PENGARUH SELF CONTROL DAN SELF-ESTEEM DALAM PENCEGAHAN RESIDIVIS NARAPIDANA

Ryan Setya Nugroho

Abstract


Residivisme adalah pengulangan tindak pidana kembali yang dilakukan oleh klien pemasyarakatan baik untuk kasus yang sama ataupun berbeda. Sikap melanggar peraturan menjadi indikasi bahwa seseorang memiliki kontrol diri (self control) yang rendah. Seperti manusia pada umumnya, Narapidana memiliki motivasi yang akan menentukan suatu sikap dan perilaku. Salah satu faktor yang bisa digunakan mengukur motivasi seseorang dalam mengendalikan dirinya (self control) untuk patuh terhadap norma dan peraturan yang berlaku ditempat mana ia dibina. Untuk memberikan gambaran bahwa suatu pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh narapidana tidak hanya dapat dipandang melalui kondisi lingkungan yang serba terbatas melainkan juga motivasi dari pribadi narapidana sendiri yang dapat menentukan kontrol diri dalam rangka menaati peraturan dan tata tertib. Ketika narapidana bersikap patuh maka erat kaitanya dengan kemampuan narapidana untuk mengkontrol sikap dalam dirinya (self conrol). Kemampuan tersebut muncul karena adanya sebuah motivasi baik melalui diri sendiri dan dipengaruhi oleh narapidana lain dan menjadi salah satu alasan narapidana berperilaku dalam lingkungan penjara. Selain itu dalam hal ini mengenai hubungan yang terjadi antara pencegahan residivis terhadap tingkat self-esteem, bertolak ukur pada pemenuhan unsur dari seluruh harga diri dimana perasaan disertai (feeling of belonging), perasaan mampu (feeling of competence), dan perasaan bangga (feeling worth) berdasarkan Rosenberg Scale. Untuk menunjang hal tersebut saya  memberikan saran bahwa untuk dapat mencapai tingkat self control dan self esteem yang optimal bagi narapidana dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan untuk mengadakan pendekatan didalam lapas, rutan dan hubungan sosial (asimilasi) dengan masyarakat sekitarnya.


Keywords


Self Control, Self Esteem, Residivis

Full Text:

PDF

References


Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Devon L. L. Polaschek, A. D. (2019). The Wiley International Handbook of Correctional Psychology. Wiley Blackwell. ]

Ikhtiar, H. (2019). Repetisi Kematian dalam Penjara : Malfungsi Pemasyarakatan. Jakarta Selatan: Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat.

Martono, N. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Analisis isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: Rajagrafindo.

Sarafino, E. P. (1994). Health psychology. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Adilia, M. D. (2010). Hubungan self-esteem dengan optimisme meraih kesuksesan karir pada mahasiswa fakultas psikologi UIN Syarif Hidayatullah. Skripsi Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, 12.

Ahyani, F. K. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur, 10-14.

D. Ayuningtyas, M. M. (2018). Analisis Situasi Kesehatan Mental Pada Masyarakat Di Indonesia Dan Strategi Penanggulangannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 1-10.

Dewi Eka Putri, I. E. (2014). Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Kecemasan Narapidana di Lembaga Pemsyarakatan Klas IIA Muaro Padang Tahun 2014. Ners Jurnal Keperawatan 10(2), 118.

Raisa, A. E. (2016). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Pada Narapidana di LembagaPemasyarakatan Kelas IIA Wanita Semarang. Jurnal Empati Vol. 5(3), 537-542

Siahaan, G. T. (2008). Hubungan Harga Diri Dengan Makna Hidup Pada Narapidana . Skripsi Universitas Sumatera Utara.

Sri Maya, S. I. (2018). Korelasi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Self-Esteem Remaja Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Harapan Denpasar. Sari Pediatri, 14-16

Susanti, W. (2010). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Stres Pada Narapidana Penyalahgunaan NAPZA di Rumah Tahanan Negara Narkotika Kelas IIB Sleman Yogyakarta. Naskah Publikasi STIK Aisyiyah Yogyakarta, 14.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v9i1.2022.262-270

Article Metrics

Abstract view : 337 times
PDF - 350 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.