Pemberian Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L)Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh(Coturnixcoturnix Javonica)

Ali Ahmad Imam, Aisyah Nurmi, Mukhlis Hasibuan

Sari


Faktor terpenting dalam pemeliharaan burung puyuh adalah pakan, karena 60-80% biaya yang dikeluarkan peternak digunakan untuk pembelian pakan.Masalah yang paling sering dijumpai dalam penyediaan pakan adalah masalah biaya pakan yang relatif mahal dan ketersediaannya tidak tetapsepanjang tahun.Usaha yang dilakukan untuk mengurangi biaya tersebut adalah mencari bahan pengganti pakan alternatif, dimana bahan tersebut harganya lebih murah, cukup tersedia, serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia.Salah satu alternatif, pemecahannya adalah dengan pemanfaatan daun pepaya (Carica papaya L).

Penelitian ini dilaksanakan dikandang percobaan aneka ternak Mix Farming Experience Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan selama enam minggu, mulai dari bulan Januari sampai Februari 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun pepaya (Carica papaya L) dalam ransum terhadap performans (pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum) burung puyuh (Coturnix coturnix javonica).Model rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan.Adapun perlakuanR0, R1, R2 dan R3 (0%,5%,10% dan 15%).

Hasil yang diperoleh dalam penelitian dengan pemberian tepung daun pepaya (Carica papaya L) dalam ransum terhadap performans burung puyuh (Coturnix coturnix javonica) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata pada konsumsi ransum.

Pemberian tepung daun pepaya (Carica Papaya L) dalam ransum terhadap performans burung puyuh (Coturnix coturnix javonica) perlakuan tebaik di R1 dan R3 pada PBB, konsumsi ransum dan konversi ransum.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Gellips.J.R. 1987.Animal Nutrisi And Feeding. Reston. Book Prentice. United States Of Amerika.

Hasanah, E. 2005. Pengaruh PenambahanAntioksidan dan Pengkelat Logam TerhadapAktifitas Proteolitik Enzim Papain. Skripsi Fakultas MIPA- IPB. Bogor.

Irwanto, 2005.Perkembangan Burung Puyuh. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kaharuddin, dkk. 2008. Performans Pertumbuhan Puyuh (Coturnix-coturnix javonica) Putih dan Coklat. Skripsi Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Lab. FP USU. 2008. Kandungan Nutrisi Dedak. Hasil Analisa Lab. USU. Medan.

Lestari, 1992.Menentukan Bibit Broiler.Peternakan Indonesia.

Natamijaya, A.G., A.R. dkk. 2003. Pepormans dan Karakteristik Tiga Galur Ayam Lokal (Pelung, Arab dan Sentul). Prosiding Seminar Nasional.

NRC. 1995. Nutrient Requirements of Domestic Animals. No. 1 Nutrient Requirements of Poultry 7th Cd. 1997 NAS.NRC. Washington DC.

Nuraini, 2009.Performa Broiler dengan Ransum Mengandung Campuran Ampas Sagu dan Ampas Tahu yang difermentasi Dengan Neurospora Crassa. Media Peternakan

Patihong, M.T. dan Purba, S. J. F. 2001.Analisis Sipat Phenotype Dan Genetik Pertumbuhan Anak Ayam Kampung Berdasarkan Warna Bulu Tetua.BPPS-UGM, 4 (IB): 153-169.

Pond, W. G.,D.C. Church and K.R Pond. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4th Ed.

Rasyaf, M. 1990. Bahan Makanan Unggas di Indonesia. Kanisus Yogyakarta.

Sagala, N. R. 2009. Pemanfaatan Semak BungaPutih (Chomolena Odorata) terhadap pertumbuhan dan IOFC dalam ransum burung puyuh (Coturnix Coturnix Javanica) umur 1 sampai 42 hari.Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Seigler, D.S., Pauli, G.F., Nahrstedt, A., Leen, R., 2002. Cyanogenic allosides and Glucosides from Passiflora edulis and Carica papaya. Phytochemistry 60, 873 -882

Siregar, 2009, Teknik Beternak Ayam Pedaging, Indonesia Margie Grup:Jakarta.

Wahyu.J. 1997.Ilmu Nutrisi Ternak Unggas, UGM: Jogjakarta.

Yasmin, M 2002.Pengruh Tingkat Protein Ransum Terhadap Konsumsi Pertambahan Bobot Badan dan IOFC Ayam Buras Umur 0-18 Minggu.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter View My Stats