INDUKSI MUTASI ETIL METAN SULFONAT (EMS) TERHADAP KENAMPAKAN FENOTIP ANGGREK KI AKSARA (MACODES PETOLA) SECARA IN VITRO

Nurul Kamila, Sulistyo Sidik Purnomo, Nurcahyo Widyodaru, Edhi Sandra

Abstract


Tanaman hias khususnya anggrek sangat diminati oleh pasar domestik maupun internasional sehingga membuat perkembangan anggrek terus dilakukan. Pengembangan kultivar baru dapat diperoleh melalui pemuliaan tanaman dengan cara persilangan dua tetua namun membutuhkan waktu yang lama. Pengadaan kultivar baru dengan mutasi sudah banyak dilakukan.Etil Metan Sulfonat (EMS) adalah salah satu mutagen yang sering digunakan dan telah dikonfirmasi efektif dalam menginduksi mutasi berbagai organisme.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Etil Metan Sulfonat (EMS) dengan lama perendaman yang tepat terhadap kenampakan fenotip pada Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) secara in vitro. Percobaan dilakukan di laboratorium kultur jaringan Esha Flora, Bogor. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor kombinasi yaitu konsentrasi EMS dan lama perendaman sejumlah 16 kombinasi dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 51 unit percobaan. Data yang diperoleh di uji secara statistik menggunakan uji Anova 5% dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa EMS dengan konsentrasi rendah yakni 0.2% dan 0.4% dapat menstimulasi pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar, sedangkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi yakni 0.6% dan 0.8% dapat menghambat pertumbuhan namun menghasilkan penampilan warna tunas yang berbeda dibandingkan kontrol pada Macodes petola.


Keywords


Etil Metan Sulfonat (EMS), Induksi mutasi, Macodes petola.

Full Text:

PDF

References


Ornamental plants, especially orchids are in great demand by the domestic and international trading markets so that the improvement development of orchids continued to be implemented. The improvement development of new cultivars can be obtained by plant breeding with crossing two parents but it takes a long time. The procurement of new cultivars with mutations has been widely implemented. Ethyl Methane Sulfonate (EMS) is one of the most frequently used mutagens and has been confirmed to be effective in inducing mutations in various organisms. This study aims to find out the concentration of Ethyl Methane Sulfonate (EMS) with the right immersion duration on the phenotypic appearance of the Ki Aksara Orchid (Macodes petola) in vitro. The experiment was conducted at the Esha Flora tissue culture laboratory, Bogor. The method used was a completely randomized design (CRD) with 2 combination factors, namely the concentration of EMS and the duration of immersion in a total of 16 combinations and 1 control which was 3 repeated so that there were 51 experimental units. The data obtained were tested statistically using the 5% ANOVA test and the 5% DMRT test. The results showed that EMS with low concentrations at 0.2% and 0.4% can stimulate plant height, number of shoots, number of leaves and number of roots, while at higher concentrations at 0.6% and 0.8% can inhibit growth but produce a different shoot appearance compared to control on Macodes petola.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jap.v7i1.6835

Article Metrics

Abstract view : 573 times
PDF - 201 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AGROHITA
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

ISSN Online : 2615-336X   ISSN Cetak : 2541-5956

 Lisensi Creative Commons

Jurnal AGROHITA disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.