ETIKA KELUARGA ISLAM: HAK DAN KEWAJIBAN ORANG TUA/ANAK DALAM PERSPEKTIF METAETIKA Studi Terhadap Kitâb Al-Adab dalam Al-Jâmi` Şahĭh Al-Bukhârĭ

Ichwansyah Tampubolon

Abstract


Artikel ini mengkaji hak dan kewajiban orangtua/anak sebagaimana terdapat dalam Kitâb al-Adab Al-Jâmi` Şahĭh Al-Bukhârĭ ditinjau dari perspektif metaetika dengan menggunakan metode kebahasaan dan logika agama. Secara kebahasaan, terdapat sejumlah kata/istilah etis yang kerap kali digunakan untuk akhlak baik, meliputi: rahmah (kasih sayang), mihnah ahl (memenuhi kebutuhan hidup), du’a (mendoakan), yusammi al-ibn (memberi nama yang baik), birr (kebaikan yang banyak), hasan (baik), memohon izin (ist’dzan), dan silaturrahim (interaksi kekeluargaan). Sedangkan, berkaitan dengan akhlak tercela, meliputi: yaqtul (membunuh) memberi gelar yang tidak pantas (tasmiyah bikunniyah rasul); `uquq (durhaka),  yul`in (melaknat), dan yasubb (caci-maki). Berbagai istilah tentang akhlak yang baik berada dalam medan makna yang sama sebagai hak dan kewajiban orangtua dan anak. Sebaliknya, berbagai istilah tentang akhlak yang buruk berada dalam medan makna yang relatif berdekatan yaitu sama-sama tidak termasuk dalam kategori hak dan kewajiban orangtua maupun anak. Hak dan kewajiban orangtua/anak itu lebih banyak disusun dalam kalimat berjenis deklaratif daripada dalam bentuk imperatif sebagai jawaban atas berbagai pertanyaan etis. Secara logika keagamaan, hal ini menunjukkan bahwa eksistensi hak dan kewajiban orangtua/anak ada secara kognitif-empirik sebagaimana yang dikonfirmasi oleh wahyu (hadis Nabi) dan hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perbuatan etis sejatinya dilakukan atas kesadaran nurani dan iman tidak mesti atas perintah, paksaan, dan bahkan ancaman

Keywords


Etika Keluarga, Hak, Kewajiban, Hadis, Metaetika

Full Text:

PDF

References


`Athiyah, Samiah. “Huquq wa Wajibat al-Abna’, Maqalah

Muta`alliqah, Syubkah al-Alukah, 9122012.

Afifi, Subhan. “Communication Ethics in The Book of Adabul Mufrad by Imam Al-Bukhari”. Communications in Humanities and Social Sciences, 1(2), 82-90.

Asqalani (al), Ahmad ibn Hajr. Syarh Şahĭh al-Bukhârĭ Fath al-Bârĭ. t.t.pn.: Dâr al-Ma`rifah, t.t., Juz ke-1.

--------Tahdzib al-Tahdzib. t.t.pn.: Dar Ihya’ al-Turas al-`Araby, t.t., Juz ke-9.

Audi, Robert (Ed.). I the Cambridge Dictionary of Philosophy. New York: Cambridge University Press,1995.

Alviansyah, Muhamad Rafli. “Etika Pergaulan Kaum Millenial: Studi Takhrij dan Syarah Hadis”, The 2nd Conference on Ushuluddin Studies,

Darmalaksana, Wahyudin. “Studi Flexing dalam Pandangan Hadis dengan Metode Tematik dan Analisis Etika Media Sosial”, The 2nd Conference on Ushuluddin Studies Vol. 8 (2022).

Esposito, John L. Women in Muslim Family Law. New York: Syracuse University Press, 2005.

Febriyeni, “Etika Perempuan di Ruang Publik: Pemahaman Tematis-Korelatif Hadis-Hadis Tentang Perempuan”, Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, .

Hashi, Abdurezak Abdulahi. “Islamic Ethics: An Outline of Its Principles and Scope”, dalam Jurnal , Vol. 1 No. 03 (2011).

Hutabarat, Nur Ayisah dkk. “Kurangnya Etika dalam Lingkungan Keluarga”, SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora), Vol. 1. No. 3 (September 2022), 322-327

Khadduri, Majid. Marriage in Islamic Law: The Modernist Viewpoints. Baltimore, Amerika: John Hopkins Universitypress, 1978.

Lubis, Syaddan Dintara. “Perilaku Konsumen Kaitanya Dengan Pemerintah Menurut Hadis-Hadis Nabi”, As-Sais (Jurnal Hukum Tata Negara/Siyasah), .

Nanji , Azim. “”, dalam Peter Singer, A Companion to Ethics. Oxford: Blackwells, 1991.

Nassar, Jamal. “Hĭnama Takûn al-Akhlâq Gha’ibah `an Hayâtinâ”, Maqalat, Turkpressco.13092020

Rahim, Adibah bint Abdul. “Understanding Islamic Ethics and Its Significance on the Character Building”, International Journal of Social Science and Humanity, Vol. 3, No. 6, November 2013. 508-513.

Saputri, Alfiah Nursangadah. “The Urgency Of Islamic Moral Education During Early Childhood in The Perspective of Hadith”, jurnal.uinbanten.ac.id./index/php/ holistic. .

Sirazi (al), Ayatullah Makarim. Dawr al-Usrah wa al-Wârişah fĭ al-Akhlâq. Qum, Iran: Madrasah Imam ibn Abi Thalib, a.s., t.t., Jilid ke-1.

Sobur, Alex. Kamus Besar Filsafat, Refleksi, Tokoh, dan Pemikiran. Bandung: Pustaka Setia, 2017.

Syafi`i (al), Sirajuddin Abu Hafs Umar ibn Ali. Al-Taudĭh li Syarh al-Jâmi` al-Şahĭh. t.t.pn.: Dar al-Nawadir, t.t., Juz ke-1.

Thayyar (al), Abdullah ibn Muhammad Al-Usrah Libunyah al-Mujtama` al-Ûlâ, Al-Khuţabâ’. com.10112022.

Zamil (al), Muhammad Abd ar-Rahim. Alfâz al-Akhlâq fĭ Şahĭh al-Imâm al-Bukhârĭ: Dirâsah fĭ Dhau’i Naẓriyyah al-Huqûl al-Dilâliyyah.

Tesis. Arab Saudi: Kulliyah al-Lughah al-Arabiyyah wa Adabiha, 2000.

Welch, D.D. “Social Ethics Overview”, dalam , 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/muaddib.v8i1.174-187

Article Metrics

Abstract view : 2823 times
PDF - 641 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.