IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA BUAH SALAK SIDIMPUAN

(1) * Muhammad Iqbal Abdi Lubis Mail (Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Indonesia)
(2) Halimatus Syahdia Hasibuan Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Salah satu varietas salak yang berpotensi besar untuk dikembangkan selain salak pondoh dan salak bali adalah salak sidimpuan. Salak sidimpuan belum mampu bersaing karena mutu buah salak yang masih beragam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan kimia pada buah salak sidimpuan yang manis dan asam. Penelitian dilaksanakan di kebun salak Desa Palopat Maria Kel Hutaimbaru kota Padangsidimpuan pada bulan Agustus 2020. Analisis kandungan kima yang diuji antara lain PTT, ATT, dan Vitamin C yang dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel buah adalah dengan metode judgment sampling (purposive sampling). Jumlah buah salak yang diamati sebanyak 10 sampel untuk masing-masing salak yang manis dan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kandungan padatan terlarut total (PTT), asam tertitrasi total (ATT), rasio PTT.ATT-1, dan vitamin C buah salak sidimpuan manis : asam berturut-turut adalah 18,68 : 20,13 oBrix; 0,71 : 1,18 oBrix; 28,62 : 18,46; dan 51,73 : 48,32.

Keywords


Asam Tertitrasi Total, Total Padatan Terlarut, Vitamin C

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v8i2.10618
      

Article metrics

10.31604/jap.v8i2.10618 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adelina, R., Nasution, Y., & Jamaluddin. 2018. Perbandinagn produksi dan kadar gula salak sidimpuan (Salacca sumaterana Becc.) di dataran rendah dan dataran tinggi. Jurnal Agroteknologi, 2(1), 1–6.

Ariviani, S. dan Parnanto, N. H. R. 2013. Kapasitas antioksidan buah salak (Salacca edulis REINW) kultivar pondoh, nglumut dan bali serta korelasinya dengan kadar fenolitik total dan vitamin C. AGRITECH, 33(3), 324–333.

BPS. 2010. Kota Padangsidimpuan.

Hasmoro, H. B., Trisnowati, S., dan Rogomulyo, R. 2014. Pengaruh Kadar CaCl2 Terhadap Pematangan dan Umur Simpan Buah Sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen). Vegetalika, 3(4), 52–62.

Islam, M., Islam, Azim, A. Y., Anwar, M. R., dan Uddin, M. M. 2014. Customer perceptions in buying decision towards Bangladeshi local apparel products. European Scientific Journal, 10(7), 482–497.

Kusumiyati, Farida, Sutari, W., Hamdani, J. S., dan Mubarok, S. 2018. Pengaruh waktu simpan terhadap nilai total padatan terlarut, kekerasan dan susut bobot buah mangga arumanis. Jurnal Kultivasi, 17(3), 766–771.

Lee, S. K. dan Kader, A. A. 2000. Preharvest and post harvest factors influencing vitamin C content of horticultural crops. Postharvest Biol. Tech., 20, 207–2220. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/S0925-5214(00)00133-2

Leong, L. P. dan Shui, G. 2002. An investigation of antioxidant capacity of fruits in Singapore markets. Food Chemistry, 76, 69–75.

Rahayu, A., Nahraeni, W., Rochman, N., dan Ardiansyah, R. Y. 2017. Sifat Morfologi dan Kimia Buah berbagia Aksesi Pamelo. Jurnal Agronida, 3(2), 84–94.

Sudarmadji, S., Haryono, B., dan Suhardi. 1997. Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty.

Sudjijo. 2008. Karakterisasi dan evaluasi beberapa aksesi tanaman salak. J. Hort., 18(4), 373–379.

Sumantra, K., Ashari, S., Wardiyati, T., dan Suryanto, A. 2011. Hasil dan mutu buah tanaman salak Gulapasir (Salacca zalacca var. Amboinensis) pada ketinggian tempat berbeda di daerah pengembangan baru di Bali. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia, 701–709.

Thaipong, K., Boonprakob, U., Crosby, K., Cisneros-Zevallos, L., dan Byrne, D. H. 2006. Comparison of ABTS, DPPH, FRAP, and ORAC assays for estimating antioxidant activity from guava fruit extracts. Journal of Food Composition and Analysis, 19(6–7), 669–675. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jfca.2006.01.003.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.