RESPON LIMA VARIETAS TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) AKIBAT CEKAMAN KEKERINGAN PADA FASE GENERATIF

(1) * Ardianti Pramesti Istiqomah Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Indonesia)
(2) Juli Santoso Pikir Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Indonesia)
(3) Widi Wurjani Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Terung (Solanum melongena L.) ialah tanaman sayuran kaya akan nutrisi yang menyehatkan. Bertambahnya kesejahteraan warga untuk hidup sehat berdampak pada kenaikan konsumsi sayuran salah satunya adalah terung oleh sebab itu, produksi tanaman terung di Indonesia perlu ditingkatkan. Kekeringan ialah faktor lingkungan yang berpengaruh besar kepada penurunan produksi terung. Pemilihan varietas unggul menjadi komponen penting untuk menciptakan produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon ke lima varietas terung ungu akibat cekaman kekeringan sehingga didapatkan varietas terung ungu yang tahan kepada cekaman kekeringan. Penelitian ini disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama ialah perlakuan cekaman kekeringan dengan 2 taraf yakni tidak diberi perlakuan cekaman atau kontrol dan diberi perlakuan cekaman, faktor kedua ialah macam varietas dengan 5 taraf yaitu Antaboga-1, Lezata F1, Mustang F1, Ratih Ungu, serta Panjalu F1. Varietas Antaboga (V1) mempunyai hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keempat varietas terung ungu lainnya dan perlakuan cekaman kekeringan (C1) mampu menurunkan hasil produksi dibandingkan dengan perlakuan kontrol (C0).

 


Keywords


Tanaman terung ungu, cekaman kekeringan, macam varietas

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i2.6266
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i2.6266 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Produktivitasi Sayuran di Indonesia Tahun 2015-2019. http://bps.go.id/. Diakses pada tanggal 25 Juni 2020.

Farooq, M., A. Wahid, N. Kobayashi, D. Fujita, and S.M.A. Basra. 2009. Plant drought stress: effects, mechanisms and management. Agron Sustain Dev. 29:185–212.

Flexas J, and Medrano H. 2002. Drought-inhibition of photosynthesis in C3 plants: stomatal and non-stomatal limitations revisited. Ann Bot. 89: 183-189.

Helal N, dan A. Elhady. 2015. Calcium and Potassiumn Fertilizatin Mayenhance Potato Yield and Quality. J. Agriculture. 4(4): 991-998.

Jaleel, C.A., P. Manivannan, G.M.A. Lakshmanan, M. Gomathinayagam, and R. Panneerselvam. 2008. Alterations in morphological parameters and photosynthetic pigment responses of Catharanthus roseus under soil water deficits. Colloids Surf B: Biointerfaces. 61: 298–303.

Putri, R.E. 2017. Respon Pertumbuhan dan Fisiologi Empat Varietas Padi terhadap Cekaman Kekeringan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. 34 hlm.

Sobir, Miftahudin, dan S. Helmi. 2018. Respon Morfologi dan Fisiologi Genotipe Terung (Solanum melongena L.) terhadap Cekaman Salinitas. J. Hort. Indonesia. 9(2): 131-138.

Tezara, W., V. Mitchell, S.P. Driscoll, and D.W. Lawlor. 2002. Effects of water deficit and its interaction with CO2 supply on the biochemistry and physiology of photosynthesis in sunflower. J Exp Bot. 53:1781-1791.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.