PEMBERDAYAAN LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU (LAMR) SEBAGAI UPAYA BELA NEGARA DALAM MITIGASI ANCAMAN PEPERANGAN ASIMETRIS

Abdul Rahman, Saleha Mufida, Admiral Musa Julius, Surryanto Djoko Waluyo

Abstract


Provinsi Riau memiliki Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) guna mempertahankan dan melestarikan adat Melayu Riau dan menjadi bagian dari lembaga yang mendukung dan membantu mewujudkan cita-cita Provinsi Riau. Penulis akan membahas optimalisasi pemberdayaan LAMR sebagai upaya bela negara dalam mitigasi ancaman peperangan asimetris menggunakan teori pemberdayaan, teori peperangan asimetris, konsep pertahanan non militer dan konsep bela negara. Pada sistem pertahanan negara, LAMR berposisi sebagai komponen cadangan dalam mencegah potensi peperangan asimetris.


Keywords


etnis melayu; provinsi riau; pertahanan semesta; peperangan asimetris; bela negara

Full Text:

PDF

References


Adriyanto, A. (2020). Diplomasi Dalam Pelaksanaan Politik Luar Negeri. Bahan Ajar Mata Kuliah Politik Dalam dan Luar Negeri. UNHAN: Bogor.

Anwar, S. (2019). Bahan Ajar Sejarah Perang Dunia Pertama. Bogor: Universitas Pertahanan.

Buffaloe. (2006).Defining Asymmetric Warfare. Virginia: The Institute of Land Warfare

Dewan Riset Nasional. (2017). Agenda Riset Nasional. Jakarta.

Gustiana A. K. (2015). Etnisitas dalam Otonomi Daerah. The POLITICS: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Volume 1, Number 1, Januari 2015.

Haboddin, M. (2012). Menguatnya Politik Identitas di Ranah Lokal. Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya, Malang.

Hendropriyono, A.M. (2014). Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia. Jakarta: Penerbit Kompas.

Jemadu, A. (2007). Praktek-prektek Intelijen dan Pengawasan Demokratis - Pandangan Praktisi. Geneva Centre for the Democratic Control of Armed Forces.

Kartiawan, C. B. (2013). Kamus Karakter Bangsa. Bandung: Titian Ilmu.

Maarif, S. (2013). Pikiran dan Gagasan Penanggulangan Bencana di Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Nurlia, E. Dan Kabain, H. (2010). Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia. Jakarta: Citra Grafika Pratama.

Parker, S., dan West, D. (2017). Sejarah Singkat Dunia Peperangan. Jakarta: Penerbit Bhuana Ilmu Populer

Samadhi, W.P. (2015). Desentralisasi Setengah Hati: Berpindahnya “Sentralisme” ke Daerah. Diakses pada tanggal 23 Maret 2020 pada https://media.neliti.com/media/publications/411-ID-desentralisasi-setengah-hati-berpindahnya-sentralisme-ke-daerah.pdf

Samego, I. (2019). Bahan Ajar Sejarah Perang Dingin.Bogor: Universitas Pertahanan.

Samego, I. (2001). Sistem Pertahanan-Keamanan Negara. Analisis Potensi dan Problem. Jakarta: The Habibie Center.

Simuru, K. (2010). Relefankah mengangkat issue Putra Daerah dalam kampanye pilkada. Diakses tanggal 23 Maret 2020 pada https://simurupdf.files.wordpress.com/2010/10/microsoft-word-putra-daerah-docx4.pdf

Subiakto, Y. 2020. Cyber Warfare, Information Warfare & How It Creates Man Made Disaster (The History & Development Post 20th Century). Bahan Ajar Mata Kuliah Intelijen Bencana Akibat Perbuatan Manusia. UNHAN: Bogor.

Sulaiman, A. (2019). Perang Generasi Kelima Langsung Menusuk Pusat Kekuatan Indonesia. Nusantara News.

Tim Perumus Buku Putih Pertahanan Indonesia. (2015).Buku Putih Pertahanan Indonesia 2015, Jakarta: Kementerian Pertahanan.

Triutomo. S. (2020). Disaster Risk Management and Sustainable Development. Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Risiko Bencana (MRB). UNHAN: Bogor.

Utama, A.P. (2019). RUU tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Jakarta: Kementerian Pertahanan.

Yusgiantoro, P. (2019). Bahan Ajar Pengantar Sistem Pertahanan Negara. Bogor: Universitas Pertahanan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v7i1.2020.229-237

Article Metrics

Abstract view : 79 times
PDF - 67 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.