(2) Imam Baehaqie
(3) Tommi Yuniawan
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam upacara Marhata Sinamot masyarakat Batak Toba dengan menggunakan perspektif filsafat bahasa, khususnya teori tindak tutur John L. Austin dan John R. Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif–interpretatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, perekaman audio-video, dan dokumentasi naskah adat terhadap sepuluh informan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan upacara Marhata Sinamot di Kabupaten Samosir. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 56 data tindak tutur yang diklasifikasikan menjadi 30 lokusi, 15 ilokusi, dan 11 perlokusi. Tindak tutur lokusi mendominasi karena berfungsi menyampaikan makna adat dan menjelaskan struktur upacara, sementara ilokusi memiliki daya performatif yang menciptakan tindakan sosial seperti penetapan sinamot dan pemberian restu. Perlokusi menimbulkan efek sosial berupa rasa damai, penerimaan, dan solidaritas. Temuan ini memperkuat teori Austin dan Searle bahwa bahasa dapat menciptakan realitas sosial melalui ujaran yang memenuhi syarat kebahagiaan (felicity conditions). Dengan demikian, Marhata Sinamot menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai tindakan sosial, sarana legitimasi adat, serta media pewarisan nilai budaya Batak Toba. Keywordstindak tutur; filsafat bahasa; performatif; Marhata Sinamot; Batak Toba
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/linguistik.v10i4.674-683 |
Article metrics10.31604/linguistik.v10i4.674-683 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Ahearn, L. M. (2017). Living Language: An Introduction to Linguistic Anthropology. Wiley-Blackwell.
Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford University Press.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge University Press.
Goffman, E. (1981). Forms of Talk. University of Pennsylvania Press.
Harahap, R. (2021). Bahasa dan nilai sosial dalam upacara adat Batak Toba. Jurnal Bahasa dan Budaya Nusantara, 8(2), 45–57. https://doi.org/10.31219/osf.io/7jfpw
Haryono, D. (2020). Speech act theory and social reality construction in Indonesian ritual context. Humaniora, 32(3), 210–225. https://doi.org/10.22146/jh.v32i3.62456
Hymes, D. (1972). Models of the interaction of language and social life. In J. Gumperz & D. Hymes (Eds.), Directions in Sociolinguistics: The Ethnography of Communication (pp. 35–71). Holt, Rinehart and Winston.
Lauer, M. (2020). Language, ritual, and collective agency. Journal of Pragmatics, 156, 85–98.
https://doi.org/10.1016/j.pragma.2019.09.014
Leech, G. (2014). The Pragmatics of Politeness. Oxford University Press.
Mey, J. L. (2018). Pragmatics: An Introduction (3rd ed.). Wiley-Blackwell.
Manurung, L., Matondang, S. A., & Pawiro, A. (2023). Speech Acts in the Wedding of Batak Toba Ethnic at Jangga Toruan Village, Kecamatan Lumban Julu Kabupaten Toba Samosir. Journal of Language, 5(2), 401–409. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/journaloflanguage/article/view/7901
Naibaho, D. A., Pasaribu, N. K., Sihombing, P. K., & Tampubolon, F. (2024). Norma dan Etika dalam Marhata Sinamot pada Pernikahan Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 49856–49864.
https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/23734
Nasution, M. M., Fahlevi, S., Siregar, I., & Izar, J. (2024). Analysis of Function of Tact Maxim in the Event of Marhata Sinamot Speech of Batak Toba Traditional Weddings. International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL), 4(3), 320–325. https://jurnal.itscience.org/index.php/ijeal/article/view/4668
Nainggolan, B. (2021). Struktur tindak tutur dalam upacara pernikahan adat Batak. Jurnal Linguistik Indonesia, 39(1), 66–80. https://doi.org/10.26499/li.v39i1.1241
Tampubolon, L. P. B. (2021). Directive Speech Act of Umpasa on Ceremony Marujuk Adat Na Gok in Batak Toba Community in North Sumatra. Anthropolinguistics: Journal of Culture, Language, and Literature, 2(1), 9–16. https://www.anthropolinguistics.ipmi.or.id/index.php/joa/article/view/22
Searle, J. R. (1976). A classification of illocutionary acts. Language in Society, 5(1), 1– 23. https://doi.org/10.1017/S0047404500006837
Searle, J. R. (2010). Making the Social World: The Structure of Human Civilization. Oxford University Press.
Simanjuntak, E. (2018). Adat dan Tuturan: Kajian Pragmatik Budaya Batak Toba. USU Press.
Simanjuntak, E. (2022). Tindak tutur dan performativitas dalam upacara adat Batak Toba. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Budaya Lokal, 10(2), 101–115. https://doi.org/10.31219/osf.io/x5gjc
Simanjuntak, M. S. R. (2021). Marhata Sinamot at Toba Ethnic Wedding Ceremony. Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial, 8(2).
https://www.konfrontasi.net/index.php/konfrontasi2/article/view/172
Sinurat, M. R. B. (2025). Marhata Sinamot sebagai Representasi Identitas. Seminar Nasional Cendekiawan Pelita (SNCP). https://ojs.stie.ypupmks.ac.id/index.php/SNCP/article/download/238/52
Sinulingga, J., Fransiska, N., & Sinaga, P. (2024). Kohesi Leksikal dalam Upacara Marhata Sinamot Etnik Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 24225–24234. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/15751
Ting-Toomey, S. (2017). Communicating Across Cultures (2nd ed.). Guilford Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra
issn online : 2548-9402 | issn cetak : 2541-3775
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl.Stn Mhd Arief No 32 Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Email: jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id







Download