POTENSI JAMUR ENDOFIT SEBAGAI AGENSIA HAYATI JAMUR Colletrothichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT

(1) * Rizky Ika Noviyanti Mail (Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur, Indonesia)
(2) Arika Purnawati Mail (Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur, Indonesia)
(3) Penta Suryaminarsih Mail (Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tanaman cabai rawit (Capsicum frutencens L) merupakan salah satu komoditas utama tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersial di daerah tropis yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Satu diantara penyakit penting pada cabai rawit adalah penyakit antraknosa. Antraknosa merupakan penyakit utama tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penggunaan pestisida sintetik yang kurang bijaksana ternyata banyak merugikan manusia dan agroekosistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dengan penggunaan agensia hayati. Beberapa penelitian menunjukkan jamur endofit dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan inang dari serangan patogen serta dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan metabolit sekunder dan enzim tertentu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga Juni 2021. Tempat pelaksanaan penelitian di Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran†Jawa Timur untuk In Vitro. Sedangkan, untuk In Vivo dilaksanakan di Screenhouse Kebun Bibit Wonorejo Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur endofit dari tanaman cabai rawit sehat yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Berdasarkan pengamatan, jamur endofit asal tanaman cabai rawit berpotensi menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa.


Keywords


Cabai Rawit, Arntraknosa, Formulasi Jamur Endofit, Pertumbuhan

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i2.6021
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i2.6021 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anggraeni, W., & Wardoyo, E. R. P. (2019). Isolasi dan Identifikasi Jamur Pada Buah Cabai Rawit ( Capsicum frutescens L .) Yang Bergejala Antraknosa Dari Lahan Pertanian Di Dusun Jeruk. Jurnal Protobiont, 8(2), 94–100.

Dharmaputra, O. S., Sudirman, L. I., & Fitriani, M. (2015). Mikobiota pada Buah Cabai untuk Pengendalian Hayati Colletotrichum capsici. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 11(5), 150–158. https://doi.org/10.14692/jfi.11.5.150

Sari, N. (2020). REVIEW FUNGI ENDOFIT SEBAGAI AGEN BIOKONTROL SERANGAN PATOGEN PADA TANAMAN Review of Endophytic Fungi as Biocontrol Agents Against Plant Pathogen Program Studi Agroekoteknologi , Fakultas Pertanian , Universitas Lambung Mangkurat Endofit merupakan obligat. 6(1), 55–73.

Sopialena, S., Suyadi, S., Sofian, S., Tantiani, D., & Fauzi, A. N. (2020). EFEKTIVITAS CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT BLAST PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa). Agrifor, 19(2), 355. https://doi.org/10.31293/af.v19i2.4813

Wulandari, D., Sulistyowati, L., & Muhibuddin, A. (2014). KEANEKARAGAMAN JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DAN KEMAMPUAN ANTAGONISNYA TERHADAP Phytophthora infestans. Hpt, 2(1), 110–118.

Tsitsigiannis, D. I., Dimakopoulou, M., Antoniou, P. P., & Tjamos, E. C. (2012). Biological control strategies of mycotoxigenic fungi and associated mycotoxins in Mediterranean basin crops.

Phytopathologia Mediterranea, 51(1), 158–174. https://doi.org/10.14601/Phytopathol_Mediterr-9497

Suswanto, I., Jhon, C., Simamora, K., & Anggorowati, D. (2018). PENGGUNAAN CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PADA LADA ( PIPER NIGRUM L .) ( Effective Endhophyte Fungi As Biological Control Agent In Pepper ( Piper nigrum L .)). Jurnal Agroqua, 16(2), 143–151. https://doi.org/10.32663/ja.v16i2.482

Istikorini, Y. 2002. Pengendalian Penyakit Tumbuhan Secara Hayati yang Ekologis dan Berkelanjutan. Makalah Falsafah Sains (PPs 702). Program Pasca Sarjana/S3. Institut Pertanian Bogor


Refbacks

  • There are currently no refbacks.