PENGARUH FAKTOR BIOEKOLOGIS TERHADAP DISTRIBUSI JERUK KEPROK MAGA MANDAILING NATAL

Muhammad Ihsan, Hapsah Delila, Mawarni Mawarni, Jalilah Azizah Lubis

Sari


Jeruk Keprok Maga merupakan salah satu dari sekian banyak varietas jeruk yang ada di kebun sumber daya genetik Balitbangtan. Jeruk Keprok Maga sampai saat ini masih merupakan tanaman pekarangan di daerah asalnya di Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal. Jeruk jenis ini mempunyai keunggulan rasa buah yang manis, bentuk buah bulat gepeng, lembut dan mudah dikupas. Tetapi virus CVPD menyebabkan kematian dalam jumlah yang besar pada 10 tahun yang lalu sehingga menyebabkan petani jeruk keprok maga beralih menanam kakao di Mandailing Natal Sumatra Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor bioekologis terhadap penyebaran jeruk keprok maga Mandailing Natal. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Juli 2019 di Mandailing Natal dan di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jeruk keprok maga tumbuh dengan temperatur 27,9oC – 31oC, kelembapan udara 54%-82%, curah hujan 1004,628 Hpa-1008,466 Hpa, pH tanah 5,3-6,4 dengan kadar organic yang terkandung antara 12,7%-18,9%, serta kandungan mangan dan kapur yang hanya sedikit kemudian tingkat kebasahan tanah 15%-20% dan tekstur tanah yang liat dan berpasir.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bangun, D.A. 2009. Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera : Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus auranticum L.) di Desa Sukanalu Kabupaten Karo.[Skripsi].Repository USU. Universitas Sumatera Utara. Medan

Bordeala, G., I. Myers-Smith, M. Midak, and A. Szeremeta. 2002. Food quality: a comparison of organic and conventional fruits and vegetables. Article-internet (http://www.kursus.kvl.dk/shares/ea/03Projects/32gamle/2002/FoodQualityFinal.pdf).

Indriyanto. 2008. Ekologi Hutan. Jakarta : Bumi Aksara

Lee, S.K. and A.A. Kader. 2000. Preharvest and postharvest factors influencing vitamin C content of horticultural crops. Postharvest Biology and Technology 20(3):207-220.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Polunin, N. 1990. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun. Yogyakarta Gadjah Mada : University Press

Rifa’i, Mien. A. 2004. Kamus Biologi. Cetakan ke-4. Jakarta : Balai Pustaka

Rayes M. L. 2006. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Andi, Malang




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/eksakta.v4i2.99-103

Article Metrics

Sari view : 10 times
PDF - 9 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA

issn online : 2598-2400 | issn cetak : 2502-101X
Penerbit : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl.Stn Mhd Arief No 32 Padangsidimpuan, Sumatera Utara
eksakta@um-tapsel.ac.id

Eksakta licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Total Pengunjung