PENGARUH PELILINAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT FISIK-KIMIA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill)

(1) * Mukhlis Mukhlis Mail (Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanui Selatan, Indonesia)
(2) Imelda Sari Harahap Mail (Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanui Selatan, Indonesia)
(3) Winda Ramadani Hutasuhut Mail (Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanui Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari “Pengaruh Pelilinan dan Suhu Penyimpanan terhadap Sifat Fisik-Kimia Tomat (Lycopersicum esculentum mill).†Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat yaitu untuk tekhnik budidaya tanaman tomat dilaksanakan di lahan praktek budidaya Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan untuk mengananalisis pelilinan dan suhu penyimpanan terhadap tomat dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Penelitian ini dilaksanakan pada April 2017 sampai dengan Juni 2017, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial dengan masing-masing perlakuan 4 taraf perlakuan, setiap perlakuan diberi 2 kali ulangan. Perlakuan taraf 1 terdiri dari: R0 = kontrol, R1 = 25oC, R2 = 27oC, R3 = 30oC, Perlakuan taraf ke 2 terdiri dari: W0= (Kontrol), W1 = 6%, W2 = 12%, W3 = 30%. Parameter yang diamati adalah Tingkat kematangan (skala warna), Berat (gram), Kadar air (%), Warna, dan Umur simpan (hari). Berdasarkan hasil analisis ragam pada pengamatan tingkat kematangan (skala warna) tomat perlakuan interaksi pelilinan dan suhu penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata pada 3 HSP, sedangkan umur simpan 6 HSP, 9 HSP, 12 HSP dan 15 HSP menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Parameter berat tidak memberikan pengaruh yang nyata untuk umur simpan 3, 6, 9, 12, dan 15 HSP. Pada pengamatan kadar air tidak memberikan pengaruh yang nyata. Pada pengamatan warna tomat akibat perlakuan pelilinan dan suhu penyimpanan belum mampu mempertahankan warna sampel secara signifikan. Parameter umur simpan pada perlakuan interaksi umur simpan paling lama untuk ulangan I dan II terjadi pada perlakuan W0R2, W1R1, W1R2, W1R3, W2R0, W2R2, W3R0, W3R2, W3R3 (15 hari) sedangkan umur simpan paling pendek pada perlakuan W1R0 (6 hari).

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v2i1.496
      

Article metrics

10.31604/jap.v2i1.496 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2010 – 2016. Produksi tomat di Indonesia.

Fitradesi. 2000. Pelapisan Chitosan Pada Buah Salak Pondoh (Sallaca

edulis Reinw). Sebagai Upaya Memperpanjang Umur Simpan dan Kajian Sifat Fisiknya Selama Penyimpanan.Jurnal Teknologi Pertanian. 6 (2):45-49

Prahasta A. 2009. Budidaya-UsahaPengolahan Agribisnis-Tomat. Bandung:

Pustaka Grafika.

Suprianti dan Firmansyah. 2011.Bertanam Tomat Dalam Potdan Polibag. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sylvi dan Rian. 2002. Meraup Rezeki Dengan Bertanam Tomat. Bandung:

Penerbit Pringgadani.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.