FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REGULASI EMOSI ANAK DIDK DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KHUSUS ANAK KELAS II PALANGKA RAYA

(1) Selvirianie Selvirianie Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(2) Suci Indah Sari Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(3) * Habsari Ramalia Putri Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(4) Nur Anisa Aprilia Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(5) Noppy Fitriany Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(6) Siti Citra Taruna Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(7) Nordatul Ulfah Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(8) Gita Kirana Anggraini Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(9) Ary Ramadhon Sembiring Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(10) Windi Anisa Riyanti Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(11) Lia Puspita Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(12) Romiaty Romiaty Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
(13) Susi Sukarningsi Surat (Universitas Palangka Raya, Indonesia)
*corresponding author

Sari


Regulasi emosi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi agar dapat beradaptasi secara positif terhadap lingkungan. Kemampuan ini sangat penting bagi remaja yang menjadi anak didik di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA), karena mereka berada pada kondisi yang penuh teka nan psikologis serta keterbatasan sosial yang berpotensi memengaruhi kestabilan emosionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi anak didik di LPKA Kelas II Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui angket berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak didik mengalami kesulitan dalam regulasi emosi, dengan dominasi persentase tertinggi pada aspek menerima dan merasakan respon emosional negatif sebesar 70%. Sementara itu, kemampuan regulasi emosi positif masih rendah, meliputi kemampuan mengontrol emosi dan menunjukkan sikap positif (20%), kemampuan berpikir dan melakukan hal-hal positif dalam situasi buruk (13,3%), serta kemampuan merencanakan pengalihan masalah ke aktivitas positif (3,3%). Temuan ini menegaskan perlunya dukungan intervensi yang lebih intensif melalui layanan bimbingan dan konseling serta program pembinaan emosional untuk membantu remaja binaan mengembangkan regulasi emosi yang adaptif.

 


Kata Kunci


Regulasi Emosi; Anak LPKA; Remaja

   

DOI

https://doi.org/10.31604/ristekdik.2025.v10i10.1118-1127
      

Article metrics

10.31604/ristekdik.2025.v10i10.1118-1127 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

Referensi


Angeling, Angeling, et al. Flashcard: Pengenalan Jenis Dan Regulasi Emosi Pada Anak Usia Dini. Innovative: Journal Of Social Science Research, 2024, 4.3: 14795-14810.

Anggraini, A. A., & Harahap, ?. ?. ?. (2023). Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Siswa. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 7(2), 155-163.

Arnesty, A. E., & Pedhu, Y. (2023). Analisis Korelasi Antara Regulasi Emosi Dan Perilaku Memaafkan Remaja Panti Asuhan: Correlation Analysis Between Emotion Regulation And Forgiveness Behavior Of Orphanage Adolescents. Psiko Edukasi, 21(2), 141-150.

Aysah, I. N., Rahmat, I., & Suratini, S. (2025, March). Hubungan komunikasi interpersonal dengan regulasi emosi pada siswa SMP N 1 Gedangsari. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas' Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 3, pp. 246-255).

Dwiantoro, B., & Subroto, M. (2023). Implementasi Upaya Penurunan Resiko Residivisme Anak Binaan Pemasyarakatan Melalui Model Pembinaan di LPKA. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 5514-5524.

Lutfianawati, D., Putri, A. M., Junaidi, J., Wijayanti, T., Vina, K. O., & Sari, J. R. (2023). Pelatihan Regulasi Emosi Pada Mahasiswa Baru. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(9), 3609-3622.

Nur, AFA, Murdiana, S., & Ridfah, A. (2022). Menulis ekspresif dan kemampuan mengatur emosi narapidana remaja di lembaga pemasyarakatan khusus anak. JIVA: Jurnal Perilaku dan Kesehatan Mental , 3 (2).

Rino, R., Asrina, A., & Nurlinda, A. (2024). Pengaruh Pemilihan Situasi Terhadap Kecemasan Pada Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros: The Effect of Situation Selection on Anxiety in Children in the Special Development Institution for Children Class II Maros. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 5(2), 121-127.

Roroa, LS, Toule, ERM, & Latumaerissa, D. (2025). Pola Pembinaan Narapidana Anak oleh Badan Pembinaan Khusus Anak. PATTIMURA Law Study Review , 3 (1), 138-151.

Sinulingga, E. F. R., & Siregar, H. (2023). Realitas Sosial Anak Berhadapan Hukum Dalam Institusi Total Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 10(2).

Chintya, R., & Sit, M. (2024). Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini: Analysis of Daniel Goleman's Theory in the Development of Emotional Intelligence in Early Childhood. Absorbent Mind, 4(1), 159-168.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##