EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG

(1) * Raditya Ahmad Rifandi Mail (Universitas Ivet Semarang, Indonesia)
(2) Rizal Ichsan Syah Putra Mail (Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Ivet)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan peruntukan untuk selanjutnya dilakukan kajian guna menentukan tingkat kelas kesesuaian lahan tanaman padi sawah irigasi (Oryza sativa L.) pada area Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang dengan melakukan pengumpulan data primer dan pengujian di Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah untuk pengujian hara tanah dan Laboratorium Komputer Commond Use Universitas Ivet Semarang untuk melakukan olah citra yang dilaksanakan pada bulan Juli - November 2021. Metode survei yang mengacu pada besarnya tingkat faktor pembatas dari karakteristik lahan. Data hasil pengamatan berupa overlay antara kondisi eksisting lahan dengan rencana pola ruang peruntukan LP2B di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang dan juga data dilapangan serta data hasil analisis laboratorium yang kemudian dicocokkan (matching) dengan kriteria kelas kesesuaian lahan padi sawah irigasi. Hasil penelitian menunjukan total luasan rencana pola ruang diperuntukan sebagai LP2B di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang ialah seluas  dan bahwa pada 14 stasiun penelitian yang dianggap mewakili seluruh karakteristik Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang sebagian besar termasuk pada kriteria kelas sangat sesuai (S1) hanya pada Desa Nyamplungsari ditemukan termasuk pada kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) dengan luasan 410,21 ha atau sekitar 8,5% dari total luasan sawah LP2B di Kecamatan Petarukan yaitu seluas ±4.815 Ha. Faktor pembatas dapat diminimalisir dengan penambahan bahan-bahan organik maupun kimia sera perilaku tanam guna mengoptimalkan kualitas tanah yang akan digunakan untuk aktifitas pertanian berkelanjutan.

Keywords


LP2B, kesesuaian lahan, berkelanjutan, padi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v6i2.5327
      

Article metrics

10.31604/jap.v6i2.5327 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Pusat Statistik (BPS). 2009. Jawa Tengah dalam Angka. BPS Jawa Tengah. Semarang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang. 2021.

Kabupaten Pemalang Dalam Angka. BPS Pemalang. Pemalang

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang. 2020.

Kecamatan Petarukan Dalam Angka. BPS Pemalang. Pemalang.

Djaenudin, D., Marwan, H., Subagjo, H., dan A. Hidayat. 2011.

Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor. 165p

Halim, A. 1987. Pengaruh pencampuran tanah mineral dan basa dengan tanah gambut pedalaman Kalimantan Tengah dalam budidaya tanaman kedelai. Disertasi. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.Bogor.

Hardjowigeno, S. dan Widiatmaka.. 2001. Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Bogor: Fakultas Pertanian IPB.

Lockeretz, W. 2003. Secondary Effects on Midwestern Agriculture of Metropolitan Development and Midwestern Agriculture of Metropolitan Development and Decreases in farmland. Land Economic, Vol. 65 No 3.

Ma, Y., Liu, S., Song, L., Xu, Z., Liu, Y., Xu, T., & Zhu, Z. (2018). Estimation of Daily Evapotranspiration and Irrigation Water Efficiency at a Landsat-like Scale for an Arid Irrigation Area using Multi-source Remote Sensing Data. Remote Sensing of Environment, 216(18), 715-734.

Marinda, R., Sitorus, S.R. and Pribadi, D.O., Analisis Pola Persebaran Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Jurnal Geograf, 12(2), pp.161-173.

Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang Tahun 2018 – 2038.

Ritung, S., Wahyunto., F. Agus., dan H. Hidayat. 2007. Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan Dengan Contoh Peta Arahan Penggunaan Lahan Kabupaten Aceh Barat. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor, Indonesia.

Setyorini, D., L. R. Widowati., dan S. Rochayati. 2004. Teknologi Pengelolaan Hara Lahan Sawah Intensifikasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat (Puslitbangtanak), Bogor.

Sofyan, R., Harianto, H., & Aji, A. (2014). Analisis komoditas unggulan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Pemalang. Geo-Image, 3(1).

Sumastuti, E., 2020. Potensi Sektor Pertanian di Jawa Tengah (the Agriculture Sector Potentials in Central Java Province). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 6(1), p.15.

Supriatna lahya, 2000. Stategi Pembangunan dan Kemiskinan. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Tampubolon, K. T., Razali, R., & Guchi, H. (2015). Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Sawah Irigasi (Oryza sativa L.) Di Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. AGROEKOTEKNOLOGI, 3(2).

Zuhri, M., 2018. Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Pantura Jawa Tengah (Studi Kasus Kabupaten Brebes). Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 16(1), pp.119-130.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.