PENGARUH PEMBERIAN RANSUM MENGANDUNG KULIT BUAH NAGA YANG DIFERMENTASI DENGAN Neurospora crassa TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH BERDASARKAN UJI ORGANOLEPTIK

Doharni Pane, Zakiyah Nasution, Yusni Khairani Tampubolon, Ilham Ilham

Abstract


Puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang harus dikembangkan karena sangat potensial menghasilkan kebutuhan protein hewani untuk manusia yaitu daging dan telurnya. Keistimewaan burung puyuh antara lain cepat berproduksi, tidak memerlukan modal yang besar, pemeliharaan yang mudah, serta tidak membutuhkan lahan yang luas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum mengandung kulit buah naga fermentasi (KBNF) dengan kapang Neurospora crassa terhadap kualitas telur puyuh berdasarkan uji organoleptic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (0% KBNF), P1 (4% KBNF), P2 (8% KBNF), P3 (12% KBNF), P4 (16% KBNF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan taraf pemberian TKBNF dalam ransum burung puyuh memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian KBNF sampai taraf 16% dalam ransum dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif tanpa mempengaruhi rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh.

Keywords


KBNF; kualitas telur; burung puyuh; organoleptik

Full Text:

PDF

References


Anggorodi, H. R, 1985. Kemajuan Mutakhir Dalam Ilmu Makanan Ternak Unggas. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Citramukti, I. 2008. Ekstraksi dan Uji Kualitas Pigmen Antosianin pada Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis), (Kajian Masa Simpan Buah dan Penggunaan Jenis Pelarut). Skripsi. Jurusan THP Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Daniel, R. 2014. Kajian kandungan zat makanan dan pigmen antosianin tiga jenis kulit buah naga (Hylocereus sp.) sebagai bahan pakan ternak. Universitas Brawijaya: Fakultas Peternakan.

Harahap, D. R. Y., Sipahutar, L. W., & Harahap, M. F. (2021). Kualitas Fisik Telur Itik Yang Dipelihara Di Peternakan Rakyat Kota Padangsidimpuan. Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science), 5(2), 99-106.

Dewi, G. A. M. K., I M. Nuriyasa dan I W. Wijana, 2016. Optimalisasi Peningkatan Produksi Ternak Unggas dengan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga (Hylocereus sp) Terfermentasi. Laporan Penelitian LPPM. Universitas Udayana, Denpasar.

Fardiaz, S. 1998. Fisiologi Fermentasi, PAU Pangan dan Gizi, IPB. Bogor.

Hausmann, A and G. Sandmann. 2000. A single five-step desaturase is involved in the carotenoid biosynthesis pathway to beta-carotene and torulene in Neurospora crassa. J.Genet.Biol. 30(2):147-53.

Nesheim MC, 1979. Poultry Production. Twefth Edition. Philadelphia; Lea & Febiger.

Nuraini dan Y. Marlida. 2005. Isolasi kapang karotenogenik untuk memproduksi pakan kaya β­karoten. Laporan penelitian Semique V. Fakultas Peternakan. Universitas Andalas, Padang.

Nuraini. 2006. Potensi kapang karotenogenik untuk memproduksi pakan sumber β­karoten dan pengaruhnya terhadap ransum ayam pedaging dan petelur. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Andalas, Padang.

Nuraini, Sabrina and Suslina A. Latif. 2009. Improving the quality of tapioca by product through fermentation by Neurospora crassa to produce β-carotene rich feed. Pakistan Journal of Nutrition 8(4): 487–490.

Nurliyana, R., I. Syed Zahir., K.M. Suleiman., M.R Aisyah and K. Kamarul Rahim. 2010. Antioxidant study of pulps and peels of dragon fruit: A Comparative Study. International Food Research Journal. 17: 367- 375.

Pane, D. dan rahmaini P. 2019. Peningkatan Kualitas Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrizus) Melalui Fermentasi dengan Neurospora crassa Sebagai Pakan Ternak. Jurnal Grahatani. 5 (3) : 809-818.

Rachmat, W., Piliang, W. G., Suhartono, M. T and Manalu, W. 2007. Age maturity of female japanese quails fed dietscontaining katuk leave meal Sauropus androgynus. Animal Production. 9 (2): 67-72.

Stadellman dan Cotterill, 1995 Egg Science and Technology. 4th ed. Teh Avi Publishing Co. Inc.

Steel. R.G.D, dan Torrie, J.H. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik. Suatu Pendekatan Biometric P.T Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

Udedibie, A. B. I. and C. C. Opara. 1998 . Responses of growing broilers and laying hens to the dietary inclusion of leaf meal from Alchornia cordifolia. Anim Feed Science and Tech. 71: 157-164

Wahju, J. 1985. Ilmu Nutrisi Unggas. Fapet IPB. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Wahju, J. 1997. Ilmu Nutrisi Unggas. Cetakan ke-4. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jac.v8i1.14553

Article Metrics

Abstract view : 517 times
PDF - 403 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.