*corresponding author
AbstractABSTRAK Â Nilai tambah pengolahan nira menjadi gula merah sebesar Rp 878,57 per kilogram bahan baku. Artinya, harga bahan baku sebesar Rp 500 menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 878,57 per kg bahan baku. Nilai tambah pengolahan nira menjadi gula semut kini sebesar Rp 4728,57 per kilogram bahan baku. Artinya, harga bahan baku sebesar Rp 500 menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 4728,57 per kg bahan baku. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan gula semut mempunyai nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengolahan gula merah. Laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pengolahan per kilogram bahan baku gula sebesar Rp 3657,31 dan margin keuntungan yang diraih perusahaan sebesar 61,68%. Sedangkan laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pengolahan 1 kg bahan baku gula merah sebesar 307,142 dengan margin keuntungan sebesar 33,07%. Nilai tambah gula aren sebesar 61,5%. Sedangkan gula semut aren saat ini 73,55%. KeywordsNilai Tambah, Rasio Nilai Tambah, Gula semut aren
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v8i4.14552 |
Article metrics10.31604/jap.v8i4.14552 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Baharuddin. 2005. Prospek Pengembangan Usaha Koperasi dalam Produksi Gula Aren. Salemba Empat. Jakarta.
BPS Padangsidimpuan (2020). Padangsidimpuan dalam Angka 2020. BPS Kota Padangsidimpuan.
Hayami Y, Kawagoe T, Morooka Y, Siregar M. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java. A Perspective from a Sunda Village. Bogor: The CPGRT Centre.
Rumokoi, M.M.M. 1990. Manfaat Tanaman Aren (Arenga Pinnata Merr. Buletin Balitka No 10 Tahun 1990. Balai Penelitian Kelapa, Manado.
Suryana. 1990. Difersifikasi Pertanian dalam Proses Mempercepat Laju Pembangunan Nasional. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif dan R&d. CV Alfa Beta, Bandung.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download