UPAYA DIPLOMASI BUDAYA KOREA SELATAN MELALUI KING SEJONG INSTITUTE FOUNDATION (KSIF) DI INDONESIA

Shefira Salsabillah M. Lamatenggo, Ario Bimo Utomo

Abstract


Diplomasi budaya adalah salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok guna menciptakan citra positif negara tersebut melalui budaya. King Sejong Institute Foundation (KSIF) merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah Korea Selatan dalam menjalankan praktik diplomasi budaya di Indonesia. Sebagai aktor yang dipercayakan oleh pemerintah Korea Selatan, maka KSIF membentuk program-program dalam penyebaran bahasa dan budaya Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi budaya oleh Simon Mark. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu KSIF sudah memberikan berbagai upaya dalam praktik diplomasi budaya Korea Selatan yaitu; (1) membuka kursus bahasa Korea; (2) menyelenggarakan Korean Culture Day; (3) menyelenggarakan Korean Movie Day dan; (4) program beasiswa dan pertukaran pelajar. Serta ditinjau melalui konsep diplomasi budaya KSIF sudah memenuhi elemen 4 elemen diplomasi budaya menurut Simon Mark yaitu; (1) aktor dan pemerintah; (2) objektivitas; (3) aktivitas dan; (4) audiensi. 


Keywords


Diplomasi Budaya, KSIF, Korea Selatan, Indonesia

Full Text:

PDF

References


Cho, Y. Y. (2012). Public Diplomacy and South Korea's Strategy. The Korean Journal International Studies .

Lee, H. (2018). Soft Power Indications and Public Diplomacy: The Example of Tallinn King Sejong Institute.

Institute for Cultural Diplomacy: what is cultural diplomacy. (n.d.). Retrieved Juni 26, 2021, from Institute for Cultural Diplomacy: Culturaldiplomacy.org/index.php?en_culturaldipmoacy

Jin, S. S. (2008). Strategic Direction for the Activation of Cultural Diplomacy to Enhance the Country Image of The Republic of Korea (ROK). Cambridge: Harvard University.

Holsti, K.J.. (1984). International Politics, A Framework for Analysis, Third Edition, (New Delhi: Prentice of India, 1984) hlm. 82-83. New Delhi: Pretice of India , 82-83.

KCC. (2020). Contents. Retrieved Maret 8, 2020, from Korean Cultural Center: http://id.korean-culture.org/id/6/contents/341

Kemenlu. (2020). Hubungan Bilateral. Retrieved Maret 8, 2020, from Kementerian Luar Negeri Indonesia: https://kemlu.go.id/seoul/id/pages/hubungan_bilateral/558/etc-menu

King Sejong Institute Foundation. (2014, August). Retrieved November 2021, 2020, from Supporting Korean Culture Education of King Sejong Institute: www.ksif.or.kr

King Sejong Institute Foundation. (2016, May). Retrieved August 9, 2020, from KSIF Newsletter: https://www.ksif.or.kr/newsletter_eng/05/sub02.html

Korea Tourism Organization. (n.d.). Retrieved November 21, 2020, from Tourism Statistic: kto.visitkorea.or.kr

Lee, H. (2018). Soft Power Indications and Public Diplomacy: The Example of Tallinn King Sejong Institute.

Leonard, M. (2002). Public Diplomacy . In M. Leonard, Public Diplomacy The Foreign Centre (pp. 9-10). London.

Melissen, J. (2006). Public Diplomacy Between Theory and Practice. In: J. Noya (ed). The Present and Future of Public Diplomacy: A European Perspective. California: Rand Corporation , 43.

Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea. (2016, December 27). Retrieved January 5, 2021, from Diplomatic White Paper: mofa.go.kr

Nuri-King Sejong. (n.d.). Retrieved September 29, 2020, from sejong hakdang: sejonghakdang.org

Nye, J. S. (2004). Soft Power: The Means to Success In World Politics. the University of Michigan: Public Affairs.

Panikkar, K. M. (1956). The Principles and Practice of Diplomacy. bombay: Asia Pub. House.

Schneider, C. (2006). Cultural Diplomacy: Hard to Define but You’d know if You Know it. Brown Journal of World Affairs, XIII(1) , 196.

Simon, M. (2009). A greater role for cultural diplomacy. Discussion papers in diplomacy , 9-15.

Siyoto, S., & Sondakh, M. A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk penelitian bersifat eksploratif, interpretif, interaktif dan konstruktif. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

Visit Korea. (2014, February 14). New King Sejong Institute is Set To Open In The Heart of Kuala Lumpur. Retrieved November 21, 2020, from Visit Korea: https:english.visitkorea.or.kr/enu/KOO/OO_ENG_5_2.jsp?cid=1907989

Wang, J. (2006). Public Diplomacy and Global Business. . p. 4-7: The Journal Book Strategy 27 (3).

Warsito, T., & Kartika Sari, W. (2007). Diplomasi Kebudayaan: Konsep dan Relevansi Bagi Negara Berkembang. Yogyakarta.

Yulia, N. R. (2014). Diplomasi Kebudayaan Republic pf Korea Melalui Film dan Drama: Pencapaian Kepentingan Citra dan Ekonomi Republic of Korea di indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v9i4.2022.1298-1310

Article Metrics

Abstract view : 939 times
PDF - 674 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.