(2) Dedi Ruswandi
(3) Muhammad Syafi’i
(4) Ani Lestari
*corresponding author
AbstractJagung merupakan salah satu bahan pangan utama sesudah padi serta menjadi salah satu komoditas yang terus alami kenaikan permintaan bersamaan dengan berkembangnya industri pengolahan jagung serta pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas jagung pipil terbaik berdasarkan karakteristik fisiologi pada pola tanamn tumpang sari. Percobaan dilakukan di lahan milik Peruri, yang beralamat di Jalan Raya Peruri, Pinayungan, Kec. Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Splitplot Design). Â Penelitian ini terdiri dari 22 perlakuan monokultur jagung dengan 3 kali ulangan, 22 perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung-kedelai dengan 3 kali ulangan, 22 perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung-ubi dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 66 unit percobaan. Terdapat pengaruh nyata pada semua parameter seperti, rendemen, hasil brangkasan, biomassa, bobot tongkol dengan kelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot. Hasil teringgi 4271,73 g per plot dicapai oleh galur DR 11 x DR 16 pada sistem monokultur, sedangkan hasil terendah dicapai oleh tumpangsari jagung ubi dengan hasil 2170 g. KeywordsJagung Hibrida, Karakteristik Fisiologi, Sistem Tumpangsari
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v6i2.4909 |
Article metrics10.31604/jap.v6i2.4909 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Ariel C.O, O.A Eduardo, G.E. Benito and G.Lidia. 2013. Effects of Two Plant Arrangements in corn (Zea Mays L.) and Soyben (Glycine max L. Merril) Intercropping on Soil Nitrogen and Phosphorous Status and Growth of Component Crops at an Argentina Argiudoll. American Journal of Agriculture and Forestry 1 (2) : 22 –31
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2011. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Jakarta, Indonesia.
Efendi, R., Z. Bunyamin., dan A. Andriyani. 2013. Karakter fenotipik jagung hibrida Bima 3. Dalam: Seminar Nasional Serealia. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros. p. 116-123
Nielsen, D.C., M.F. Vigil, dan J.G. Benjamin. 2009. Variable responses of dryland corn grain yield to soil water content at planting. Agricultural Water Management, 96(2): 330 – 336.
Ruswandi, D, J. Supriatna, N. Rostini, and E.Suryadi. 2016. Assessment of sweetcornhybrids under sweetcorn/ chilli pepperintercropping in West Java, Indonesia. J.Agron., 15(3): 94-103. DOI: 10.392/ja.2016.94.103.
Sarwono. 2005. Ubi Jalar. Jakarta. Penebar Swadaya.
Yuwariah, Y. 2011. Dasar-Dasar Sistem Tanaman Ganda. Jurusan Budidaya Pertanian, FakultasPertanian UNPAD. Bandung.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download