ANALISIS SWOT SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KLATEN

(1) * Fatimah Rahman Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(2) Arisman Arisman Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Narapidana yang sedang mengalami hukuman memperoleh hak sebagai warga negara termasuk dalam bidang kesehatan. Hal ini diamanatkan dalam pasal 25 ayat (1) DUHAM. Dengan demikian, kegiatan perawatan berupa layanan kesehatan bagi narapidana merupakan hak mendasar bagi mereka. Pemenuhan hak pelayanan kesehatan narapidana diatur dalam pasal 14 ayat (1) huruf d UU Nomor 12. Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan yang berbunyi bahwa narapidana memiliki hak dalam memperoleh perawatan, dukungan kesehatan dan makanan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Analisis Lingkungan Strategis Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Kelas IIB Klaten menunjukkan strategi agresif yang terletak pada kuadran I sehingga Lapas Kelas IIB Klaten dapat mempertahankan kualitas pelayanan yang telah dilakukan dengan memaksimalkan seluruh faktor kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

 


Keywords


analisis SWOT; pelayanan kesehatan; Lapas

   

DOI

https://doi.org/10.31604/justitia.v9i1.330-339
      

Article metrics

10.31604/justitia.v9i1.330-339 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alex Gatherer, R. Jürgens, H. S. (2007). Health in Prisons: A WHO Guide to the Essentials in Prison Health. https://books.google.co.id/books?id=vvTZFfE_yv8C&lpg=PR7&ots=ZVYKynBldd&dq=Fraser A. Primary health care in prisons. Specific ethical and clinical problems. Health in prisons%3A a WHO guide to the essentials in prison health. 2007.&lr&hl=id&pg=PR1#v=onepage&q=Fraser A. Primary health care in prisons. Specific ethical and clinical problems. Health in prisons: a WHO guide to the essentials in prison health. 2007.&f=false

Azharuddin, R. A. (2019). Kepuasan Kerja dan Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan ( Studi pada Karyawan PT Bali Age Surabaya ). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 72(2), 166–174.

Balitbangkumham. (2018). Analisis Terhadap Pelaksanaan Layanan Kesehatan Bagi Tahanan,Narapidana, Dan Anak Dididk Pemasyarakatan. Balitbangkumham Press.

Putri, E. A., & Saraswati, L. D. (2018). Faktor Risiko Tuberkulosis Paru Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(1), 245–252.

Rakasiwi, P., & Pemasyarakatan, M. (2020). : 2541-1128 issn. 6(1), 112–118.

Runtunuwu, P. C. H. (2020). Analysis of Macroeconomic Indicators and It’s Effect on Human Development Index (HDI). Society, 8(2), 596–610. https://doi.org/10.33019/society.v8i2.246

UU RI. (2016). Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan No. PAS.07.01 Tahun 2016 tentang Pelayanan Dasar Perawatan Kesehatan.

Zuhair, A. A. (2020). Optimalisasi Stakeholder Dalam Pelayanan Kesehatan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Afif Adnan Zuhair Optimization of Stakeholders in Inmate Health Services in Correctional Institutions Pendahuluan Hak asasi merupakan suatu hak yang dipunyai oleh manu. Jurnal Ilmiah Kesehatan, XIII(II).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora