Gerakan Ekofeminisme Melawan Pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap 2 Indramayu (Tinjauan Perspektif Politik Rekognisi)

Cusdiawan Cusdiawan, Oekan S. Abdoellah, Firman Manan

Abstract


Artikel ini menganalisis faktor yang menyebabkan perempuan di Desa Mekarsari melakukan gerakan sosial dari perspektif proses pembingkaian. Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif, karena yang diteliti dalam artikel ini adalah proses interaksi ataupun pertarungan wacana yang memengaruhi kemunculan gerakan. Artikel ini berargumen bahwa ekofeminsme dalam kaitannya dengan politik rekognisi sebagai wacana penting dalam gerakan, karena dalam pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap di desa Mekarsari, bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, juga dianggap mengabaikan hak-hak para perempuan, baik dalam prosesnya maupun manfaatnya. Bagi para perempuan, memperjuangkan ruang hidup dan lingkungan, dimaknai juga sebagai perjuangan atas harga diri dan martabat. Artikel ini menemukan perbedaan makna dan kepentingan akan “pengakuan” bagi individu yang memilih terlibat di dalam gerakan dan yang menolaknya.

Kata kunci: ekofeminisme, gerakan sosial, pembingkaian, pengakuan


Full Text:

PDF

References


Cresswel, J. W. (2009). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.

Cusdiawan. (2020). Membedah Gerakan Subaltern dalam Melawan Pembangunan PLTU di Indramayu. In PMB LIPI, Volume 11, Nomor 21. https://pmb.lipi.go.id/membedah-gerakan-subaltern-dalam-melawan-pembangunan-pltu-di-indramayu/

Fraser, N. (2005). Mapping The Feminist Imagination: From Redistribution to Recognition to Representation. Constellations, 12 (3), 295–307.

Hendrastiti, T. K. (2019). Tutur Perempuan Komunitas Anti Tambang di Sumba: Sebuah Narasi Gerakan Subaltern untuk Kedaulatan Pangan. Jurnal Perempuan, 24 No.1, 6–28.

Honneth, A. (1995). The Struggle for Recognition: The Moral Grammar of Social Conflict. The MIT Press.

Kladermans, B. (2005). Protes dalam Kajian Psikologi Sosial. Pustaka Pelajar.

Magdoff, F., & Foster, J. B. (2018). Lingkungan Hidup dan Kapitalisme: Sebuah Pengantar (Terjemahan). Marjin Kiri.

Miles, & Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia Press.

Ponda, A. (2021). Asal-usul Ekofeminisme: Budaya Patriarki dan Sejarah Feminisasi Alam (1 ed.). Cantrik Pustaka.

Porta, D. Della. (2014). Social Movement Studies and Methodological Pluralism: An Introduction. In D. Della Porta (Ed.), Methodological Practies in Social Movements Research. Oxford University Press.

Pratiwi, A. M., & Boangmanalu, A. G. (2019). Agensi Perempuan dalam Tata Kelola Hutan dan Lahan di Tengah-tengah Perubahan Desa: Studi Kasus di Lima Provinsi. Jurnal Perempuan, 24 (4), 143–169.

Priyatna, A., Subekti, M., & Rachman, I. (2017). Ekofeminisme dan Gerakan Perempuan di Bandung. Patanjala, 9 (3), 439–454.

Shiva, V. (1997). Bebas dari Pembangunan. Terjemahan Hira Jhamtani. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sudrajat. (2015). Mengenal Lahan Sawah dan Memahami Multifungsinya bagi Manusia dan Lingkungan. Gadjah Mada University Press.

Susilowati, L., & Ismoyo, P. J. (2019). Peran Perempuan dalam Pertanian di Jawa Tengah: Studi Kasus Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah. Jurnal Perempuan, 24 (1), 128–147.

Tilly, C., & Tarrow, S. (2007). Contentious Politics. Paradigm Publisher.

WALHI Jawa Barat. (2020). Pemerintah Jepang Harus Stop Dukung PLTU Indramayu 2. In walhijabar.id. https://walhijabar.id/pemerintah-jepang-harus-stop-dukung-pltu-indramayu-2/




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jim.v6i1.2022.143-151

Article Metrics

Abstract view : 81 times
PDF - 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.