Fungsi dan Konteks Kandoushi pada Anime Taisho Otome Otogibanashi

(1) * Aulia Arifbillah Anwar Mail (Institut Prima Bangsa, Indonesia)
(2) Nunik Nur Rahmi Fauzah Mail (Institut Prima Bangsa, Indonesia)
(3) Gevieri Gunawan Mail (Institut Prima Bangsa)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini mengkaji penggunaan kandoushi dalam anime Taish? Otome Otogibanashi dengan pendekatan pragmatik, bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi kandoushi berdasarkan klasifikasi Masuoka dan Takubo serta konteks situasi penggunaannya berdasarkan teori SPEAKING dari Dell Hymes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan monolog tokoh dalam anime episode 1 hingga 12, yang dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik catat dan dianalisis secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 data kandoushi yang terbagi ke dalam empat kategori, yaitu kandou (2 data) sebagai penanda ekspresi emosional, outou (3 data) sebagai respons terhadap ujaran mitra tutur, yobikake (2 data) sebagai penarik perhatian dan penginisiasi tindakan, serta aisatsugo (5 data) sebagai salam dan ungkapan sosial, yang keseluruhan fungsinya sangat dipengaruhi oleh relasi penutur dan mitra tutur, setting interaksi, serta tujuan komunikasi.


Keywords


Linguistik; Pragmatik; Kandoushi; Interjeksi; Anime; Jepang

   

DOI

https://doi.org/10.31604/linguistik.v11i1.%25p
      

Article metrics

10.31604/linguistik.v11i1.%p Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aliana, R. (2023). ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA KANDOUSHI YANG MENYATAKAN OUTOU PADA ANIME OSHI NO KO (KAJIAN PRAGMATIK). WIDAI Japanese Journal, 3(1), 23–31.

Asilah, N., & Haryanti, P. (2023). Penggunaan Kandoushi Kandou Dalam Manga Kakkou No Iinazuke Volume 1-7. Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(2), 175–184.

Berndt, J. (2014). Considering manga discourse: Location, ambiguity, historicity. In Japanese Visual Culture (pp. 295–310). Routledge.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Dince, M. N., Mujani, S., & Mashuri, M. (2024). Exploring Japanese cultural representation in anime: A linguistic analysis of One-Piece Wano Kuni arc. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pengajaran, 4(2), 189–200.

Dingemanse, M. (2024). Interjections at the heart of language. Annual Review of Linguistics, 10(1), 257–277.

Hymes, D. (2013). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Routledge.

Kesuma, T. M. J., & Mastoyo, T. (2007). Pengantar (metode) penelitian bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks.

Leech, G. N. (2016). Principles of pragmatics. Routledge.

Mardiana, R. (2024). THE IMPORTANCE OF PRAGMATIC KNOWLEDGE AND COMPETENCE IN MAINTAINING COMMUNICATION. Lingua, 20(1), 123–136.

Rezza, A. (2023). KANDOUSHI PADA TUTURAN PELANGGAN DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI. Universitas Nasional.

Rustanti, N., & Ganesha, P. P. (2019). Interjeksi (Kandoushi) Dalam pendidikan bahasa Jepang (kajian pragmatik). Textura, 6, 114.

Sudaryanto. (1993). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis (Vol. 64). Duta Wacana University Press.

Sugiyono, S. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta, 1(11).

Sutedi, D. (2003). Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung. Humaiora Utama Press.

Takashi, M., & Yukinori, T. (1989). Kiso Nihongo Bunpou. Tokyo: Kuroshio Shuppan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra

issn online : 2548-9402 | issn cetak : 2541-3775
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl.Stn Mhd Arief No 32 Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Email: jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id

RTP SLOT