GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENDERITA KATARAK DI PUSKESMAS KECAMATAN KEBAYORAN BARU

Anindya Ramadian Karunika, Vitya Resanindya, Nurul Ardianti, Kartika Eka Wulandari

Abstract


Penyebab kebutaan terbanyak di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit katarak. Katarak terjadi karena proses multifaktor, yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik terdiri dari jenis kelamin dan usia, sedangkan faktor ekstrinsik yaitu riwayat diabetes mellitus, penggunaan obat, rendahnya asupan nutrisi, alkohol, merokok, paparan sinar matahari dan ruda paksa pada bola mata. Penemuan kasus katarak secara dini di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru diharapkan dapat segera ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat lanjut sehingga dapat mencegah terjadinya kebutaan. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan studi cross sectional pada penelitian ini. Sampel penelitian yang digunakan yaitu dengan cara total sampling dan data disajikan dengan program SPSS. Sebagian besar penderita katarak berusia ³ 50 tahun 83 (91,2%), jenis kelamin perempuan 64 (70,3%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 57 (62,6%), memiliki indeks massa tubuh tinggi 55 (60,5%), memiliki hipertensi 84 (92,2%), memiliki gula darah sewaktu normal 67 (73,6%), tidak memiliki riwayat merokok 85 (93,4%) dan tidak memiliki riwakat konsumsi alkohol 91 (100%). Faktor risiko paling banyak yaitu usia ³ 50 tahun. Jumlah faktor risiko terbanyak yaitu pasien katarak dengan 2 jenis faktor risiko 32 (35,2%). Dari hasil penelitian ini, didapatkan usia ³ 50 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, indeks massa tubuh tinggi dan hipertensi merupakan faktor risiko penyakit katarak dominan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru.

 


Keywords


Katarak; faktor risiko; penyebab katarak; puskesmas kebayoran baru

Full Text:

PDF

References


Arimbi,T. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Katarak Degeneratif di RSUD Budhi Asih Tahun 2011. Depok : Universitas Indonesia

American Academy of Ophthalmology. 2017-2018. Anatomy in Lens and Cataract. Section 11. Chapter 1. Basic and Clinical Science Course

Gong, Y., Feng, K., Yan, U., et al. 2015. Different Amounts of Alcohol Consumption and Cataract: a meta-analysis. China: Medical College of Soochow University, Suzhou

Hasmeinah., Ansori, IZ., Meidawaty, DS. 2012. Hubungan Angka kejadian Katarak Senilis dengan Hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan RSMP Periode Januari-Desember 2010. Departemen Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang

Ilyas, S. 2006. Katarak, Lensa Mata Keruh.Jakarta : Balai Penerbit FK UI Hal. 2-10

Karira, 2018. Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Riwayat Diabetes Melitus, Status Gizi, Dan Merokok Pada Pasien Katarak (Studi Di Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar). Universitas Jember

Khairani, Meida N, Sartini. (2016), Hubungan Katarak Senilis dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Medan, BioLink, Vol. 2 (2), Hal: 110-116

Khurana A. Comprehensive Ophthalmology. 6th ed. New Delhi: New Age International; 2015.

Koenig, S.B., 2019. Intracapsular Cataract Extraction for The Management of Dense Cataract and Zonular Weakness. Journal of Clinical Ophthalmology.

Laila, Alfi. 2017. Analisis Faktor –Faktor Risiko Kejadian Katarak di Daerah Pesisir Kendari. Medula Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Volume 4 No 2.

Laura E Caulfield, Sheila K West, Yolanda Barrón, Javier Cid-Ruzafa, Anthropometric status and cataract: the Salisbury Eye Evaluation project, The American Journal of Clinical Nutrition, Volume 69, Issue 2, February 1999, Pages 237–242, https://doi.org/10.1093/ajcn/69.2.237

Pujiyanto, Tri Ismu (2004) FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN KATARAK SENILIS (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG DAN SEKITARNYA). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

Ravindan, RR. 2018. Gambaran Faktor Risiko Katarak di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Universitas Sumatera Utara.

RISKESDAS, 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementrian Kesehatan

Tana, L., Mihardja, L., dan Rif’ati, L. 2007. Merokok dan usia sebagai faktor risiko katarak pada pekerja berusia ≥ 30 tahun di bidang pertanian. UniversaMedicina Vol. 26- No.3

Trithias, 2012

Ulandari, N.N.S.T. 2014. Pengaruh Pekerjaan Dan Pendidikan Terhadap Terjadinya Katarak Pada Pasien yang Berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Nusa Tenggara Barat.

World Health Organization, 2012. Global data on visual impairments 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v9i1.2022.22-28

Article Metrics

Abstract view : 921 times
PDF - 752 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.