KONFLIK LAUT CHINA SELATAN SERTA DAMPAKNYA ATAS HUBUNGAN SIPIL MILITER DI ASIA TENGGARA

Yusa Djuyandi, Adilla Qaia Illahi, Adinda Corah Habsyah Aurel

Abstract


Ketegangan dan konflik di Laut China Selatan juga tidak hanya terjadi diantara beberapa negara ASEAN yang batas lautnya saling berhimpitan, tetapi juga terjadi dengan China yang turut mengklaim wilayah Laut China Selatan dan Amerika Serikat yang turut memiliki kepentingan ekonomi dan politik atas wilayah ini. Potensi konflik terbuka telah mendorong negara-negara untuk mengoptimalkan hubungan sipil-militer negaranya dalam menjaga kedaulatan laut. Pengumpulan data dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dari berbagai sumber yang relevan dan berkaitan serta memiliki jangka waktu yang kontemporer dengan penelitian. Hasil penelitian ini melihat bahwa konflik di Laut China Selatan ini tidak lepas dari peran sipil dan juga militer yang masuk terhadap ranah negara-negara Asia Tenggara yang bersengketa, dimana setiap aspek hubungan antara negara khususnya hubungan sipil dan militer menjadi penentu dimana suatu negara dapat menjadikan suatu kebijakan yang dapat mempengaruhi arah dari konflik yang terjadi di Laut China Selatan ini.

Kata Kunci: Laut China Selatan, Konflik, Hubungan Sipil-Militer, Asia Tenggara.


Full Text:

PDF

References


Budisantoso, H. (1999). Hubungan Sipil-Militer Yang Harmonis Dan Sinergik Dalam Negara Kesatuan R.I. Jurnal Ketahanan Nasional, 4(2), 9-16. https://doi.org/10.22146/jkn.11377.

Castro, R.C. (2015). The Impact of Strategic Balance in East Asia on a Small Power’s Defense Policy: The Case of Philippines in the Face of South China Sea Dispute. In M. Hiebert, P. Nguyen, & G.B. Poling (eds.), Examining the South China Sea Disputes (pp. 1-23). London: Center for Strategic & International Studies, and Rowman & Littlefield.

Citradi, T. (2020). China Curi Ikan di Natuna, RI Impor 40 Persen Ikan Beku dari China. Diakses dari CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200108150226-4-128580/china-curi-ikan-di-natuna-ri-impor-40-ikan-beku-dari-china.

Costlow, M.R. (2012). Gunboat Diplomacy in The South China Sea. Colorado: United States Air Force Academy.

Cronin, P.M. (2015). The Military Balance and Regional Order in the South China Sea. In M. Hiebert, P. Nguyen, & G.B. Poling (eds.), Examining the South China Sea Disputes (pp. 1-23). London: Center for Strategic & International Studies, and Rowman & Littlefield.

Gibson, C.P., & Snider, D.M. (1999). Civil-Military Relations and the Potential to Influence: A Look at the National Security Decision-Making Process. Armed Forces and Society, 25(2), 193–218. https://doi.org/10.1177/0095327X9902500202.

Glaser, B.S. (2015). China’s Island Building in the Spratly Island: For What Purposes?. In M. Hiebert, P. Nguyen, & G.B. Poling (eds.), Examining the South China Sea Disputes (pp. 1-23). London: Center for Strategic & International Studies, and Rowman & Littlefield.

Harres, C. (2020, April). Global Conflict Tracker. Diakses dari www.cfr.org: https://www.cfr.org/interactive/global-conflict-tracker/conflict/territorial-disputes-south-china-sea.

Huntington, S. P. (1985). The Soldier and The State. London: The Belknap Press of Harvard University.

Li, M. (2014). Mengelola Isu Keamanan di Laut China Selatan. Kyoto Review of Southeast Asia. Diakses dari https://kyotoreview.org/bahasa-indonesia/mengelola-isu-keamanan-di-laut-China-selatan-dari-doc-ke-coc/

Nainggolan, P.P. (2013). Konflik Laut China Selatan dan Implikasinya Terhadap Kawasan. Jakarta: Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) DPR dan Azza Grafika.

Noor, S. M. (2015). Sengketa Laut China dan Kepulauan Kuril. Makassar: Pustaka Pena Press.

Perlmutter, A. 1984. Militer dan Politik. (Terj. oleh Drs. Sahat Simamora) , Jakarta: CV. Rajawali.

Purwanto, A. J. (2010). Peningkatan Anggaran Militer China dan Implikasinya Terhadap Keamanan di Asia Timur. Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional, Vol. 7(1), 1-17.

Rachman, M. (2018). Peranan China dan Keterlibatan Amerika Serikat Dalam Konflik Laut China Selatan. Diakses dari https://www.academia.edu/4438120/Peranan_China_dan_Keterlibatan_Amerika_Serikat_Dalam_Konflik_Laut_China_Selatan

Rosasians, F. (2013, Januari 29). Diklaim China, Natuna Dikawal TNI. Diakses dari Koran Tempo: https://koran.tempo.co/read/nasional/299283/diklaim-China-natuna-dikawal-tni?

Rosenberg, D., & Chung, C. (2008). Maritime Security in the South China Sea: Coordinating Coastal and User State Priorities. Ocean Development & International Law, 39(1), 51-68. https://www.tandfonline.com/doi/citedby/10.1080/00908320701641602?scroll=top HYPERLINK "https://www.tandfonline.com/doi/citedby/10.1080/00908320701641602?scroll=top&needAccess=true"& HYPERLINK "https://www.tandfonline.com/doi/citedby/10.1080/00908320701641602?scroll=top&needAccess=true"needAccess=true.

Roza, R., Nainggolan, P. P., & Muhammad, S. V. (2013). Konflik Laut China Selatan dan Implikasinya terhadap Kawasan. Jakarta: Pusat Pengkajian, Pengolahan Data, dan Informasi (P3DI) DPR.

Saragih, H. M. (2018). Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Konflik Laut China Selatan. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, Vol. 8 (1), 48-63.

Snyder, C. (2004). Maritime Security in the South China Sea. Journal of Conflict Studies, 24(1), 1-21.

You, J. (2015). China's Civil-Military Strategies for South China Sea Dispute Control. East Asian Policy, 7(2), 78-89.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jim.v5i1.2021.112-124

Article Metrics

Abstract view : 5946 times
PDF - 2030 times

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.