RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (SOLANUMLYCOPERSICUM L.) TERHADAP PRESENTASE NAUNGAN DAN FREKUENSI PENYIRAMAN

Febrianti Febrianti, Sutarno Sutarno, Susilo Budiyanto

Abstract


Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas buah yang sering dijumpai di Indonesia. Naungan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi faktor lingkungan yang kurang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Penyiraman yang sesuai kebutuhan tanaman dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh presentase naungan dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi tomat. Penelitian dilakukan di greenhouse Desa Gembong, Pati dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan April sampai Juli 2021. Penelitian menggunakan percobaan split plot 4 x 3 dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Petak Utama yaitu perlakuan presentase naungan dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 % atau tidak diberi naungan sebagai kontrol, N1 = 55% naungan, N2 = 65% naungan, dan N3 = 75 % naungan. Anak petak yaitu perlakuan frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = 1 hari (Kontrol), P1 = 2 hari sekali, dan P2 = 3 hari sekali. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa perlakuan tinggi tanaman terbaik padapenyiraman 3 hari sekali, bobot buah tiap tanaman, diameter buah terbaik pada penyiraman 2 hari sekali. Diameter batang, bobot buah tiap tanaman terbaik pada perlakuan naungan 0% atau tanpa naungan. Jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan tidak berpengaruh terhadap perlakuan presentase naungan dan frekuensi penyiraman. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan presentase naungan dengan tingkat 0% atau tanpa naungan dan penyiraman 2 hari sekali menunjukkan hasil terbaik.

 


Keywords


Tomat, Presentase Naungan, Frekuensi Penyiraman

Full Text:

PDF

References


Dewi, A. Y., Eka, T, S, P., dan Sri, T. 2014.Indusi ketahanan kekeringan delapan hibrida kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan silika. J. Vegetalika. 3(3) : 1 – 13.

Jatnika, D., D.P.T. Baskoro dan S.D. Tarigan. 2017. Pemanfaatan water absorbent untuk meningkatkan retensi air dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.). J. Tanah dan Lahan. 1 (1) : 23 – 29.

Rahmanda, R., T, Sumarni., dan S, Y, Tyasmoro. 2017. Respon dua varietas kedelai (Glycine max L Merr) terhadap perbedaan intensitas cahaya pada sistem agroforestry berbasis sengon. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. J. Produksi Tanaman. 5(9) : 1561 – 1569.

Du, Y, D. Cao, H, X. Liu, S,Q. Gu, X,B., and Cao, Y,X. 2017. Response of yield,quality,water and nitrogen use efficiency of tomato to different levels of water and nitrogen under drip irigation in Northwestern China. J. Of Integrative Agriculture. 16(5) : 1153 – 1161.

Nurheti, Y. 2010. Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga.Yogyakarta.

Cahyono, B. 2012.Tomat, Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.

Sukma, K.P.W. 2015.Mekanisme tumbuhan menghadapi kekeringan. J. Wacana Didaktika. 3 (6): 186 – 194.

Kusumawati, N. Nurlaelih, E, E., dan Setyobudi, L. 2015.Tingkat keberhasilan pembentukan buah tiga varietas tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada lingkungan yang berbeda. J. Produksi Tanaman. 3(8) : 683 – 688.

Sapandie, D. Chozin, M, A. Sastrosumarjo,S., dan Juhaeti, T. 2013. Toleransi padi gogo terhadap naungan. J. Hayati. 10(2) : 71 – 75.

Shehata, S. Elsagheer, A,A. Elhelaly, M,A. Saleh, S,A., dan Abdallah, A,M. 2013. Efek pertumbuhan vegetatif dan pembuahan pada karakter tanaman tomat. J. Of Apliied Sciences Research. 9(3) : 1434 – 1437.

Nurhayati. 2013. Pengaruh cekaman air pada dua jenis tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. J. Floratek. 4(1) : 55 – 64.

