Widyodaru Saputro
*corresponding author
AbstractJagung manis (Zeamays saccharata Sturt.) merupakan komoditas hortikultura yang disukai berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Penggunaan varietas tahan menjadi salah satu komponen pengelolaan hama terpadu yang dapat menekan kerusakan tanaman serta menghilangkan input pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan calon varietas jagung manis hibrida Unsika yang terhadap serangan hama utama jagung manis. Percobaan ini dilakukan di Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta pada bulan Juli sampai September 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 33 calon varietas jagung manis hibrida Unsika dan 3 varietas pembanding (Bonanza, Talenta, Eksotik) diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan terdapat 10 calon varietas dengan intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera frugiferda) terendah pada Unsika 14, Unsika 1, Unsika 9, Unsika 4, Unsika 11, Unsika 2, Unsika 10, Unsika 5, Unsika 15. Sedangkan 10 calon varietas dengan intensitas serangan ulat penggrek tongkol (Helicoverpa armigera)  terendah terdapat padaUnsika 9, Unsika 23, Unsika 3, Unsika 27, Unsika 1, Unsika 14, Unsika 11, Unsika 35, Unsika 15, dan Unsika 41 Keywordscalon varietas , hama utama, ketahanan hama
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v7i1.6817 |
Article metrics10.31604/jap.v7i1.6817 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Adnan.A.M. 2007. Uji Ketahanan Galur Jagung Protein Tinggi (QPM) Kuning Terhadap Lalat Bibit (Atherigona sp.). Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros
Adnan, A.M 2009.Teknologi Penanganan Hama Utama Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia.
Bunyamin, Z., Efendi, R., Andayani, N.N. 2013. Pemanfaatan Limbah Jagung Untuk Industri Pakan Ternak. Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros.
Centre for Agriculture and Biosciences International (CABI) . 2020. Spodoptera frugiperda (fall armyworm). https://www.cabi.org [20 Oktiber 2021].
Feldmann, F., Rieckmann, U., &Winter, S. (2019). The spread of the fall armyworm Spodoptera frugiperda in Africa—What should be done next?. J. Plant Dis. Protect. 126(2019), 97–101.
Herlinda S. 2005. Bioekologi Helicoverpa armigera (Hubner) (Lepidoptera:Noctuidae) pada tanaman tomat. J Agria. 2(1): 32-36.
Maharani, Y., Dewi, V. K., Puspasari, L. D., Rizkie, L., Hidayat, Y., & Dono, D. (2019). Cases of Fall Army Worm Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) Attack on Maize in Bandung, Garut and Sumedang District, West Java. Jurnal Cropsaver, 2(1), 38-46.
Patria, M.D., D, Bakti., A,Z, Siregar. 2021. Uji Ketahanan Berbagai Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Terhadap Hama Lamprosema indicata.Jurnal Agroteknologi, Vol. 11 No. 2 : 61-66.
Ratnawati.2018. Pengendalian Penyakit pada Tanaman Jagung.[Online] http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/1188-pengendalian-penyakit-pada-tanaman-jagung.[21 Maret 2021].
Surtikanti. 2011. Hama dan Penyakit Penting Tanaman Jagung dan Pengendaliannya. Prosiding Seminar Nasional Serelia. 3 – 4 Oktober 2011. Maros (ID). Balai Penelitian Tanaman Serelia
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download