PENGARUH PERBEDAAN BAHAN STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus Costaricencis)

(1) * Hanifa Hanifa Mail (Program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Indonesia)
(2) Hendri Sahputra Mail (UPTD. Balai Benih Hortikultura Tanaman Pangan dan Perkebunan Aceh, Indonesia)
(3) Agustinur Agustinur Mail (Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Permasalahan yang dihadapi  dalam perbanyakan stek naga yang sering dijumpai adalah pada tingkat ketersediaan bibit. Dikarenakan bibit yang dibutuhkan begitu besar dalam waktu yang singkat dan terbatas sedangkan pohon induk yang dipilih jumlahnya sangat terbatas, maka diperlukan penggunaan bahan stek seefisien mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman buah naga yang cocok untuk mendapatkan bibit tanaman buah naga yang berkualitas melalui perbanyakan vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan bahan stek berupa bagian pangkal (X1), bagian tengah (X2) dan bagian ujung (X3) tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan bagian pangkal tanaman memberikan respon terbaik terhadap parameter pengamatan persentase tumbuh dengan capaian 100% dan panjang akar dengan ukuran terpanjang yaitu 23,68 cm.


Keywords


cuttings, cutting material, dragon plant, growth

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i2.6178
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i2.6178 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Faiqoh, E.N., 2014. Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Dalam Cacl2 (Kalsium Klorida) Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis). Jurnal Sains dan Teknologi 9, 1–10.

Fatmala, N., Hermansyah, H., Marlin, M., 2020. Stimulasi Pertumbuhan Bibit Teh (Camellia Sinensis) Dengan Pemberian Urin Sapi Dan Penggunaan Bahan Stek Yang Berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia 22, 52–57. https://doi.org/10.31186/jipi.22.1.52-57

Ii, B.A.B., 2011. (Sumber: http://chemistry35.blogspot.com/2011/08/zat-warna-alami-dan-sintesisbuatan.html) 5–31.

Jeklin, A., 2016b. Pertumbuhan Stekbuah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Pada Berbagai Media Tanam., 1–23.

Lesmana, I., Nurdiana, D., Siswancipto, T., 2018. Pengaruh Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Dan Asal Stek Batang Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Melati Putih (Jasminum sambac (L.) W. Ait.). Jagros : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) 2, 80. https://doi.org/10.52434/jagros.v2i2.437

Lutfia, U., Rugayah, R., Hendarto, K., Andalasari, T.D., 2018. Respons Pertumbuhan Setek Batang Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Terhadap Pemberian Air Kelapa. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 17, 149. https://doi.org/10.25181/jppt.v17i3.85

Media, P., 2021. Pertumbuhan Stek Buah Naga Merah ( Hylocereus Polyrhizus ) Pada Berbagai Media Tanam 9, 1235–1242.

Zat, D.A.N., Tumbuh, P., Utami, N., Himawati, S., Handayani, D.P., Surachman, M., Tanjung, A., Royani, I., 2020. pastura 42–45.

Putu Radika Dewi1), M. H. (2021).PERTUMBUHAN STEKBUAH NAGAMERAH (Hylocereus polyrhizus)PADA BERBAGAI MEDIA TANAM.1235e-J.Agrotekbis 9 (5) : 1235–1242,Oktober 2021 , 1240


Refbacks

  • There are currently no refbacks.