(2) Ulinnuha Abdurrahman
(3) Ahmad Wildan Rofrofil Akmal
*corresponding author
AbstractPenelitian ini menganalisis praktik penyelesaian pelanggaran santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah Singosari Malang dalam perspektif plea bargaining. Penelitian menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan hukum empiris dan desain kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pengurus dan pengajar pesantren serta dokumentasi kasus pelanggaran santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus pesantren secara implisit menerapkan prinsip plea bargaining melalui pemberian keringanan sanksi kepada santri yang secara sukarela mengakui pelanggaran sebelum diketahui oleh pihak keamanan. Praktik ini diterapkan terutama pada pelanggaran ringan dan sebagian pelanggaran berat, dengan pertimbangan edukatif, humanis, dan pembinaan moral santri. Namun, keringanan tidak diberikan pada pelanggaran berulang tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik tersebut mencerminkan adaptasi nilai keadilan restoratif dalam konteks pesantren dan relevan dengan konsep plea bargaining dalam hukum modern
Keywordspesantren, plea bargaining, pelanggaran santri
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/justitia.v9i1.181- |
Article metrics10.31604/justitia.v9i1.181- Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arif, Ahmad. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Ahsanan, Khoirul. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Akmal, A. W. R., Syifa, S. N., & Saifullah. (2025). Mediasi Penal sebagai Penyelesaian Pidana Ringan Pondok Pesantren Putra Al-Ishlah Malang ; Perspektif Maqashid Syariah Ibnu Ashyur. Legalite: Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 10(1), 141–158.
Alschuler, A. W. (1979). Plea Bargaining and Its History. Columbia Law Review, 79(1), 43.
Andalas, F. A., Iswantir, Saputra, A., Rusmani, & Fitra, R. F. Al. (2025). Dinamika Pembaharuan Lembaga Pendidikan Islam di Nusantara : Surau, Pesantren dan Madrasah. Jurnal Teori Dan Pengembangan Pendidikan, 9(4), 337–348.
Dhofier, Z. (1980). The Pesantren Tradition: A Study of the Role of the Kyai in the Maintenance of the Traditional Ideology of Islam in Java (Issue October). Australian National University.
Fathurrahman, A. (2017). “Profil Pondok Pesantren Al Ishlahiyah Singosari Malang,” Al Ishlahiyyah, 3 Juli 2017,.
Fauzi, M. I., Zuhro, A. Q., Fitriana, & Saputra, I. D. (2025). Konflik dalam Pendidikan Pesantren : Penolakan Wali Santri terhadap Sanksi atas Pelanggaran Peraturan. JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 01(04), 616–623.
Firmansyah, A., & Amirudin. (2023). Pengertian Dan Sejarah Perkembangan Pesantren Di Indonesia. AL-FADLAN: Journal of Islamic Education and Teaching Journal, 1(2), 81–91.
Halim, A., Suhartini, R., & Dkk. (2005). Manajemen Pesantren (M. C. Arif & A. S. AS (eds.)). Pustaka Pesantren.
Hariri, Moh. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Hidayat, E. P. (2016). Metode Pembelajaran Fiqih Di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas. Institut Agama Islam Negeri.
Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Hari Santri (2015).
Madjid, N. (1997). Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Paramadina.
Madjid, N. (1999). Islam Doktrin dan Peradaban (IV). Paramadina.
Maulana, Ahmad Reza Dimas. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum (1st ed., Vol. 17). Mataram University Press.
Muhammad, A. (2004). Hukum dan Penelitian Hukum. Citra Aditya Bakti.
Muhyidin, Muhammad. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Nurul Qamar. (2020). Metode Penelitian Hukum Doktrinal Dan Non Doktrinal. CV. Social Politic Genius.
Prasetyo, O., Permadi, D., & Barlian, U. C. (2022). Internalisasi Nilai Kedisiplinan Santri melalui Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Darul Falah dan Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Islami Lembang. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(20), 680–689.
Ramadhan, C. R., Afandi, F., Materay, K., Dirga, S., & Napitulu, E. A. T. (2024). Peluang Penerapan Plea Bargain dalam Hukum Acara Pidana Indonesia (W. Wagiman (ed.)). Inara Publisher.
Ridwan, & Tungka, N. F. (2024). Metode Penelitian. Penerbit Yayasan Sahabat Alam Rafflesia.
Saifullah. (2018). Tipologi Penelitian Hukum (Sejarah, Paradigma, dan Pemikiran Tokoh). PT Refika Aditama.
Sultan, Ismail, & Agil, M. (2025). Efektivitas Tata Tertib Pesantren dan Sanksi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Biroro. Jurnal Al-Ilmi, 6(1), 24–35.
Syah, Z., & Iswantir. (2023). Asal usul dan perkembangan pesantren di indonesia. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(1), 61–72.
Syauqillah, Muhammad Azka. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Tanendra, Maulana. Wawancara, Pengakuan Pelanggaran Santri dalam Kehidupan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Malang, 21 Desember 2024.
Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren, 1 (2019).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (2025).
Wishingrad, J. (1974). The Plea Bargain in Historical Perspective. Buffalo Law Review, 23(2).
Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Kencana.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora







Download