INTERAKSI HORMON AUKSIN DENGAN INTERVAL WAKTU PERENDAMAN PADA BIJI BALAKKA (Phyllanthus Emblica)

(1) * Eka Nurwani Ritonga Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Mukhlis Mukhlis Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Suryanto Suryanto Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Balakka merupakan jenis buah-buahan asli Indonesia yang tumbuh liar dikebun dan dihutan (Sunarti, 2011). Habitusnya pohon dan statusnya dihutan (LIPI.2007). pohon in banyak tumbuh di Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Nusa Tenggara (Uji 2006)

Pada proses budidaya hal yang pertama di lakukan adalah melakukan pembibitan. Salah satu permasalahan dalam pembibitan adalah usaha tanaman untuk mempercepat terbentuknya akar. Usaha yang dapat dilakukan untuk membantu proses terbentuknya akar dapat dilakukan dengan cara pemberian hormone. Auksin merupakan salah satu hormone yang berfungsi untuk mempercepat terbentuk akar tanaman. Auksin dapat maningkatkan pertumbuhan akar tanaman sehingga dapat meningkatkan proses penyerapan unsur hara ke dalam sel tanaman (Suprapto, 2004)

Hormone auksin sangat berperan dalam proses pemanjangan sel dan auksin terdapat di meristem ujung akar dan batang tumbuhan. Proses pertumbuhan tanaman dapat berhasil dengan baik jika pemberian hormon ini sesuai dengan respon tanaman tersebut terhadap hormone yang digunakan. (Nuryanah dan Djumali, 2012)


Keywords


Kata kunci : Hormon Auksin, Perkecambahan Bibit Balakk

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v8i2.10901
      

Article metrics

10.31604/jap.v8i2.10901 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bakshi, P., Wali, V.K., jasrotia, A., Bhushan, B., & Bakshi, M 2016. Aonla Cultivation.Sher-e-Kashmir Uversity Of Agricultural Sciences & Technology of Jammu

Dwiati, Murni 2016. Peran zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan semai anggrek phalaenopsis. Fakultas Biologi Unsoed Banteran. Hal : 1-6

Dwidjosepputra, 1992, Pengantar fisiologi tanaman, PT Gramedia Jakarta : Pusaka Utama

Jang. H,P. Srichayet, W. Jung, H. Jin, D. Kim, S. Tongchitpakdee, T. Kim, and S. Hoon. 2017. “Phyllanthus emblica L. (Indian gooseberry) extracts protect against retinal degeneration in a mouse model of amyloid beta-induced Alzheimer’ s disease, “J. Funct. Foods, vol. 37, pp. 330-338.

Khan, K.H. and K. Khan. 2009. Roles of Emblica officinalis in medicine-A review. Botany Research International Vol.2, No 4 pp. 218-228

Khoiriyah, U,: N. Pasaribu; & S. Hannum. 2015. Distribusi Phyllanthus Emblica L di sumatera utara bagian selatan. Jurnal biosfera 32 (2) mei 2015, Hal: 98-102.

Kumar, K.P.S.: Bowmik, D.: Dutta, A,; Yadav, A.Pd.; Paswan, S.; Srivastava, S & Deb, L. 2012. “Recent Trends in potential Traditional Indian Herbs Emblica Officinalis and Its medicanal Importance,†J. Pharmacogn,Phytochem,.vol. 1. No.1,pp.24-32

Lakitan, benyamin. (1993). Dasar-dasar fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. Rajan Grafindo Persada.

LIPI. 2007. Review : Species Diversity of Indigenous Fruits in Indonesia and Its Potential. Biodiversitas Vol 8 N0 2 Hal : 157-167.

Nur Nasari E, Djumali. 2012. Respon Tanaman Jarak Pangar (Tatropa curcas L) Terhadap Lima Dosis Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Asam naftalen Asetat (NAA). Agrovigor 5 (1) : 26-33

Nurnasari E, Djumali. 2012. Respon Tanaman Jarak Pagar (Tatropa

curcas L) Terhadap Lima Dosis Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Asam Naftalen Asetat (NAA). Agrovigor 5 (1) : 26 – 33.

Singh, E., Sharma, S., Pareek, A., Dwivedi, J. and Yadav, S., 2011. Phyto-chemistry, Traditional uses andcancer Chemopreventive Activity of

Amla (Phyllanthus emblica): The Sustainer. Journal of Applied Pharmaceutical. Vol.02 (01) : 176-183

Sunarti, S. 2011. Keanekaragaman Tumbuhan Berkhasiat Obat di Pulau Moti,Ternate, Maluku Utara.Puslit Biologi LIPI. Bogor.

Suprapto, H. S. 2004. Bertanam kacang tanah. Edisi XVII. Penebar Swadaya.Jakarta

Pamungkas, F.T.,S. darmanti dan B. Raharjo. 2009. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman dalam Supernatan Kultur Bacillus sp.2 DUCC-BR-K1.3 Terhadap Pertumbuhan Stek Horizontal Batang Jarak pagan (Jatropha Curas L). Jurnal sains dan matimatika. Universitas dipinegoro semarang XVII (3) : 131-140.

Pathak , R.K. 2003. “Status Report on Genetic Resources of Indian Gooseberry-Aonla (Emblica officinalis Gaertn.) in South and Asia, New Delhi.pp.1-96, 2003

Qureshi,S.A., Asad W.,Sultana, V. 2009. The Effect of Phyllanthus emblica Linn on Type- II Diabetes, Triglycerides and Liver- Specific Enzyme. Pakistan Journal of Nutrition. Vol. 8(2): 125-128.

Uji,T. 2006. Review: Keanekaragaman Jenis Buah-Buahan Asli Indonesia dan Potensinya. Puslit Biologi LIPI. Jurnal .Vol: 8 (2): 157-167.

Yulistyarini, T., Ariyanti, E.E., Yulia, N.D. 2000. Jenis-Jenis Tanaman Buah yang Bermanfaat untuk Usaha Konservasi Lahan Kering. Prosiding Seminar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.Kebun Raya Purwodadi-LIPI. Purwodadi. Pasuruan. Jawa Timur


Refbacks

  • There are currently no refbacks.