(2) Rafiqah Amanda Lubis
(3) Hannum Hannum
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengairan dan pemberian pupuk (n) terhadap pertumbuhan dan produksi padi salibu (Oryza sativa L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split plot Design) dengan 2 faktor yang akan diteliti yaitu: Faktor I pengairan (P) yaitu terdiri dari 3 level. (P1 = secara terus menerus, P2 = secara macak-macak, P3 = secara berselang) dan Faktor II pemberian dosis pupuk (N) dengan 3 taraf yang di teliti yaitu: N0 = 0 gram/petak, N1 = 150 gram/petak, N2 = 300 gram/petak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengairan dan pemberian pupuk N menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai serta berat biji per rumpun pada pengamatan 6 msp.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v2i1.501 |
Article metrics10.31604/jap.v2i1.501 Abstract views : 4 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengairan dan pemberian pupuk (n) terhadap pertumbuhan dan produksi padi salibu (Oryza sativa L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split plot Design) dengan 2 faktor yang akan diteliti yaitu: Faktor I pengairan (P) yaitu terdiri dari 3 level. (P1 = secara terus menerus, P2 = secara macak-macak, P3 = secara berselang) dan Faktor II pemberian dosis pupuk (N) dengan 3 taraf yang di teliti yaitu: N0 = 0 gram/petak, N1 = 150 gram/petak, N2 = 300 gram/petak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengairan dan pemberian pupuk N menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai serta berat biji per rumpun pada pengamatan 6 msp.
Edirman. 2012. Teknologi salibumeningkatkan produktivitas lahan (3-6 ton/ha/tahun) dan pendapatan petani (15-225 juta/tahun). Padang (ID): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar.
Hanafiah KA. 2010. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Palembang (ID): Universitas
Sriwijaya Palembang.
Juliardi I, Ruskandar A. 2006. Teknik mengairi padi: kalau macak-macak cukup, mengapa harus digenang [internet]. [diunduh pada 18 Mei 2018] Tersedia pada: http://www.pustakadeptan.
go.id/publikasi/p3213024.pdf.
Sarlan A, Suhartati E, Erdiman,Susilawati, Zaini Z, Jamil A, Mejaya MJ, Sasmita P, Abdullah B,
Suwarno, Baliadi Y, Dhalimi A,Sujinah, Suharna, Ningrum ES. 2015. Panduan Tekhnik Budidaya Padi Salibu. Jakarta (ID): Badan Penelitian Dan Pertanian Pengembangan Kementrian
Pertanian.
Susilawati. 2011. Agronomi Ratun Genotipe Genotipe Padi Potensial Untuk Lahan Pasang Surut.
[disertasi]. Bogor (ID) : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Yohanes. 2012. Tanam Sekali Panen Berkali-Kali Dengan Teknologi Padi Salibu. Pagaruyung (ID): UPT Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab.Tanah Datar Kecamatan Lima Kaum.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download