PENGARUH APLIKASI HERBISIDA SISTEMIK BERBAHAN AKTIF GLIFOSAT TERHADAP TINGKAT KEMATIAN GULMA DAN TOTAL MIKROORGANISME TANAH

Guntoro Guntoro, Sakiah Sakiah, Raju Setiawan Damanik

Abstract


Pengendalian gulma pada lahan yang cukup luas biasanya dilakukan menggunakan herbisida kimiawi yaitu seperti herbisida sistemik sehingga gulma lebih cepat diatasi. Herbisida kimia memiliki bahan aktif yang dapat mempermudah dan mempercepat proses kematian gulma.. Bahan aktif yang terkandung di dalam herbisida dapat teresidu di tanah, sehingga tidak hanya bersifat toksin pada gulma tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah. Penelitian ini di lakukan di lahan praktek mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP). Pene;itian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang tepat dalam penggunaan herbisida glifosat untuk mengendalikan gulma dan mengetahui dampajnya terhadap mikroorganisme tanah.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan lima taraf dan tiga ulangan sehingga diperoleh  15 satuan penelitian. Menggunakan 5 perlakuan yaitu : tanpa perlakuan (P0),glifosat 5 ml/ L dengan frekuensi 2 minggu(P1), glifosat 5 ml/ L dengan frekuensi 1 minggu(P2), glifosat 10 ml/ L dengan frekuensi 2 minggu (P3),glifosat 10 ml/ L dengan frekuensi 1 minggu (P4). Gulma terbanyak pada plot penelitian adalah sambung rambat (Micania micrata) sebanyak 269 gulma, dan gulma paling sedikit adalah patikan kebo (Eurphorbiata) dan putri malu (Mimosa pudica) yang masing-masing berjumlah 4 gulma. Mortalitas tertinggi pada 1 minggu setelah aplikasi (MSA) terjadi perlakuan P1 dengan persentase 96 % dan mortalitas terendah terdapat di perlakuan P4 dengan persentase 91,3 %.Aplikasi herbisida sistemik berbahan aktif glifosat berpengaruh tidak nyata terhadap total mikroba tanah antar perlakuan.

 


Keywords


Mikroorganisme, Gulma, Glifosat.

Full Text:

PDF

References


Anas, I. 1989. Petunjuk Laboratorium Biologi Tanah Dalam Praktek. IPB. Bogor

Darmawijaya, M.I. 1990. Klasifikasi tanah: Dasar teori Bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press. Bulaksumur.

Ditjen Perkebunan, 2017. Statistik Perkebunan Indonesia Tahun 2017.

Direktorat Pupuk dan Pestisida, 2011. Pengaruh herbisida Tahun 2011.

Emalinda, O., W. A. Prima, dan Agustian. 2003. Pengaruh herbisida Glifosat terhadap pertumbuhan dan keragaman mikroorganisme dalam tanah serta

pertumbuhan tanaman kedelai (Glicyne max. (L). Merr) pada Ultisol. Stigma. 11: 309-414.

Fryer J. D dan S. Matsunaka. 1988. Penanggulangan Gulma SecaraTerpadu. Bina Aksara.

Ginting. K., E. S. Sutarta., R. Y. Purba. 2004. Pengendalian Gulma Epifit pada Kelapa Sawit. Warta PPKS Vol 12 (2-3): 23-27. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Hardjosuwarno S. 2001. Ekologi Gulma. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta.

Lubis. A. U. 2008. Edisi 2. Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq) di Indonesia. Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan.

Moenandir J. 1988. Pengantar Ilmu Gulma dan Pengendalian Gulma. Rajawali Pers. Jakarta

Moenandir J. 1990. Fisiologi Herbisida. Rajawali Pers. Jakarta.

Moenandir J. 1993. Persaingan Gulma dengan Tanaman Budidaya. Ilmu Gulma Buku III. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Pahan, I, 2011.Panduan Lengkap Kepala Sawit.Jakarta :Penebarswadaya

Priwiratma, H dan Rozziansha. 2012. Tinjauan Awal Keragaman, Peran dan Pengolahan Gulma Epifit Pada Tanaman Kelapa Sawit. Warta PPKS Vol 17(2): 65-70. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Perruci, P., and I. Scarponi. 1996. Organic chemicals in the environment. J. Of Env. Quality. Vol 25/3.

Prostko, E.P and A. Stanley Culpepper. 2005. Herbicide Resistant Weeds And Their Management. Departement of Corp and soil Science. The University of Georgia Tifton

RAO, N.s., Subba. 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Sastroutomo S. S. 1990. Ekologi Gulma. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Schoeder, D., 1972, Soil Facts and Concepts, Gething International Potash Institute, Bern.

Sembodo, D. R. J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Tjitrosoedirdjo, S., I. H. Utomo & J. Wiroatmodjo. 1984 Pengelolaan Gulma di Perkebunan Indonesia. Gramedia, Jakarta.

Sutedjo, M,M., 1996. Mikrobiologi Tanah. Rineka Cipta. Jakarta

Trijoko 2015. Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. http://www.threejoko.wordpress.com/budidaya-tanaman -kelapa-sawit-3




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i1.1736

Article Metrics

Abstract view : 1408 times
PDF - 1226 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AGROHITA
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

ISSN Online : 2615-336X   ISSN Cetak : 2541-5956

 Lisensi Creative Commons

Jurnal AGROHITA disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.