OPTIMALISASI PENGEMBANGAN INISIATIF MASYARAKAT BERBASIS DINAMIKA INTERNAL MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN SOSIAL DI RUSUNAWA SLEMAN

Anastasia Adi Wirahayu, Aulia Widya Sakina, Candra Rusmala Dibyorini

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses optimalisasi pengembangan inisiatif masyarakat rusunawa berbasis dinamika internal melalui penguatan kelembagaan sosial yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa optimalisasi pengembangan inisiatif masyarakat rusunawa belum bisa dilakukan secara maksimal karena kelembagaan sosial yang ada di lingkungan masyarakat penghuni rusunawa ternyata belum seluruhnya terbentuk atas dasar kebutuhan dan inisiasi masyarakat secara mandiri sehingga pola aktivitas keseharian masyarakat belum bisa sejalan dengan proses pemenuhan kebutuhan bersama. Kelembagaan sosial yang ada justru melakukan eksklusi terhadap inisiatif, pemikiran dan nilai-nilai yang membuka peluang untuk keluar dari keterbatasan. Keberadaan kelembagaan sosial mengalami defisit makna karena adanya ketimpangan relasi kuasa, di mana pelaku kebijakan lebih mendominasi wacana dan pemaknaan, serta merepresentasikan diri tanpa menghadirkan suara dan aspirasi penghuni untuk mengembangkan karakteristiknya secara mandiri. Imbasnya, kelembagaan sosial yang merujuk pada pandangan modernisasi lingkungan fisik di rusunawa dianggap belum cukup responsif dan adaptif dalam memfasilitasi arus dua arah yaitu, informasi dan pelayanan eksternal dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat penghuninya.


Keywords


Pengembangan Inisiatif Masyarakat, Kelembagaan Sosial, Rusunawa

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Bogdan, Robert dan Steven J Taylor. (1992). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Cutter, S. L dan Emrich. C. T. (2006). Moral Hazard, Social Catastrophe: The Changing Face of Vulnerability along the Hurricane Coasts. Annals of the American Academy of Political and Social Science. Vol. 604, Maret 2006.

Darmiwati, Ratna. (2000). Studi Ruang Bersama dalam Rumah Susun bagi Penghuni Berpenghasilan Rendah. Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur Vol. 28 No. 2, Desember 2000, Halaman 114 – 122

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman. (2015). Daftar Rusunawa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diunduh dari http://rusunawa.slemankab.go.id/daftar-rusunawa-di-yogyakarta.html, diakses pada tanggal 13 Januari 2015.

Ife, Jim dan Tesoriero, Frank. (2008). Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.

Kartono, Kartini. (1996). Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: CV. Mandar Maju.

Luthfiah. (2010). Perubahan Bentuk dan Fungsi Hunian pada Rumah Susun Pasca Penghunian. Jurnal Ruang Vol. 2 No. 2 September 2010, Halaman 34.

Midgley, James. (2005). Pembangunan Sosial, Perspektif Pembangunan dalam Kesejahteraan. Jakarta: Deperta Depag RI.

Nurdin, M. Fadhil. (1990). Pengantar Studi Kesejahteraan Sosial. Bandung: PT. Angkasa.

Sakina, Aulia Widya. (2015). Institusi Sosial di Lingkungan Masyarakat Penghuni Rumah Susun Sederhana wa (Studi Tentang Peran Institusi Sosial di Lingkungan Masyarakat Penghuni Rusunawa Dabag, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman). Tugas akhir tidak diterbitkan. Yogyakarta: Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, FISIPOL, UGM.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (1992). Psikologi Lingkungan. Grasindo, Jakarta.

Soetomo. (2011). Pemberdayaan Masyarakat, Mungkinkah Muncul Antitesisnya?. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soetomo. (2012). Keswadayaan Masyarakat Manifestasi Kapasitas Masyarakat untuk Berkembang secara Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Triwibowo, Darmawan, dan Sugeng Bahagijo. (2006). Peran Negara dalam Produksi dan Alokasi Kesejahteraan Sosial. Jakarta: LP3ES dan Perkumpulan Prakarsa.

Yin, Robert K. (2002). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rusun di Kawasan Perkotaan

Peraturan Bupati Sleman Nomor 21 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Peraturan Bupati Sleman Nomor 43 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa.

Peraturan Bupati Sleman Nomor 58 Tahun 2009 tentang Pembentukan Rumah Susun Sederhana Sewa dalam rangka Penyediaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Kabupaten Sleman.

Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v7i1.2020.246-260

Article Metrics

Abstract view : 28 times
PDF - 18 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.