REFLEKSI EPISTIMOLOGI MASYARAKAT MADANI

Sazali Sazali

Abstract


Konsep masyarakat madani (civil society) lahir dan berkembang dalam tradisi pemikiran Barat. Konsep ini diadopsi oleh cendekiawan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Konsep civil society pada perkembangan selanjutnya menjadi kajian-kajian yang intensif di kalangan intelektual Indonesia.  Studi ini mengkaji mengenai perkembangan mengenai konsep masyarakat madani. Selanjutnya dikaitkan dengan konteks percakapan intelektual Indonesia mengenai masyarakat madani. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan bersumber dari kajian literatur atau literatur review. Hasil dari studi bahwa konsep masyarakat madani telah menjadi perbincangan kaum intelektual di Indonesia sekaligus menjadi landasan mengimplementasikannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat

Full Text:

PDF

References


Baso, A. (1999). Civil Society Versus Masyarakat Madani: Arkeologi Pemikiran" Civil Society" dalam Islam Indonesia. Pustaka Hidayah.

Cohen, J. L., Arato, A., & Cohen, J. L. (1992). Civil Society and Political Theory. Cambridge: MIT press Cambridge, MA.

Culla, A. S. (1999). Masyarakat Madani: Pemikiran, Teori, dan Relevansinya Dengan Cita-Cita Reformasi. RajaGrafindo Persada.

Gellner, E. (1995). Membangun Masyarakat Sipil, Prasyarat Menuju Kebebasan. Ilyas Hasan. Bandung: Mizan.

Hikam, M. A. S., & Magnis-Suseno, F. (1996). Demokrasi dan Civil Society. Lp3es Jakarta.

Ibrahim, A. (1996). Islam dan Pembentukan Masyarakat Madani, dalam Aswab Mahasin (ed.) Ruh Islam dalam Budaya Bangsa: Wacana antara Agama dan Bangsa. Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal.

Karni, A. S. (1999). Civil Society dan Ummah (Sintesa Diskursif Rumah Demokrasi). Jakarta: Logos.

Keane, J. (1988). Despotism and Democracy: The Origins and Development of The Distinction Between Civil Society and The State 1750-1850. Civil society and the state: New European perspectives, 35–71.

Madjid, N. (1997). Dinamika Budaya Pesisir dan Pedalaman: Menumbuhkan Masyarakat Madani. HMI dan KAHMI: Menyongsong Perubahan, Menghadapi Pergantian Zaman, Jakarta: Majelis Nasional KAHMI.

Madjid, N. (1998). Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-prinsip Hukum dan Keadilan. Jurnal Pemikiran Islam PARAMADINA, 1, 1.

Madjid, N. (1999a). Asas-asas Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani. In dalam Makalah Seminar (Vol. 22).

Madjid, N. (1999b). Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi: Tantangan dan Kemungkinan. Republika, 10, 4–5.

Mahasin, A. (1994). Umat Sebagai Civil Society. Jakarta: LP3ES Jakarta.

Noer, D. (1982). Pemikiran Politik di Negeri Barat. Rajawali.

Prasetyo, H., & Munhanif, A. (2002). Islam & Civil Society: Pandangan Muslim Indonesia. Gramedia Pustaka Utama bekerjasama dengan PPIM-IAIN Jakarta.

Rahardjo, M. D. (1999a). Masyarakat Madani: Agama, Kelas Menengah, dan Perubahan Sosial. Diterbitkan Atas Kerjasama Pustaka Lp3es de. Lembaga Studi.

Rahardjo, M. D. (1999b). Masyarakat Madani di Indonesia: Sebuah Penjajakan Awal. Jurnal Pemikiran Islam Paramadina, 1(2), 7–32.

Rasyid, M. R. (1997). Perkembangan Pemikiran tentang Masyarakat Kewargaan: Tinjauan Teoritik. Jurnal Ilmu Politik, 17, 3.

Ridwan, M. D., & Nurjulianti, D. (1999). Pembangunan Masyarakat Madani dan Tantangan Demokratisasi di Indonesia: Sebuah Laporan Dari Penelitian dan Seminar. Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LAAF) bekerjasama The Asia Foundati




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jim.v6i1.2022.260-272

Article Metrics

Abstract view : 207 times
PDF - 58 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.