(2) Rahmat Syahni
(3) Irfan Suliansyah
(4) Hery Bachrizal Tanjung
*corresponding author
AbstractTeori adopsi inovasi telah mengalami perkembangan signifikan dari pendekatan linear berbasis transfer teknologi menuju pendekatan sistemik yang menempatkan komunikasi, pembelajaran sosial, dan negosiasi antaraktor sebagai inti dari proses perubahan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau pergeseran teori adopsi inovasi berdasarkan pemikiran Cees Leeuwis melalui studi literatur konseptual. Analisis menunjukkan bahwa Leeuwis mengkritisi paradigma difusi inovasi klasik yang bersifat top-down dan memperkenalkan konsep communication for innovation yang memandang inovasi sebagai proses sosial kolektif. Pergeseran ini mengubah posisi petani dari sekadar penerima teknologi (adopter) menjadi pencipta inovasi (co-innovator) yang aktif dalam jejaring sosial. Melalui sintesis antara teori difusi Everett M. Rogers dan perspektif Leeuwis, ditemukan bahwa inovasi pertanian tidak dapat dipahami hanya sebagai keputusan individual maupun semata-mata konstruksi sosial, melainkan sebagai interaksi dinamis antara dimensi mikro (proses kognitif individu) dan dimensi makro (dinamika sistem sosial dan kelembagaan). Leeuwis menekankan tiga mekanisme utama dalam proses inovasi: networking, social learning, dan negotiation, yang selaras dengan pendekatan Agricultural Innovation Systems (AIS). Implikasi teoretis dari pergeseran ini meliputi transformasi dari transfer teknologi menuju kreasi inovasi bersama, dari adopsi individual menuju aksi kolektif, dan dari peran penyuluh sebagai penyampai teknologi menuju fasilitator pembelajaran dan broker pengetahuan. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi pembangunan pertanian kontemporer dengan menawarkan sintesis konseptual yang lebih komprehensif dalam memahami inovasi sebagai fenomena sosial multidimensional. KeywordsAdopsi Inovasi, Komunikasi Inovasi, Penyuluhan Pertanian, Pembelajaran Sosial
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v11i1.24183 |
Article metrics10.31604/jap.v11i1.24183 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amanah, S. (2009). Resensi Buku. 03(03), 395–406.
Hall, A. (2005). CAPACITY DEVELOPMENT FOR AGRICULTURAL BIOTECHNOLOGY IN DEVELOPING COUNTRIES : AN INNOVATION SYSTEMS VIEW OF WHAT IT IS AND HOW TO DEVELOP IT. 630, 611–630. https://doi.org/10.1002/jid.1227
Hidayati, F., Syahni, R., Suliansyah, I., & Tanjung, H. B. (2025a). ADOPTION OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY INNOVATION IN INDONESIA: CHALLENGES AND ALTERNATIVE SOLUTIONS. Agritepa, 12(1), 1–20. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28459981/%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.resenv.2025.100208%0Ahttp://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps:
Hidayati, F., Syahni, R., Suliansyah, I., & Tanjung, H. B. (2025b). Rawa Sains : Jurnal Sains STIPER Amuntai Model Teoritis Adopsi Inovasi Pertanian : Integrasi Pendekatan Perilaku Petani. 15(1).
Lamprinopoulou, Renwick, A., Klerkx, L., Hermans, F., Md., Islam5, M., & Roep, and D. (2012). A Systemic Policy Framework: The cases of Scottish and Dutch Agrifood Innovation Systems –Preliminary results.
Leeuwis, C. (2004). Communication for Rural Innovation: rethinking agricultural extension/ with Ban, Anne Van Den. Blackwell Science, 426. http://www.modares.ac.ir/uploads/Agr.Oth.Lib.8.pdf#page=20&zoom=auto,-161,323
Pham, H. (2023). Adoption of Sustainable Practices for Improving Agricultural Productivity in Viet Nam. 470.
Rogers. (2003). Detailed review of Roger’s Diffusion of innovations theory and educational technology. The Turkish Online Journal of Educational Technology, 5(2), 14–23. https://files.eric.ed.gov/fulltext/ED501453.pdf
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download