PERBANYAKAN GENERATIF DAN STUDI ETNOBOTANI INGU (Boenninghausenia albiflora (Hook.) Rchb. ex Meisn))

(1) I Gede Tirta Mail (Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya-BRIN, Indonesia)
(2) * Jhon Hardy Purba Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Singaraja, Bali, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tanaman ingu (Boenninghausenia albiflora (Hook.) Rchb. ex Meisn) termasuk dalam keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae), memiliki bau menyengat mengandung minyak atsiri. Tanaman ini memiliki potensi obat yang belum tergali secara optimal.  Keberadaan ingu di habitat aslinya semakin berkurang karena dalam pertumbuhan bijinya mengalami kompetensi yang ketat dengan tanaman lainnya. Kebun  Raya Eka Karya Bali sebagai salah satu lembaga konservasi ek-situ  telah mengoleksi tanaman ingu dari Bali dan Nusa Tenggara. Tanaman koleksi ini dicari dengan mengambil anakan/tanaman di habitat aslinya. Dalam eksplorasi belum pernah mengambil material tanaman ingu dalam bentuk biji. Penelitian ini bertujuan untuk memperbanyak tanaman ingu (B. albiflora) secara generatif (biji) dan menggali pemanfaatan etnobotaninya. Perbanyakan generatif dilakukan secara dengan menyemai biji B. albiflora sebanyak 30 biji pada 7 macam media ( M1=Kompenit+pasir, M2=Kompenit+kadaka, , M4=Kompenit, M5=Tanah, M6=Pasir, M7= Kadaka). Perlakuan  media  kadaka yang dicampur dengan pasir (M3)  memberikan hasil terbaik. Dari hasil wawancara di lapangan terhadap 27 responden,  belum ada ditemukan menanam tanaman ingu. Informasi tentang etnobotani  (pemanfaatan) tumbuhan ini juga sangat minim diketahui oleh responden,  hanya responden yang memiliki usia 84 tahun mengetahui dan memanfaatkan tanaman ingu yaitu  sebagai obat ayan/epilepsi dan obat panas pada bayi termasuk gangguan majik. 


Keywords


B. albiflora, etnobotani, obat ayan, perbanyakan generatif

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v6i2.5081
      

Article metrics

10.31604/jap.v6i2.5081 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Andila, P.S., Hendra, I.P.A., Warseno, T., Li’aini, A.S., Tirta, I.G., & Bangun, T.M., 2020.Tanaman Berpotensi Penghasil Minyak Atsiri, Seri Koleksi Kebun Raya Eka Karya Bali. Lipi Press, hal. 39-41

Arinasa, I.B.K., Bayu Adjie and D.M.S. Putri. 2016. An Alphabetical List of Plant Species Cultivated in Bali Baotanic Garden. Indonesian Institute of Sciences (LIPI). 362 hal.

Bewley, J.D. & Black, M. (1994). Seeds: Physiology of development and germination. 2nd edition. New York: Plenum Press.

Bewley, J.D. (1997). Seed germination and dormancy. Plant Cell 9(7),1.055-1.066.

Chen, F., Liu, L., Faju Chen, & Jia,G. (2012). The ecological characteristics of seed germination and seedling establishment of Manglietia patungensis : Implication for species conservation . American Journal of Plant Sciences 3, 1455-1461.

Djamaludin, 1999. Sambutan Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Dalam prosiding Seminar Nasional Konservasi Flora Nusantara. Bogor: UPT Balai Pengembangan Kebun Raya-LIPI.

Garner, P. F,R. B Preace dan R.L. Mitchell. 1991. Physiology of Crop Plant, terjemahan Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia. Jakarta. 428 hal.

Martinez-Maldonado, F.E., Miranda-Lasprilla, D., & Magnitskiy,S. (2013). Sugar apple (Annona squamosa L., Annonaceae) seed germination: Morphological and anatomical changes. Agron Colomb 31(2), 176-183.

Nash, H.M. & Selles, F. (1995). Seedling emergence is influenced by aggregate size, bulk density, and penetration resistance of the seedbed. Soil & Tillage Research 34 (6), 1-76.;

Oumar, Ba, Sagna Maurice, & Sy, Mame-Oureye. (2012). Germination capacity of Annonaceae seeds (Annona muricata L., A. Squamosa L., and A. senegalensis Pers.) cultivated under axenix conditions. International Journal of Science and Advanced Technology 2(6), 21-34.

Purba, J.H., I P. Parmila, W. Dadi. 2021. Effect of Soilless Media (Hydroponic) on Growth and Yield of Two Varieties of Lettuce. Agricultural Science 4(2): 154-165.

Purba, J.H., N. Sasmita, L.L. Komara, N. Nesimnasi. 2019. Comparison of seed dormancy breaking of Eusideroxylon zwageri from Bali and Kalimantan soaked with sodium nitrophenolate growth regulator. Nusantara Biosciences 6(2):146-152

Prayugo, S. 2007. Media Tanam untuk Tanaman Hias. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahardja, P.C., dan Wiryanta.W. (2003). Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Shoab, M., Tanveer, A., Khaliq, A., & Ali, H.H. (2012). Effect of Seed Size and Ecological Factors on Germination of Emex spinosa. Pak. J.Weed Sci.Res 18(3), 367-377.

Sudewo, B. 2005. Basmi Penyakit dengan Sirih Merah. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan: (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung (ID) : Alfabeta.

Sujarwo, W. dan IBK. Arinasa. 2012. Aromatic Plants in Bali Botanic Garden. Aromatic International Seminar. Denpasar-Bali.

Tirta IG. 2006. Pengaruh Beberapa Jenis Media Tanam dan Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan Vegetatif Anggrek Jamrud (Dendrobium macrophyllum A. Rich.). Biodiversitas 7(1): 81-84

Tirta, IG., & Wibawa, I. P. A. H. 2017. Eksplorasi Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai Penghasil Minyak Atsiri Di Lombok Timur-NTB. Jurnal Biologi Udayana, 21(1), 12-16.

Wuryaningsih, S. dan S. Andyantoro. 1998. Pertumbuhan stek melati berbuku satu dan dua pada beberapa macam media. Agri Journal. 5 (1-2) : 32-41.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.