KESEHATAN MENTAL REMAJA PUTRI KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA

Erlina Harahap, Sukatno Sukatno, Auliya Warzuqni

Sari


Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami-istri) namun juga melibatkan anak khususnya remaja putri dan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada mentalnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesehatan mental remaja putri korban perceraian orang tua. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penyebab perceraian di Desa Kasik Putih Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat disebabkan oleh faktor ekonomi, perselingkuhan yang merambat kepada hal-hal yang lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (kdrt). 2) Gangguan kesehatan mental yang di alami oleh remaja putri korban perceraian seperti perasaan dendam, marah juga menyalahi orang tuanya, sedih juga menyalahkan diri sendiri, perasaan tidak disukai, kehilangan rasa aman dan kehangatan, dan bersikap agresif. 3) dampak setelah orang tua bercerai hidupnya berantakan merasa kecewa dan hancur yang paling mendalam adalah putus sekolah tidak bersemangat dalam bersekolah dan merasa minder bila bersama teman-teman. Kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil penelitian ini bimbingan. Bimbingan konseling keluarga ini merupakan suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan dimana setiap keluarga merasakan kebahagiaan. Konseling keluarga dapat dijadikan salah satu cara atau solusi bijak mengatasi dan memberi solusi dalam permasalah keluarga dan pada dasarnya dapat menekan dan meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan mental pada remaja putri korban perceraian. Bagi remaja putri, diharapkan agar mampu mengendalikan diri saat mengahadapi masalah dan merubah pandangan agar lebih positif  dan memperbanyak kegiatan-kegiatan yang baik dan positif untuk diri dan kehidupan serta selalu dan mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.

Kata Kunci


Perceraian; Kesehatan Mental; Remaja Putri

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustina Nurhayati, 2011. Pernikahan dalam perspektif al-qur’an. Asas, volume 3 nomor 1 : halaman 99-101.

Aqib Zainal, 2013. Konseling kesehatan mental. Bandung: Yrama Widya.

Ardian Prapmojati, 2018. Dinamika psikologis remaja korban perceraian, sebuah studi kasus kenakalan remaja. Jurnal ilmu perilaku manusia, volume 2 nomor 1: halaman 1-14.

Basri, Hasan. 1996 Remaja Berkualitas, Proplematika Remaja Dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gunarsa, Singgah D. 1986. Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Psikologis Remaja. Professional Islam, Vol 2 No2: halaman 100.

Ida Untari, dkk, 2018. Dampak perceraian orang tua terhadap psikologis remaja. Profesional islam, Vol 2 No 2: halaman 100.

Kartono Kartini, 2014. Patologi sosial II kenakalan remaja. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Putri Erika Ramadhani, 2019. Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Jurnal pekerja sosial, volume 2 nomor 1: halaman 112-115.

Reski yulina widiastuti, 2016. Dampak perceraian pada perkembangan sosial dan emosional anak usia 5-6 tahun, volume 2 nomor 2: halaman 77-79.

Sarwono Sarlito, 2014. Psikologi remaja . Jakarta : Rajawali Pers.

Sri Widya Haryanie, Dkk, 2012. Dampak perceraian orang tua terhadap emosi anak. Halaman 105-106.

Sudarso, 2008. Kenakalan Remaja. Jakarta : PT Reneka cipta.

Sugiyono, 2003. Motode penelitian administrasi. Bandung : CV Alfabeta.

Yusuf LN, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/ristekdik.2021.v6i2.268-272

Article Metrics

Sari view : 1436 times
PDF - 686 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling)
ISSN 2541-206X (online), ISSN 2548-4311 (print)
Email: ristekdik@um-tapsel.ac.id

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) is indexed by:

pkpp.png

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.