LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol 11, No 2 (2026)

Perbandingan Kata Ganti Penunjuk “Zhe ?” Dan “Na ?” Dalam Bahasa Mandarin Dengan “Ini” Dan “Itu” Dalam Bahasa Indonesia

Finna Andriani, Karina -, Ivanayus -

Abstract


 

Bahasa bersifat unik dan universal. Setiap bahasa mempunyai ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa di dunia, dan pada sisi lain juga memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Oleh karena itu, setiap bahasa di dunia terdapat persamaan serta perbedaan. Kata ganti penunjuk merupakan salah satu tata bahasa yang paling lazim digunakan. Dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia sama-sama terdapat kata ganti penunjuk. Namun, dikarenakan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia berasal dari rumpun bahasa yang berbeda, maka tentu terdapat persamaan dan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan persamaan dan perbedaan kata ganti penunjuk yang terdapat dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lebih banyak dibandingkan dengan persamaan, dimana terdapat 7 persamaan dan 18 perbedaan diantara kata ganti penunjuk dekat dua bahasa tersebut, sedangkan untuk persamaan dan perbedaan kata ganti penunjuk jauh, terdapat 8 persamaan dan 17 perbedaan. Persamaan dan perbedaan tersebut dilihat dari segi definisi, fungsi, serta posisi dan bentuk.

 

 

Language is both unique and universal. Every language shares certain characteristics with other languages in the world, while also possessing distinctive features that are not found in other languages. Therefore, similarities and differences exist among languages. Demonstrative pronouns are among the most commonly used grammatical elements in communication. Both Mandarin and Indonesian have demonstrative pronouns. However, since Mandarin and Indonesian belong to different language families, there are similarities as well as differences between them. This study case aims to describe the similarities and differences of demonstrative pronouns in Mandarin and Indonesian. The research uses a descriptive qualitative method, while the data collection technique employed is documentation. The findings show that the differences are more numerous than the similarities. In proximal demonstrative pronouns, there are 7 similarities and 18 differences between the two languages. Meanwhile, in distal demonstrative pronouns, there are 8 similarities and 17 differences. These similarities and differences are analyzed from the perspectives of definition, function, position, and form. The differences mainly reflect the distinct grammatical structures and linguistic characteristics of Mandarin and Indonesian.