KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH ASAL BIJI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA JUMLAH POPULASI YANG BERBEDA DI DATARAN TINGGI

(1) * Aszalza Yuliana Putri Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia)
(2) Sartono Joko Santosa Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia)
(3) Kharis Triyono Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan jumlah populasi tanaman terhadap pertumbuhan, hasil, dan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) asal biji (True Shallot Seed) di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 09 November 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian ±1000–1200 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor, yaitu jumlah populasi tanaman yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan diulang sebanyak enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, serta intensitas serangan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah populasi tanaman berpengaruh terhadap intensitas penyakit layu fusarium dan bobot segar umbi per petak. Kepadatan yang optimal mampu menjaga keseimbangan mikroklimat pertanaman dan menunjukkan tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit, sehingga menghasilkan bobot segar umbi per petak yang signifikan. Pengaturan populasi tanaman yang tepat mampu menciptakan kondisi lingkungan tumbuh yang lebih seimbang, sehingga berperan dalam menekan perkembangan layu fusarium dan mendukung peningkatan hasil bawang merah asal biji di dataran tinggi


Keywords


Bawang merah, Fusarium, Dataran Tinggi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v11i1.24202
      

Article metrics

10.31604/jap.v11i1.24202 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Asrul, Rosmini, Rista, A., dan Yulianto, I. D. A. D. A. 2021. (Characterization of Fungus Causing Basal Rot Disease on Wakegi Onions (Allium x wakegi Araki)). Agro Bali, 4(3), 341–350. https://doi.org/10.37637/ab.v4i3.835

Assamsi, M., dan Numba, S. 2025. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Berbagai Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Response Of Growth And Production Of Red Onion (Allium ascalonicum L.) At Various Planting Distances And Doses Of Chicken Manure Fertiliser (Vol. 5, Number 3). https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas

Batalipu, S., dan Lakani, I. 2023. Effectiveness of Bamboo Roots Plant Growth Promoting Microorganisms to Control Fusarium Wilt disiase in (Allium ascolonicum L.). J. Agrotekbis, 11(2), 447–454.

Durrotun Shalihah, W., Oktavia Subardja, V., dan Yayu Agustini, R. 2024. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Tanah Ultisol Akibat Kombinasi Pupuk Hayati, Pupuk Organik Cair Dan Npk Growth And Yield Of Shallots (Allium Ascalonicum L.) In Ultisol Soil Due To The Combination Of Biological Fertilizers, Liquid Organic Fertilizers And Npk. In Jurnal Agrotech (Vol. 14, Number 1).

Irfandi, Silvina, F., dan Ramadhoni, R. 2025. Insidensi Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cepae) pada. Jurnal Agrikultura, 2025(2), 243–251.

Rosliani, R., Yufdy, M. P., Harmanto, Sulastrini, I., Handayani, T., Sembiring, A., Gunaeni, N., Gaswanto, R., Rahayu, A., dan Efendi, A. M. 2022. Benih Biji Bawang Merah (True Seed of Shallot) di Indonesia. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 1.

Sugiono, Sumarna, P., Laila, F., Mahmud, Y., dan Asad, F. Al. 2025. Pengaruh Berbagai Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanam Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes. Jurnal Agro Wiralodra.

Suhaelah, E., Kartina, A., dan Millah, Z. 2025. Respons Pertumbuhan Dan Hasil Umbi Mini Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Asal Biji Terhadap Perlakuan Densitas Tanaman Dan Tingkat Kosentrasi Pupuk Silika Cair Growth And Yield Response Of Mini Shallots (Allium Ascalonicum L.) From Seed Origin To Plant Density Treatment And Liquid Silica Fertilizer Concentration Level. In Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa (Vol. 7, Number 1).

Susanto, H., Histifarina, D., dan Hamdani, K. K. 2022. Budidaya Bawang Merah Asal Biji (pertama). CV. sarnu Untung.

Tabor, G. 2018. Development of seed propagated shallot (Allium cepa L var. aggregatum) varieties in Ethiopia. Scientia Horticulturae, 240, 89–93. https://doi.org/10.1016/J.SCIENTA.2018.05.046

Utama, P., Fitriani, A., Laila, A., Hasyim Sodiq, A., dan Kartina. 2023. Respons Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Asal Biji Botani Pada Populasi Tanaman Yang Berbeda (Response of Several Shallot Varieties (Allium Ascalonicum L.) from Botanical Seeds in Different Plant Populations). In Jur. Agroekotek (Vol. 15, Number 1).

Yuniarti, F. R., dan Anwar, S. 2022. Optimasi Jarak Tanam Dan Pemupukan Nitrogen Untuk Pertumbuhan Dan Produksi Umbi Mini Bawang Merah (Allium Ascalonicum) Asal Tss Optimization of Plant Spacing and Nitrogen Fertilizer for Growth and Production of Shallot (Allium Ascalonicum) from Tss. In Asal TSS Jurnal Agrotek (Vol. 6, Number 1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.