(2) Vira Irma Sari
(3) Raden Farid Damar
*corresponding author
AbstractKetersediaan unsur hara di dalam tanah pada media tanam bibit kelapa sawit sangat penting untuk diperhatikan, terutama karena ukuran media tanam yang terbatas. Hal ini membuat media tanam yang digunakan harus mengandung unsur hara yang cukup, memiliki tekstur dan struktur tanah yang tepat. Cendawan Trichoderma sp. menjadi salah satu alternatif meningkatkan kualitas media tanam bibit, karena mikroorganisme ini mampu mendegradasi bahan organik menjadi bentuk sederhana sehingga diserap tanaman. Metode penggenangan juga dapat dikombinasikan agar memudahkan proses penyiraman dan lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan mendapatkan alternatif bahan dan cara, mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan mendapatkan kombinasi perlakuan yang tepat untuk bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Biologi Politeknik Kelapa Sawit CWE, mulai Desember 2018 sampai Juli 2019. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, faktor pertama adalah dosis Trichoderma sp. yaitu A1(0 mg), A2(5 mg), A3(10 mg), A4(15 mg). Faktor kedua adalah genangan air yaitu C1(5 cm) dan C2(10 cm). Analisis yang digunakan adalah ANOVA dan Uji Lanjut DMRT. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Trichoderma sp. dan sistem penggenangan dapat dijadikan bahan dan sistem penyiraman bibit kelapa sawit. Pemberian Trichoderma sp. berpengaruh nyata secara tunggal terhadap tinggi bibit umur 2 dan 3 Bulan Setelah Tanam (BST) dan diameter batang 2 BST, sedangkan penggenangan pada diameter batang 1 BST. Interaksi nyata kedua faktor hanya terlihat pada jumlah daun 2 BST. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan 10 mg Trichoderma sp. dengan ketinggian air 5 cm.
Keywordsair, bibit, morfologi, mikroorganisme
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v8i2.11553 |
Article metrics10.31604/jap.v8i2.11553 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Baihaqi, A., Mochammad, N., Abadi, A.L. 2013. Teknik aplikasi Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 1(3): 30-39,
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2023. Luas areal tanaman perkebunan menurut provinsi- Statistik Indonesia Statistical Yearbook of Indonesia 2023. Internet. Diunduh pada 19 Juni 2023. Tersedia pada https://www.bps.go.id.
Calin, M., Raut, I., Lliliana, M. Capra, L., Gurban, A.M. Doni, M. 2019. Application of fungal strains with keratin degrading and plant groeth promoting characteristics. Jurnal of Biology and Today’s World. 9(7): 1-5.
Dalimunthe, S. L. 2013. Pengaruh media tanam organik terhadap pertumbuhan dan perakaran fase awal benih teh di pembbitan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina. 16(1): 1-11.
Dinas Perkebunan Kalimantan. 2022. Pentingnya pembibitan kelapa sawit sesuai standar. Internet. Diunduh pada 19 Juni 2023. Tersedia pada https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/38176 /pentingnya-pembibitan-kelapa-sawit-sesuai-standar.
Drupadi, T.A., Dwi, P.A., Sudadi. 2021. Pendugaan kadar biomassa karbon tersimpan pada berbagai kemiringan dan tutupan lahan di KHDTK Gunung Bromo. Jurnal Agrikultura. 32(2): 112-119.
Febriani, L., Gunawan., Abdul, G. 2021. Pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman. Bioeksperimen Jurnal Penelitian Biologi. 7(2): 93-104.
Grant, R.F., B.F. Jackson, J.R. Kiniry, G.F. Arkin.1989. Water Deficit Timing Effects on Yield Components in Maize. Agronomy journal. 8(1):61-65.
Marsha, D.N., Nurul, A., Titin, S. 2014. Pengaruh frekuensi dan volume pemberian air pada pertumbuhan tanaman Crotalaria mucronata Desv. Jurnal Produksi Tanaman. 2(8): 673-678.
Mulyana, D., C. Asmarahman dan I. Fahmi. (2011). Mengenal Kayu Jabon Merah dan Putih (2-36 h).Panduan Lengkap Bisnis dan Bertanam Kayu Jabon.Agromedia Pustaka. Jakarta. 142 hal.
Nuryani, E., Gembong, H., Historiawati. 2019. Pengaruh dosis dan saat pemberian pupuk P terhadap hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) tipe tegak. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika. 4(1): 14-17.
Oktavianto, B. 2015. Pendugaan biomassa dan karbon atas tanah pada tegakan pinus di lahan paska tambang silika Holcim Educational Forest. Thesis. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
[PPKS] Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 2022. Bahan Tanaman PPKS. Internet. Diunduh pada 20 Juni 2023. Tersedia pada https://iopri.co.id/page/bahan-tanaman-ppks.
Pradana, G.B.S., Titiek, I., Nur, E.S. 2015. Kajian kombinasi pupuk fosfor dan kalium pada pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurnal Produksi Tanaman. 3(6): 464-471.
Rizal, S., Titik, D.S. 2018. Peranan jamur Trichoderma sp. yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.). Sainmatika. 15(1): 23-29.
Sastrosupadi, A. 2010. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Yogyakarta (ID): Kanisius.
Sawit Indonesia. 2022. Seu Supreme Tahan Terhadap Perubahan Cuaca. Internet. Diunduh pada 20 Juni 2023. Tersedia pada https://sawitindonesia.com/seu-supreme-tahan-terhadap-perubahan-cuaca
Subhan, Nono, S., Rahmat, S. 2012. Pengaruh cendawan Trichoderma sp. terhadap tanaman tomat pada tanah Andisol. Berita Biologi. 11(3): 389-400.
Sofian, K., Ryan, F.S., Pauliz, B.H. 2022. Aplikasi Trichoderma dan mikoriza menigkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Agroista. 6(1): 1-10.
Sudantha, I.M., Kesratarta, I., Sudana. 2011. Uji antagonisme beberapa jenis jamur saprofit terhadap Fusarium oxysporum sp. cubense penyebab penyakit layu pada tanaman pisang serta potensinya sebagai agens pengurai seresah. Jurnal Agroteksos. 21(2): 2-3.
Tambunan, M.M., Toga, S., Irmansyah, T. 2015. Respons pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap pemberian kompos sampah pasar dan pupuk NPKMG (15:15:6:4) di pre nursery. Jurnal Online Agroekoteknologi. 3(1): 367-377.
Thapa, S., Neha, R., Anka, K.L., Aparna, J. 2020. Impact of Trichoderma sp. in Agriculture: A Mini Review. Journal of Biology and Today’s World. 9(7): 1-5.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download