ANALISIS NILAI TAMBAH NILAM DI DESA GUO BATU, KABUPATEN MANDAILING NATAL, PROVINSI SUMATERA UTARA

(1) * Irmalia Fitri Siregar Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Indra Praja Siregar Mail (STAI DINIYAH Pekanbaru, Indonesia)
(3) Rafiqah Amanda Lubis Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Nanda Nanda Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pencapaian tingkat efisiensi penggunaan input akan menentukan keberhasilan petani dalam mencapai produksi dan pendapatan yang maksimal dari usahatani dan agro nilam serta dapat bersaing di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan rasio nilai tambah nilam. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Sensus dan metode Value Added Hayami yang digunakan dalam penelitian ini dengan sampel 30 orang petani di Desa Guo Batu Kecamatan Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah dan rasio nilai tambah nilam olahan adalah Rp 47.153.400/produksi. Artinya pada Rp 15.808.933,33/kg harga bahan baku menghasilkan nilai tambah Rp 47.153.400/kg bahan baku dengan rasio nilai tambah 73,43%. Nilai tambah nilam keuntungan adalah Rp 46.784.579,01, dan tingkat keuntungan 99,17%.

Keywords


Nilai Tambah, Rasio Nilai Tambah, Nilam

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v8i2.11419
      

Article metrics

10.31604/jap.v8i2.11419 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anonim. (2010). Makalah observasi, Online pada http://www.scribd.com/doc/ 39320404 /makalah-observasi, Diakses 12 Januari 2013.

Agus, K. & Mauludi. L . (2004). Nilam Tanaman Beraroma Wangi Untuk Industri Perfum & Kosmetik.Agromedia Pustaka.Jakarta.

BPS Kabupaten Mandailing Natal. (2020). Kabupaten Mandailing Natal dalam Angka 2020. BPS Kabupaten Mandailing Natal.

Dias, R, Kumalaningsih S, dan Rahmah NL, Dias. (2005). Optimasi Waktu Penyulingan dan Berat Daun Nilam Kering Terhadap Rendemen Minyak Nilam. Jurnal Agrotekbis 10 (1): 1-15.

Ermiati dan Indrawanto. (2014). Kelayakan Usahatani dan Agroindustri Nilam Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika. Bogor.

Hafizhuddin, Z, Rahmaddiansyah dan Mustafa, U. 2022. Analisis Kelayakan dan Nilai Tambah Usahatani Nilam di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah. Vol. 7 No.1

Hayami Y, Kawagoe T, Morooka Y, Siregar M. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java. A Perspective from a Sunda Village. Bogor: The CPGRT Centre.

Herdiani, Tiara, Darminto, dan NP Endang. (2011). Pengaruh Financial Leverage terhadap Profitabilitas. Jurnal Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, hal 1.

I Made Sukratman, 2022. Nilai Tambah Penyulingan Nilam Di Desa Kumapo Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Sibatik Journal Vol. 1 No. 5

Maisarah, Agustina, A dan Irwan, A.K. (2017). Analisis Penggunaan Daun Nilam Kering Dalam Proses Penyulingan Minyak Nilam Di Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah. Vol. 2 No.1

Makki, M. F. et al.2001. Nilai Tambah Agroindustri pada Sistem Agribisnis Kedelai di Kalimantan Selatan. Dalam jurnal Agro Ekonomika. Vol. VI. No. 1. Juli 2001.

Nuryani Y. (2006). Budidaya Tanaman Nilam. Balai Peelitian Tanaman Obat dan Aromatika. Bogor.

Santoso, H. B. (1997). Bertanam Nilam, Bahan Industri Wewangian. Kanisius, Yogyakarta.

Sudaryani, IR, Sugihartini, IR Endang. (1998). Budidaya & Penyulingan Nilam. Optimasi Waktu Penyulingan dan Barat Daun Nilam Kering Terhadap Rendemen Minyak Nilam. Penebar Swadaya, Jakarta.

Soekartawi, 1991.Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Rajawali Press. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.