Rahmanda, R., T, Sumarni., dan S, Y, Tyasmoro. 2017. Respon dua varietas kedelai (Glycine max L Merr) terhadap perbedaan intensitas cahaya pada sistem agroforestry berbasis sengon. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. J. Produksi Tanaman. 5(9) : 1561 – 1569.

Mapegau. 2012. Pengaruh cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merr). J. Ilmu Pertanian Kultura. 41(1) : 1 – 13.

Purwanto dan Agustono, T. 2011.Kajian fisiologi tanaman kedelai pada berbagai kepadatan gulma teki dalam kondisi cekaman kekeringan. J. Agroland. 17(2) : 85 – 90.

Sasmita, P. Purwoko, B,S. Sujiprihati,S. Hanarida, I. Dewi, I,S., dan Chozin. 2016. Evaluasi pertumbuhan dan produksi padi gogo haploid ganda toleran naungan dalam sistem tumpangsari. J. Agronomi Indonesia. 34(2) : 79 – 86.

Totok. 2014. Analisis efisiensi serapan N, pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar kedelai unggul baru dengan cekaman kekeringan dan pemberian pupuk hayati. J. Agrosains. 6(2) : 70 – 74.

Zen, I., M, Kamal. M,S, Hadi., dan E, Pramono. 2011. Tanggapan beberapa varietas kedelai terhadap jumlah pemberian air. J. Penelitian Pengembangan Wilayah Keirng. 12(1) : 56 – 61.

Syukur, A. 2011.Analisis iklim mikro di dalam rumah tanaman untuk memprediksi waktu pembungaan dan matang fisiologis tanaman tomat dengan menggunakan metode Artificial Neural Network.J. Agroland. 18(2) : 97 – 103.

Kusumawati, E. Eita, H., dan Muhammad, T. 2012. Pengaruh naungan dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi (Fragaria sp.) di Dataran Rendah. J. Agrista. 16(1) : 16 – 21.

Nurshanti, D, F. 2011. Pengaruh beberapa tingkat naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.) di polibag. J. Agronobis. 3(5) : 12 – 18.

Purnomo, D. Damanhuri., dan Winarto, W. 2018.Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L) terhadap pemberian naungan dan pupuk kieserite di dataran medium. J. Agriprima. 2(1) : 67 – 78.

Juhaeti, T. 2011. Pengaruh naungan terhadap pertumbuhan bibit pulai (Alstonia scholaris (L.)R.Br). Buletin Pusat Penelitian Biologi-LIPI.9(6). Bogor

Nurchaliq, A. Medha, B dan Nur, E, S. 2014. Pengaruh jumlah dan waktu pemberian air pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L) Schott var. Antiquorum). J. Produksi Tanaman. 2(5) : 354 – 360.

Ridarman. Z, P, Pertiwi. 2018. Prototype penyiraman tanaman hias dengan soil moisture sensor berbasis arduino. J. Informatika, Manajemen dan Komputer. 10(1) : 7 – 11.

Fanindi, A. B,R, Prawiradiputra., dan L, Abdullah. 2011. Pengaruh intensitas cahaya terhadap produksi hijauan dan benih kalopo (Calopogonium mucunoides). J. Ilmu Ternak dan Veteriner. 15(3) : 205 – 214.

Purnomo, D. 2015. Tanggapan varietas tanaman jagung terhadap iradiasi rendah. J. Agrosains. 7(1) : 86 – 93.

Risnawati. 2014. Pengaruh pemberian aquasym Grades A, B, C, dan D dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman tembakau deli (Nicotiana tabacumL.) J. Agrium. 19(1) : 1 – 12.

Tefa, P., M, Roberto. Taolin., dan Lelang. 2015 Pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman pada pertumbuhan bibit sengon laut (Paraserianthes falcataria, L.). J. Pertanian Konservasi Lahan Kering. Savana Cendana. 1(1) : 13 – 16.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jap.v7i1.6805

Article Metrics

Abstract view : 305 times
PDF - 169 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AGROHITA
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

ISSN Online : 2615-336X   ISSN Cetak : 2541-5956

 Lisensi Creative Commons

Jurnal AGROHITA disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.