OPTIMALISASI PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT GAYO DALAM MEMBANGUN PERDAMAIAN POSITIF DI ACEH

Gani Dwisatria Setiyatwan, Endro Legowo, Bambang Wahyudi

Abstract


Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat Gayo sehingga dapat digunakan untuk membangun perdamaian positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Dari ke-13 suku yang mendiami Provinsi Aceh, mayoritas etnis di Aceh adalah Aceh, Gayo dan Alas. Gayo merupakan suku yang cenderung multikultur, yakni terdiri dari banyak etnis dalam satu wilayah. Penelitian ini mengaitkan kearifan lokal yang ada dengan teori konflik, collective memory, serta prinsip mahatma gandhi. Hasil penelitian ini berupa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kehidupan sosial masyarakat Gayo sehingga menunjang perdamaian positif di masa depan, diantaranya: mukemel, tertib, setie, munentu, amanah, genap mupakat, dan alang tulung.


Keywords


sistem budaya Gayo, potensi konflik, perdamaian positif.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, I. (2010). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Indonesia: Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ananta, A. (2007). The Population and Conflict Aceh. ISEAS, 22.

Arfiansyah. (2020). Islam dan Budaya Masyarakat Gayo, Provinsi Aceh: Kajian Sejarah dan Sosial. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia Vol. 1, No. 1, 1-31.

BPS. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. Berita Resmi Statistik, 1-16.

Creswell, J. W. (2003). Research design: qualitatif, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks: Sage.

Fasya, & Kemal, T. (2018). Egalitarianisme Gayo: Sebuah Inisiatif Antropologi Sosial dan Etnografi Politik. Aceh Anthropological Journal, Vol. 2, No. 2, 4-5.

Hakim, Lukma, S., & ... (2014). Pemikiran Mahatma Gandhi Tentang Nilai-Nilai Kemanusiaan. Artikel Ilmiah Mahasiswa. Volume 1 Nomor 1, 1-10.

Jamhir. (2018). Nilai-nilai Adat Gayo Bersandarkan Hukum Islam Sebagai Pedoman dalam Menyelesaikan Kasus Hukum Pada Masyarakat Gayo. Diakses melalui jurnal.ar-raniry.ac.id.

Mengingatkan – Sejarah dan Kebudayaan Suku Gayo Aceh. (2019, November 1). Dipetik Maret 27, 2021, dari joernalinakor: https://joernalinakor.com/mengingatkan-sejarah-dan-kebudayaan-suku-gayo-aceh/

Muluk, H. (2021). Social Conflict. Dalam Paparan KKLN Prodi DRK FKN UNHAN .

Musanna, A. (2011). Rasionalitas dan Aktualitas Kearifan Lokal sebagai Basis Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Volume 17 Nomor 6, 588-598.

Nurdin. (2019, Juni 24). Provinsi Aceh terdiri dari 23 Kabupaten, 13 suku dan memiliki 11 bahasa daerah. Indonesiana Platform Kebudayaan: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbaceh/provinsi-aceh-terdiri-dari-23-kabupaten-13-suku-dan-memiliki-11-bahasa-daerah/#:~:text=Di%20Aceh%20terdapat%2013%20suku,daerah%20Aceh%20adalah%20bahasa%20Aceh.

Prihatsanti, Unika, & ... (2018). Menggunakan Studi Kasus sebagai Metode Ilmiah dalam Psikologi. Buletin Psikologi. Volume 26 Nomor 2, 126-136.

RACHMAN, Edy, S., & Karim, A. G. (2009). Komite peralihan Aceh (KPA) transformasi gerakan politik pasca perjanjian damai Helsinki: Studi kasus mobilisasi sumber daya KPA dalam pilkada Kota Lhokseumawe. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Randi, D. (2019, Juni 13). YAK: Ada 10 Butir-butir MoU Helsinki yang Belum Terealisasi. Kanal Aceh: https://www.kanalaceh.com/2019/06/13/yak-ada-10-butir-butir-mou-helsinki-yang-belum-terealisasi/

Sagita, N. W. (2016). Konflik Antar Etnis di Tanah Gayo: Tinjauan Interaksi Sosial Antar Etnis Jawa dan Etnis Aceh Tahun 1989-2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 59-79.

Sagita, N. W. (2021, Maret 24). Dalam Paparan KKDN Prodi DRK FKN UNHAN. (G. D. Setiyatwan, Pewawancara)

Sukiman. (2015). Pengaruh Modernisasi Terhadap Tradisi Pendidikan Anak Dalam Masyarakat Suku Gayo. el Harakah Vol.17 No.2, 275-287.

Syukri. (2017). Budaya Sumang Dan Implementasinya Terhadap Restorasi Karakter Masyarakat Gayo Di Aceh. MIQOT, 406-422.

Wahyudi, B. (2013). RESOLUSI KONFLIK ACEH, Kiprah Masyarakat Aceh. Jakarta: CV Makmur Cahaya Ilmu.

Wibowo, G. A. (2018). Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Seni Tari Saman. Seuneubok Lada: Jurnal Ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan, 5(1), 177-182.

Wiratmadinata. (2021, Maret 24). Dalam Paparan KKDN Prodi DRK FKN UNHAN 2021. (G. D. Setiyatwan, Pewawancara).




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v9i9.2022.3201-3211

Article Metrics

Abstract view : 205 times
PDF - 132 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.