Legitimasi Politik Informal Dukun Tengger di Desa Ngadas

Allaida Az- Zahra, Faza Haifa Asshiddiqqi, Anisa Nuradia Rustu, Bagas Charli Manuel Purba, Ari Ganjar Herdiansyah

Abstract


Fenomena kepemilikan legitimasi di luar kelembagaan politik formal memang telah mewarnai diskursus politik. Tentang bagaimana kekuasan tersebut dapat bersandingan dan bagaimana dinamika kekuasaan tersebut berjalan telah menjadi diskusi panjang. Terlebih lagi dalam konteks Indonesia dengan kecendrungan politik ketokohan yang cukup tinggi. Kehadiran dukun di tengah-tengah dinamika sosial politik masyarakat Suku Tengger dengan pengaruhnya kepada masyarakat mencerminkan adanya kekuasaan dalam bentuk politik informal. Dominasi serta kepatuhan yang ditunjukkan oleh masyarakat Tengger kepada sosok dukun, menunjukkan adanya pengakuan atas kewenangan di dalamnya. Kontrol spiritual oleh dukun kepada masyarakat Tengger telah berhasil membentuk kepatuhan tersebut. Dengan terbentuknya kepatuhan tersebut, tercipta dua legitimasi kuat di tengah-tengah masyarakat Suku Tengger, yakni legitimasi formal milik perangkat desa dan legitimasi politik informal yang dimiliki oleh sosok dukun. Tim penulis menemukan bahwa terdapat pengaruh kebudayaan dan juga kontrol spiritual di dalam dinamika legitimasi politik formal dan legitimasi politik informal di Suku Tengger Desa Ngadas yang memiliki kesan harmonis ini. Selain itu, tim penulis juga menemukan tentang bagaimana dengan kontrol sosial dan implementasi hukum adat, sosok dukun mampu mendapatkan serta mempertahankan legitimasinya. 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jim.v8i2.2024.576-585

Article Metrics

Abstract view : 137 times
PDF - 83 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.