PARTISIPASI KELOMPOK PECINTA ALAM FORESTER TAPANULI BAGIAN SELATAN DALAM PELESTARIAN ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI CAGAR ALAM DOLOK SIBUAL-BUALI KABUPATEN TAPANULI SELATAN

Safran Efendi Pasaribu, Rizki Efendi Harahap

Sari


Habitat Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) pada dasarnya memiliki manfaat jasa lingkungan yang secara tidak langsung bernilai guna untuk mendukung kebutuhan dan kehidupan manusia. Menjaga habitat orangutan berarti turut serta melindungi hutan yang memiliki beragam manfaat yang dapat dijadikan sebagai sumber dana bagi kegiatan konservasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi Kelompok Pecinta Alam Forester Tapanuli Bagian Selatan dalam pelestarian Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) dan kendala yang dihadapi Kelompok Pecinta Alam Forester Tapanuli Bagian Selatan dalam berpatisipasi melestarikan Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) di Cagar Alam Dolok Sibual-buali Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan meggunakan pendekatan kualitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan responden secara langsung. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, Partisipasi Kelompok Pecinta Alam Forester Tapanuli Bagian Selatan Dalam Pelestarian Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) belum cukup optimal, karena disamping terbatasnya pendanaan untuk kegiatan konservasi orangutan, peran Pemerintah, swasta, stakeholders dan masyarakat masih kurang peduli terhadap kelestarian hutan, Dengan tujuan kepentingan perekonomian. Untuk itu diperlukan campur tangan pemerintah, swasta, dan stakeholders untuk mengajak lembaga lokal dan masyarakat setempat dalam mengelola kawasan konservasi beserta keanekaragaman hayati guna terciptanya hutan yang lestari.
Kata Kunci: Orangutan Sumatera, Pecinta Alam, Tapanuli Selatan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alikodra. H.S, 1990. Pengelolaan SatwaLiar Jilid 1. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati IPB, Bogor. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Balai Besar KSDA Sumatera Utara, 2011, Buku Informasi Kawasan Konservasi, Medan : Kementerian Kehutanan.

Bambang Prasetyo dan Lina M. Jannah, 2005, Metode Penelitian Kualitatif, Jakarta : Rajawali Pers

Departemen Kehutanan, 2004. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.19/Menhut-II/2004 tentang Pengelolaan Kolaboratif: Jakarta.

Fredriksson G.M dan G. Usher, 2013, Menuju Pengelolaan Lestari Hutan Batang Toru, Medan : Yayasan Ekosistem Lestari.

Irawan, Soehartono, 2008, Metode Penelitian Sosial, Bandung : Rosda

Kamus Besar Bahasa Indonesia/pengertian pelestarian.

Masli, Singarimbun, 2007, Metode Penelitian Survey, Jakarta : LP3ES

Suharsimi, Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian Pendekatan Suatu Praktek, Jakarta : Rineka Cipta

UNESCO-PanEco-Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), 2009, Cara Kerja Survei Sebaran & Populasi Orangutan DI TNGL 2009-2010: Medan, Untuk Kalangan Sendiri.

Wanda Kuswanda, 18 April 2016.Status Terkini Populasi dan Ancaman Fragmentasi Habitat Orangutan di Kawasan Hutan Batang Toru. Proseding Hasil Seminar Lokakarya Para Pihak “Inisiasi Pengembangan Koridor Satwa di Bentang Alam Hutan se Tapanuli Bagian Selatan” Padangsidimpuan,

Wanda Kusmanda, 2014, Orangutan Batang Toru Kritis Diambang Punah, Jawa Barat, Forda Press

Wanda Kusmanda, 2007, Threats to The Population of Sumatera Orangutans (Pongo Abelli), Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli.

Wanda Kuswanda dan Sugiarti, 2005. Aktivitas Harian Orangutan Liar (Pongo Abelii Lesson 1827) di Cagar Alam Dolok Sibual-buali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam: Bogor, Departemen Kehutanan.

Kuswanda.W dan Sukmana, 2009. Kesesuaian Jenis Untuk Pengkayaan Habitat Orangutan Terdegradasi di Daerah Penyangga Cagar Alam Dolok Sibual-buali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam: Bogor. Departemen Kehutanan

Wanda Kuswanda, M. Bismark dan S. Iskandar. 2008. Analisis Habitat Lokasi Pelepasliaran Orangutan (Pongo sp). Proseding Ekspose Hasil-hasil Penelitian ”Peran Penelitian dalam Pelestarian dan Pemanfaatan Potensi Sumber daya Hutan di Sumatera Bagian Utara”. Pusat Pelatihan dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Medan.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.