*corresponding author
AbstractABSTRAK Â Pertanian padi sawah memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, karena sebagian besar produksi beras nasional berasal dari lahan sawah. Dalam upaya untuk meningkatkan produksi beras secara berkelanjutan, pemerintah melalui Departemen Pertanian telah menetapkan target Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) sebesar 5% per tahun. Oleh karena itu, pengelolaan lahan pertanian padi sawah menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun, selain dari segi produktivitas lahan, pengelolaan pertanian padi sawah juga perlu terus dikembangkan mengingat keterbatasan luas lahan yang dimiliki petani sawah, yang menjadi salah satu faktor utama terbatasnya pendapatan dari usaha tani padi sawah. Salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi lahan sawah irigasi dan meningkatkan pendapatan petani adalah dengan mengubah strategi pertanian dari monokultur ke diversifikasi pertanian melalui penerapan teknologi budidaya Minapadi. Pengelolaan padi sawah dengan mengkombinasikan sistem Jarwo, SRI, dan Minapadi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah dan pendapatan petani. Penerapan Sistem SRI-Jarwo-Minapadi secara bersamaan di daerah persawahan di Kelurahan Lambung Bukik Kecamatan Kuranji Kota Padang menunjukkan peningkatan pendapatan petani yang cukup signifikan. Pendapatan petani dari SRI-Jarwo-Minapadi meningkat sebesar Rp 5.737.000 per hektar. Meskipun jumlah produksi padi pada sistem SRI-Jarwo-Minapadi relatif lebih rendah dibandingkan dengan sistem konvensional karena luas area tanam padi berkurang 15%, namun jumlah produksi hanya berkurang 5%. Oleh karena itu, produktivitas padi per unit luas lahan pada sistem SRI-Jarwo-Minapadi lebih tinggi, dan diperlukan upaya sinergisitas dalam pengelolaan lahan sawah antara sistem Jajar Legowo, SRI, dan Minapadi untuk mencapai produksi padi dan pendapatan petani yang optimalKeywordsJajar Legowo; SRI; Minapadi; Pendapatan Petani
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v9i2.16615 |
Article metrics10.31604/jap.v9i2.16615 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Adi Nugroho. (2017). Minapadi, Sistem Budi Daya Padi Terbaik Indonesia yang Diakui oleh Dunia.
Asmuti, A. dan T. A. (2018). Pemetaan Kapasitas Pelayanan Irigasi Dengan menggunakan Remote Sensing Daerah Irigasi Batang Tampo Lintau Buo. Penelitian Dana Dipa Universitas Andalas.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi. (2013). Aplikasi Sistim Jajar Legowo di Kabupaten Batanghari.
Bobihoe, J. (2013). Sistem Tanam Padi Jajar Legowo. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (Bptp) Jambi 2013. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.
Distan. (2019). Penanaman dengan metode SRI “System of Rice Intensification†Demplot Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita. Dinas Pertanian Kab.Buleleng, 0362, 2–3. https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/penanaman-dengan-metode-sri-system-of-rice-intensification-demplot-adaptasi-teknologi-spesifik-lokalita-35
Lhendup, K. (2005). The System of Rice Intensification (SRI) in Bhutan: A feasibility study of a new rice farming system with special reference to location specific trials and yield performance of different varietiesKarma. 1–10.
Rohaeni, N. (2017). Respon Jarak Tanam Jajar Legowo Dan Jumlah Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.) (Studi Kasus Di Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur). 17(1), 57–66.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download