(2) Imam Baehaqie
(3) Tommi Yuniawan
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara bahasa dan identitas dalam konteks masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bahasa dalam pembentukan identitas individu dan kolektif, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana bahasa dapat memperkuat atau mengikis identitas dalam konteks multikultural. KeywordsBahasa; Identitas; Multikultural; Interaksi Sosial; Analisis Filsafat
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/linguistik.v10i4.519-529 |
Article metrics10.31604/linguistik.v10i4.519-529 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik bahasa dan sastra.
Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative
Research in Psychology, 3(2), 77-101.
https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods
approaches. Sage Publications.
Crystal, D. (2000). Language death. Cambridge University Press.
Ethnologue. (2021). Languages of the world. SIL International.
Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations
of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.
Fishman, J. A. (1999). Handbook of language and ethnic identity. Oxford University
Press.
Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity. Stanford University Press.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. L. Morgan (Eds.), Syntax
and semantics (Vol. 3, pp. 41-58). Academic Press.
Habermas, J. (1984). The theory of communicative action. Beacon Press.
Hofstede, G. (2011). Cultures and organizations: Software of the mind. McGraw-Hill.
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics. Routledge.
Kymlicka, W. (1995). Multicultural citizenship: A liberal theory of minority rights.
Oxford University Press.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.
Norton, B. (2000). Identity and language learning: Gender, ethnicity and educational
change. Pearson Education.
Patton, M. Q. (2002). Qualitative research & evaluation methods. Sage Publications.
Setiawan, A. (2018). Bahasa dan identitas: Studi kasus di Indonesia. Jurnal Linguistik
Indonesia, 15(2), 123-145.
Setiawan, A. (2019). Peran bahasa daerah dalam pembentukan identitas budaya di
sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Sihombing, R. (2020). Bahasa Batak dalam konteks globalisasi: Upaya pelestarian
identitas budaya. Jurnal Linguistik dan Budaya, 15(2), 123-135.
Taylor, C. (1994). Multiculturalism and the politics of recognition. Princeton University
Press.
UNESCO. (2019). Atlas of the world’s languages in danger. Paris: UNESCO Publishing.
Wierzbicka, A. (2006). English: Meaning and culture. Oxford University Press.
Wittgenstein, L. (1953). Philosophical investigations. Blackwell Publishing.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. Sage
Publications.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra
issn online : 2548-9402 | issn cetak : 2541-3775
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl.Stn Mhd Arief No 32 Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Email: jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id






Download