PERAN TEKNOLOGI PAKAN DALAM PEMBANGUNAN PETERNAKAN RUMINANSIA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

Boby Arya Putra

Abstract


Peranan pakan dalam bidang peternakan sangat penting karena merupakan bagianyang tidak terpisahkan serta merupakan kunci keberhasilan produksi ternak. Teknologi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas. Teknologi pakan  dalam penggunaan pakan  bidang peternakan perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuan modal dan keterampilan peternak. Penggunaan teknologi pakan sangat mempengaruhi keputusan rumah tanggamelakukan aktivitas produksi, alokasi tenagakerja dankonsumsi.Kabupaten Lampung Utara memiliki luas 272.563 Ha yang memiliki luas lahan sawah sebanyak 19.286 Ha, perkebunan seluas 18.276 Ha dan Holtikultura 199 Ha, yang merupakan indikator penting penyediaan lahan dan bahan pakan bagi ruminansia. Kabupaten Lampung Utara memiliki sebagian mata pencaharian masyarakat adalah petani dan peternak sebanyak 156.402 jiwa (Lampung Utara Dalam Angka 2019). Kajian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yakni data Kabupaten Lampung Utara dalam Angka 2019 dan data Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara 2020. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan digambarkan dalam bentuk tabel. Berdasarkan potensi luas lahan Tanaman Pangan dan Holtikultura yang ada di Kabupaten Lampung Utara, menggambarkan bahwa potensi sumberdaya penerapan teknologi pakan di daerah ini sangat terbuka lebar guna menunjang penerapan teknologi pakan di subsektor peternakan. Oleh karena itu, sebaiknya juga di dukung oleh berbagai stakeholder, baik pemangku kepentingan, para akademisi, maupun masyarakat guna memaksimalkan potensi sumberdaya lahan yang ada.


Keywords


Teknologi Pakan, Pembangunan Peternakan, Lampung Utara

Full Text:

PDF

References


Aciar. 2008. Strategies to Increase Growth of Weaned Bali Cattle. Final Report. Project number LPS 200423.

EllitanL. 2003. Peran sumberdaya dalam meningkatkan pengaruh teknologi terhadap produkvitas. JManajemen dan Kewirausahaan: 5:155-170.

FAO. 2009b. Feeding The World 2050. FAO, Rome.Guntoro, S. 2011. Saatnya Menerapkan PertanianTekno Ekologis. Sebuah model pertanian masa depan

untuk menyikapi perubahan iklim. PT Agromedia Pustaka, Bogor.

Hazeltine B, Bull C. 1999. Appropriate hyun Technology: Tools, Choices, and Implications. New York (US): Academic Press. hlm. 3, 270. ISBN0-12-335190-1

Ishida, M. and O.A. Hassan. 1997. Utilization of oil palm frond as cattlefeed. JARQ31:41−47. Kabupaten Lampung Utara Dalam Angka. 2019. StatistikKabupaten Lampung Utara. BadanPusatStatistik Lampung Utara, Lampung.

Kementerian Pertanian. 2009. Statistik Pertanian. Pusat Data Pertanian.Jakarta.

Kusnadi, U. 2008. Inovasi teknologi peternakan dalam sistem integrasi tanaman-ternak untuk menunjang swasembada daging sapi .J Pengembangan Inovasi Pertanian 1:189-205.

Schumacher E.F.1973.Smallis beautiful: A study of economics as if people mattered. Virginia (US): Hartley & Marks Publishers.

Sinurat, A.P.,T. Purwadaria,T. Pasaribu, J.Darma, I.A.K. Bintang, dan M.H. Togatorop. 2001c. Pemanfaatan lumpur sawit untuk ransum unggas: 3. Penggunaan produk fermentasi lumpur sawit sebelum dan setelah dikeringkan dalam ransum ayam pedaging. JITV6 (2):107−112.

Sinurat, A.P., T. Purwadaria, T. Pasaribu, J. Darma, I.A.K. Bintang, dan M.H. Togatorop. 2001d. Pemanfaatan lumpur sawit untuk ransum unggas: 4. Penggunaan produk fermentasi lumpur sawit sebelum dan setelah dikeringkan dalam ransum ayam kampung yang sedang tumbuh. JITV: 6(4):274−280.

Sinurat, A.P.2003.Pemanfaatan lumpur sawit untuk bahan pakan unggas.Wartazoa:13(2):39−47.

Mathius,IW.,D. Sitompul,B .P. Manurung, dan Azmi. 2004. Produk samping tanaman dan pengolahan buah kelapa sawit sebagai bahan dasar pakan komplit untuk sapi. hlm.120−129. Prosiding Loka karya Nasional Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi. Bengkulu, 9−10 September 2003. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Mathius,I. W., A. P. Sinurat, D. P. Tresnawati, dan B. P. Manurung.2007. Suatu kajian pakan siap saji berbasis produk samping industri kelapa sawit untuk sapi bunting. hlm.51−59. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor, 21−22 Agustus 2007. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Mathius, I.W. 2008. Pakan berbasis produk samping industri kelapa sawit untuk masa laktasi dan anak prasapih sapi bali. hlm.173−181.Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor, 11−12 November 2008. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Mathius,I. W. 2009. Produk samping industri Kelapa sawit dan teknologi pengayaan sebagai bahan pakan sapi yang terintegrasi. hlm. 65−109. Dalam A.M. Fagi, Subandriyo, dan I. W. Rusastra (Eds). Sistem Integrasi Ternak Tanaman; Padi-Sawit-Kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Mathius,IW.2010. Optimalisasi pemanfaatan bungkil inti sawit Untuk sapi yang diberi pakan dasar rumput alam. hlm.161−169. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan danVeteriner, Bogor, 3−4 Agustus 2010. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jac.v5i1.3092

Article Metrics

Abstract view : 495 times
PDF - 379 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.