PENGUKURAN INTERSEPSI CURAH HUJAN PADA TANAMAN AREN (Arenga pinnata. Merr) DI KECAMATAN LINTAU BUO UTARA, SUMBAR

Via Permata Sari, Yulnafatmawita Yulnafatmawita, Gusmini Gusmini

Abstract


Intersepsi curah hujan merupakan jumlah air hujan yang tertangkap oleh tajuk tanaman yang kemudian diuapkan lagi ke atmosfer melalui proses evaporasi atau proses sublimasi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk untuk mengetahui besarnya nilai intersepsi curah hujan pada tanaman aren (Arenga pinnata Merr) pada 3 tingkatan umur tanaman di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Penelitian dimulai dengan melakukan survei pendahuluan di lapangan yaitu meninjau dan menentukan lokasi. Pengukuran intersepsi dilakukan dengan pengukuran air lolos tajuk dan aliran batang tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tanaman memberikan pengaruh terhadap intersepsi curah hujan yang terjadi. Secara umum intersepsi meningkat seiring dengan peningkatan umur tanaman tetapi mengalami penurunan kembali pad umur tanaman yang sudah tua. Jumlah air yang terntersepsi tertinggi terdapat pada umur tanaman 15 tahun (160.41 mm), dengan aliran batang terendah (0.28 mm) dan air hujan yang lolos tajuk tertinggi sebanyak 767.88 mm.curah hujan memiliki hubungan terhadap besarnya nilai aliran batang, lolos tajuk dan intersepsi yang diperoleh.


Keywords


intersepsi, tanaman aren, umur tanaman

Full Text:

PDF

References


Anwar, M. S. 1985. Pengukuran Jumlah Curah Hujan, Stemflow dan Throughfall Serta Konsentrasi Senyawa Nitrogennya. Skripsi. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.

Anwar, M. 2005. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Intersepsi Hujan (Kasus Sub DAS NOPU Sulawesi Tengah). Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Asdak, C. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nuraeni, E., Dede S. dan Didik, W. 2014. Kajian Arsitektur Pohon dalam Upaya Konservasi Air dan Tanah: Studi Kasus Altingia excelsa dan Schima wallichii di Taman Nasional G. Gede Pangrango. Jurnal Biologi Indonesia 10(1):17-26. Kebun Raya Cibodas-LIPI, Cipanas, Cianjur

Manokaran, N. 1979. Stemflow, Throughfall and Rainfall Interception in a Lowland and Tropical Rainforest in Peninsular Malaysia. The Malaysian Forester. 42 (3) : 174-201

Rauf, A. 2011. Sistem Agroforestry. Upaya Pemberdayaan Lahan Secara Berkelanjutan. USU Press, Medan. Okoba B.O dan Sterk G. 2006. Quantification of Visual soil erosion indicators in Gikuuri catchment in the central highlands of Kenya. Geoderma 134:34- 47

Supangat, A. B., Sudira, P., Supriyo, H., & Poedjirahajoe, E. 2012. Studi Intersepsi Hujan pada Tanaman eucalyptus pellita di Riau. Agritech, 32(3), 318–324.

Susi, C., & Jayanti, dewi sri. 2013. Intersepsi Curah Hujan pada Tegakan Pohon Pinus. Rona Teknik Pertanian, 6(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jap.v6i1.3421

Article Metrics

Abstract view : 130 times
PDF - 119 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AGROHITA
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

ISSN Online : 2615-336X   ISSN Cetak : 2541-5956

 Lisensi Creative Commons

Jurnal AGROHITA disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.