PENGARUH JUMLAH POPULASI TANAMAN BAWANG MERAH ASAL BIJI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN (Colletotrichum gloeosporioides) DI DATARAN RENDAH

(1) * Rina Dwi Parwati Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian,Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia)
(2) Y. Sartono Joko Santosa Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian,Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia)
(3) Kharis Triyono Mail (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian,Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kepadatan tanam terhadap tingkat keparahan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides pada benih bawang merah asli yang ditanam di daerah dataran rendah. “Penelitian ini dilakukan dari tanggal 30 Juli hingga 9 Oktober 2025, di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura di Klipan, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang terletak pada ketinggian kurang dari 200 meter di atas permukaan laut, dengan karakteristik tanah regosol. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (Randomized Complete Block Design/RCBD) dengan faktor tunggal: populasi tanaman bawang merah. Percobaan ini terdiri dari lima perlakuan: P1 (20 tanaman/petak), P2 (25 tanaman/petak), P3 (40 tanaman/petak), P4 (50 tanaman/petak), dan P5 (100 tanaman/petak), masing-masing diulang enam kali. Kriteria yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, berat kering umbi, morfologi Colletotrichum gloeosporioides, dan tingkat keparahan penyakit. Temuan menunjukkan bahwa (1) populasi tanaman bawang merah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, khususnya dalam hal tinggi tanaman dan jumlah daun pada 56 hari setelah tanam (DAP). Populasi tanaman memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap hasil umbi per petak, sebagaimana dibuktikan oleh berat segar dan berat kering umbi. Kepadatan populasi maksimum (100 tanaman/petak) menghasilkan berat umbi tertinggi. Namun demikian, populasi tanaman tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap intensitas penyakit pada 40–60 hari setelah tanam.


Keywords


Bawang Merah, Bercak Daun, Dataran Rendah

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v11i1.24200
      

Article metrics

10.31604/jap.v11i1.24200 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Atman. 2021. Teknologi Budidaya Bawang Merah Asal Biji. Jurnal Sains Agro, 6, 11–21.

Direktorat Statistik Tanaman Pangan, H. dan P. 2025. Statistik Hortikultura 2024 (H. dan P. Direktorat Statistik Tanaman Pangan, Ed.; Vol. 6). Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

Dutta, R., Jayalakshmi, K., Nadig, S. M., Manjunathagowda, D. C., Gurav, V. S., Singh, M. 2022. Anthracnose of Onion (Allium cepa L.): A Twister Disease. Pathogens, 11(8). https://doi.org/10. 3390/pathogens11080884

Prathama, M., Anas Dinurrohman Susila, Santosa, E. 2023. Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah terhadap Kepadatan Populasi dan Jumlah Selang Fertigasi Menggunakan Irigasi Tetes. Jurnal Hortikultura Indonesia, 14(2), 78–86. https://doi.org/10.29244/jhi.14.2.78-86

Radja, R., Agnes Simamora, I. V, Ir Mayavira Hahuly. 2024. Karakterisasi Penyakit Pada Daun Dan Umbi Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum). 12–2023.

Saidah, Muchtar, Syafruddin, Pangestuti, R. 2019. Pertumbuhan dan Hasil Panen Dua Varietas Tanaman Bawang Merah Asal Biji di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON, 5(2). https://doi.org/10.13057/psnmbi/m050212

Sarianti, & Subandar, I. 2022. Insidensi Dan Severitas Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Bawang Merah Di Kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Pertanian Agros, 24(1).

Simatupang, S. 2019. Kajian Jumlah Populasi dan Varietas Terhadap Produksi dan Keuntungan Usahatani Bawang Merah di Sumatra Utara. J. Hort, 29, 219–230.

Surur, M. A., Prihastanti, E., Suedy, S. W. A., Hastuti, E. D., Darmanti, S. 2024. Pengaruh Sinar Plasma Terhadap Peningkatan laju Perkecambahan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji TSS Varietas Sanren F1. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 24(3), 346–354. https://doi.org/10. 25181/jppt.v24i3.3353

Yovita, A., Setiawan, D., Putri, R. I., Dwi Indayani, F., Made, N., Widiasih, S., Anastasia, N., Setyaningsih, D., Dika, F., Riswanto, O. 2021. Kandungan Kimia dan Potensi Bawang Merah (Allium cepa L.) sebagai Inhibitor SARS-CoV-2. In J.Chemom.Pharm.Anal (Vol. 2021, Number 3). https://doi.org/ www.journal.ugm.ac.id/v3/IJCPA


Refbacks

  • There are currently no refbacks.