EFEKTIVITAS FAMILY THERAPY TERHADAP PERMASALAHAN KESEHATAN MENTAL YANG BERKAITAN DENGAN DINAMIKA KELUARGA: LITERATURE REVIEW

(1) * Maria Puji Yuswati Surat (Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
(2) Budi Purwoko Surat (Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
(3) Bakhrudin Al Habsy Surat (Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
*corresponding author

Sari


Permasalahan kesehatan mental di Indonesia menunjukkan keadaan yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan akibat dinamika keluarga yang disfungsional. Minimnya dukungan emosional, konflik keluarga, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental memperburuk kondisi tersebut, sementara pendekatan intervensi berbasis keluarga seperti terapi keluarga masih belum banyak diterapkan secara kontekstual dalam sistem layanan kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan-temuan ilmiah terkait efektivitas terapi keluarga dalam menangani gangguan kesehatan mental akibat dinamika keluarga. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah bereputasi yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025, dengan seleksi ketat menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi guna menjamin validitas dan relevansi. Proses pencarian dilakukan secara sistematis melalui basis data nasional dan internasional menggunakan kata kunci yang relevan. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman berbasis bukti dan kontekstual tanpa perlu pengumpulan data primer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa family therapy terbukti efektif dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan mental yang berkaitan dengan dinamika keluarga, seperti kecemasan remaja, gangguan jiwa berat, dan dampak psikososial akibat pandemi. Model terapi yang umum digunakan mencakup terapi sistemik dan terapi kognitif-perilaku berbasis keluarga, termasuk pendekatan psikoedukatif dan Functional Family Therapy (FFT). Penerapan terapi keluarga di Indonesia masih menghadapi tantangan budaya, persepsi masyarakat, struktur keluarga, serta keterbatasan tenaga profesional.

 


Kata Kunci


Terapi Keluarga; Kesehatan Mental; Dinamika Keluarga

   

DOI

https://doi.org/10.31604/ristekdik.2025.v10i5.522-533
      

Article metrics

10.31604/ristekdik.2025.v10i5.522-533 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

Referensi


Permasalahan kesehatan mental di Indonesia menunjukkan keadaan yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan akibat dinamika keluarga yang disfungsional. Minimnya dukungan emosional, konflik keluarga, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental memperburuk kondisi tersebut, sementara pendekatan intervensi berbasis keluarga seperti terapi keluarga masih belum banyak diterapkan secara kontekstual dalam sistem layanan kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan-temuan ilmiah terkait efektivitas terapi keluarga dalam menangani gangguan kesehatan mental akibat dinamika keluarga. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah bereputasi yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025, dengan seleksi ketat menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi guna menjamin validitas dan relevansi. Proses pencarian dilakukan secara sistematis melalui basis data nasional dan internasional menggunakan kata kunci yang relevan. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman berbasis bukti dan kontekstual tanpa perlu pengumpulan data primer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa family therapy terbukti efektif dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan mental yang berkaitan dengan dinamika keluarga, seperti kecemasan remaja, gangguan jiwa berat, dan dampak psikososial akibat pandemi. Model terapi yang umum digunakan mencakup terapi sistemik dan terapi kognitif-perilaku berbasis keluarga, termasuk pendekatan psikoedukatif dan Functional Family Therapy (FFT). Penerapan terapi keluarga di Indonesia masih menghadapi tantangan budaya, persepsi masyarakat, struktur keluarga, serta keterbatasan tenaga profesional.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##