STATUS KONSERVASI AVIFAUNA PADA KAWASAN SUAKA MARGASATWA KARANG GADING DAN LANGKAT TIMUR LAUT PROVINSI SUMATERA UTARA

Melfa Aisyah Hutasuhut, Zahratul Idami, Fachrul Azhari Silalahi

Abstract


Avifauna merupakan salah satu satwa liar yang berperan dalam penyeimbang lingkungan yang hampir ditemui pada lingkungan bervegetasi, luasnya daya jelajah sehingga avifauna mencakup berbagai tipe ekosistem, mulai dari ekosistem alami maupun buatan sehingga kelestariannya perlu untuk dijaga. Avifauna dianggap penting dalam menunjukkan suatu kawasan yang masih memiliki ekosistem yang seimbang. Penelitian ini dilakukan di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut dengan dasar informasi dari data keanekaragaman jenis avifauna yang terdapat pada kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status konservasi avifauna berdasarkan International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Penelitian ini menggunakan metode konsentrasi (Concentration count) dan metode titik hitung (Point count). Hasil penelitian ditemukan 14 jenis avifauna yang berstatus konservasi dilindungi menurut P.106 KLHK tahun 2018, 58 jenis avifauna berstatus konservasi menurut IUCN yang terbagi kedalam beberapa kriteria yaitu: LC (Resiko rendah) sebanyak 50 jenis, NT (Hampir terancam) sebanyak 6 jenis, EN (Genting) 1 jenis, dan VU (Rentan) 1 jenis dan 3 jenis avifauna berstatus konservasi CITES yaitu : Bangau Bluwok (Mycteria cinerea), Elang Bondol (Haliastur indus) dan Elang Ikan Kepala Abu (Icthyophaga ichthyaetus).


Full Text:

PDF

References


Balai Besar KSDA Sumatera Utara. 2018. Blok Pengelolaan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut Kabupaten Langkat Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Kementerian LHK, Direktorat Jendral KSDAE. Medan.

IUCN Red List of Threathed Species. 2021. https://www.iucnredlist.org/ search?query=birds&searchType=species. Diakses pada 20 Oktober 2021.

Kamaluddin, A., Winjarno, G,D., dan Dewi, B,S. 2019. Keanekaragaman Jenis Avifauna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas. Journal Sylvia Lestar.7 (1). 10-11.

MacKinnon, J., Philips, K., dan Balen, B.V. 2010. Burung-burung di Sumatera,Jawa, Bali, dan Kalimantan. Puslitbang Biologi – LIPI. Bogor.

Marsono. 2020. Keanekaragaman Jenis Burung di Resort Air Terjun Tretes Kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Skripsi. Surabaya: UIN- Sunan Ampel.

Nainggolan, F,H., Dewi, B,S., dan Darmawan, A. 2019. Status Konservasi Burung : Studi Kasus di Hutan Desa Cugung Kesatuaan Pengelolaan Hutan Lindung Model Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sylvia Lestari. 7 (1). 52-57.

Sabri,K. 2019. Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Penyangga Kawasan Ekosistem Tahura di Kabupaten Pidie Sebagai Referensi Pendukung Materi Ekologi Hewan. Skripsi. Aceh : UIN-RANIRY Banda Aceh.

Siregar.H,M. 2012. Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Lingkungan. 6 (1). 25-26.

Sutiawan,R., dan Hernowo, J,B. 2016. Analisis Populasi dan Habitat Bangau Tongtong (Leptoptilus javanicus) di Taman Alas Purwo, Jawa Timur .Jurnal Media Konservasi. 21 (3) 207-212.

Syamal, F,M., dan Harianto,S,P. Studi Populasi Burung Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) di Rawa, Pacing Desa Kibang Pacing, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Jurnal Sylvia lestari. 6 (2). 2-5.

Tambunan, R.N. 2016. Kontribusi International Union For Conservation of Nature and natural Resources (IUCN) Terhadap Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Medan Dalam Perlindungan HukumKeanekaragaman Hayati Indonesia. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/eksakta.v8i1.126-132

Article Metrics

Abstract view : 854 times
PDF - 372 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.