PEREMPUAN PELESTARI BATIK TANAH LIEK (STUDI KASUS KABUPATEN DHARMASRAYA)

Ella Hutriana Putri, Herwandi Herwandi

Abstract


Batik tanah liek merupakan batik khas yang berasal dari Sumatera Barat. Proses pengerjaan batik tanah liek hampir sama dengan batik pada umumnya namun ada beberapa perbedaan dalam proses pengerjaan dan motif yang digunakan. Dalam proses pengerjaan batik tanah liek proses pencelupan kain ke tanah liat dilakukan untuk mendapatkan warna alami tanah liat. Proses perendaman kedalam tanah liat dilakukan lebih kurang selama seminggu. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Semua kegiatan tersebut tidak terlepas dari pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Sumber daya manusia yang dipakai pada umumnya adalah perempuan yang bekerja paruh waktu untuk mengisi kekosongan waktu setelah mengurus rumah tangganya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian. Daerah yang diambil dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Dharmasraya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pekerja perempuan sebagai perajin dan pengusaha batik yang berkecimpung dengan dunia batik tanah liek sejak 1995.

Kata Kunci :Perempuan, batik tanah liek, perajin, pengusaha


Full Text:

PDF

References


BA, W. (1983). Batik Tradisional. Jakarta: PT Penebar Swadaya.

Boeke, J. H. (1995). Perkapitalisme di Asia. Jakarta: Sinar Harapan.

Chaniago, H. (2011). Hasan Basri Durin : Sebuah Otobiografi. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia Padang.

Dewi, P. M. (2012). Pastisipasi Tenaga Kerja Perempuan dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan.

Dwikurniarini, D.-. (2015). Peranan Perempuan Di Luar Rumah Tangga Dalam Perspektif Historis. MOZAIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora. https://doi.org/10.21831/moz.v2i1.4490

Gottschalk, L. (1975). Mengerti Sejarah Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.

Herwandi. (2016). Industri Batik di Sumatera Barat ( PerspektifSejarah ): Abstrak Sejarah Teknik Membatik di Indonesia : Kebutuhan Pasar Besar namun Kemampuan Produksi Kecil. (524), 1–17.

Khotimah, K. (2009). Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan Dalam Sektor Pekerjaan. Yinyang: Jurnal Gender Dan Anak. https://doi.org/10.24090/YY.V4I1.2009.PP158-180

MD, I. U. (2016). Battik dan Kontribusinya Terhadap Perekonomian Nasional. Jurnal Bestari.

Musman, A. (2011). Batik : Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: G-Media.

Rahmat, P. S. (2009). Penelitian Kualitatif. Journal Equilibrium.

Saptari, R. (1997). Perempuan Kerja dan Perubahan Sosial : Sebuah Pengantar Studi Perempuan. Jakarta: Yayasan Kalyanamitra.

Susantio, D. (n.d.). Sejarah Batik.

Thaib, P. R. R. (2014). Pakaian Adat Perempuan Minangkabau. Sumatera Barat: Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat.

Trijoto. (2010). Mengenal dan Membuat Motif Batik Menggali Sumber Inspirasi Pembuatan Motif Batik. Yogyakarta: Gama Media.

Tuwu, D. (2018). Peran Pekerja Perempuan Dalam Memenuhi Ekonomi Keluarga: Dari Peran Domestik Menuju Sektor Publik. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian. https://doi.org/10.31332/ai.v13i1.872

Vernanda, W. (2018). Sejarah Industri dan Perdagangan Batik Kota Padang. Universitas Andalas.

Wibowo, D. E. (2011). Dan Kesetaraan Gender. 3(1), 356–364.

Zed, M. (1998). Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945-1995. Jakarta: Sinar Harapan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v7i1.2020.14-30

Article Metrics

Abstract view : 34 times
PDF - 30 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.