*corresponding author
AbstractBahasa Sikka Krowe merupakan salah satu dialek bahasa Sikka yang dituturkan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dan termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia cabang Central–Eastern Malayo-Polynesian. Sebagai bahasa daerah yang masih aktif digunakan, bahasa ini menunjukkan karakteristik morfosintaksis yang khas, terutama dalam mengekspresikan relasi posesif atau kepemilikan. Salah satu ciri menarik adalah penggunaan afiks nasal N- pada kata ganti milik, seperti rimun dan nimun, yang berfungsi sebagai penanda posesif terikat (Schapper & Gasser, 2023);Radjalewa & Suhandano, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem posesif dalam bahasa Sikka Krowe dengan fokus pada peran afiks N- dalam pembentukan kata ganti milik serta menempatkannya dalam perspektif tipologi bahasa Austronesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan tipologi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Sikka Krowe memadukan strategi sintaksis dan morfologis dalam menandai kepemilikan, sehingga tidak sepenuhnya bersifat analitik. Temuan ini memperkaya dokumentasi linguistik bahasa Sikka Krowe dan berkontribusi pada kajian posesif dalam bahasa-bahasa Austronesia Indonesia Timur (Donohue & Schapper, 2009) KeywordsPosesif; afiks N-; Tipologi Austronesia
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/linguistik.v11i1.87-94 |
Article metrics10.31604/linguistik.v11i1.87-94 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Benu, N. (2024). Possessive construction in Uab Meto. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 5(1), 45–51.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage.
Dixon, R. M. W. (2010). Basic linguistic theory (Vol. 2). Oxford University Press.
Donohue, M., & Schapper, A. (2008). Whence the Austronesian indirect possession construction? Oceanic Linguistics, 47(2), 316–348.
Fernandez, I. Y. (2023). Konstruksi posesif bahasa-bahasa Austronesia dan non-Austronesia di kawasan Timur Indonesia. Humaniora, 35(2), 123–138.
Grangé, P. (2015). The expression of possession in some languages of the Eastern Lesser Sunda Islands. Linguistik Indonesia, 33(1), 35–52.
Jare, E., et al. (2023). Verb forms of Sikka Krowe language: A contrastive analysis. Jurnal Adab dan Sastra, 3(2), 45–58.
Kosmas, J., Djuli, L., & Reteg, I. N. (2021). Possessive construction of Dawan language in East Baumata Village. Academic Journal of Educational Sciences, 5(2), 112–121.
Mayor, I. (2025). Exploring alienable–inalienable possessions in Austronesian languages. Linguistik Indonesia, 43(1), 1–18.
Payne, T. E. (1997). Describing morphosyntax: A guide for field linguists. Cambridge University Press.
Perangin Angin, D. M. (2024). Two attributive possessive constructions in Pagu: The double and single marking. Linguistik Indonesia, 42(2), 325–351.
Radjalewa, C., & Suhandano. (2025). Basic clause structure in Sikka language. Sphota: Jurnal Linguistik dan Sastra, 7(1), 1–15.
Rødvand, L. I. S. J. (2023). Possession in Patani. Sprachtypologie und Universalienforschung, 76(3), 401–420.
Roversi, G. (2024). Possession and syntactic categories: Evidence from Äiwoo. Natural Language & Linguistic Theory, 42, 1–35.
Schapper, A., & Gasser, E. (2023). Possession in the languages of Wallacea. Sprachtypologie und Universalienforschung, 76(3), 401–430.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra
issn online : 2548-9402 | issn cetak : 2541-3775
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl.Stn Mhd Arief No 32 Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Email: jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id






Download